Di tengah situasi yang mendorong anak muda untuk terus berkembang, waktu luang pun kadang terasa seperti harus menghasilkan sesuatu. Belajar sesuatu harus bisa menambah skill, olahraga harus punya target yang perlu dicapai, sementara hobi baru terasa “berguna” kalau bisa dikembangkan jadi pekerjaan sampingan. Gak heran kalau aktivitas yang dilakukan hanya untuk bersenang-senang mulai terasa seperti menuntut.
Low-stakes hobbies justru berlawanan dengan tuntutan tersebut. Dari mulai merajut, menyulam, mewarnai, membuat scrapbook, sampai bermain puzzle, aktivitas ini gak harus menghasilkan uang, gak menuntut seseorang untuk langsung jago, dan gak perlu berujung pada pencapaian tertentu. Di tengah rutinitas yang serba cepat dan digital seperti sekarang ini, apa yang membuat hobi-hobi sederhana seperti itu menarik bagi anak muda?
