ilustrasi halte bus (pexels.com/Markus Winkler)
Pergi bersama orang lain terkadang membuat kita lebih bersedia menghadapi hal-hal yang sedikit merepotkan. Menunggu bus lebih lama, berjalan kaki dari halte, mencari tempat makan yang antreannya panjang, atau berpindah kendaraan beberapa kali terasa lebih ringan karena ada teman untuk diajak berbicara. Saat sendirian, pilihan yang lebih praktis sering terlihat jauh lebih menarik.
Misalnya, sebenarnya ada bus yang bisa membawamu ke tempat tujuan dengan tarif Rp5 ribu. Namun, halte masih berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dan bus berikutnya baru datang 20 menit lagi. Karena tidak ingin menunggu sendirian, kamu akhirnya memilih kendaraan daring seharga Rp35 ribu.
Selisih Rp30 ribu mungkin tidak terasa besar ketika hanya terjadi sekali. Tetapi jika pilihan praktis seperti ini terjadi saat berangkat, berpindah tempat, dan pulang, pengeluaran transportasi dapat meningkat cukup banyak. Hal serupa berlaku ketika kamu memilih restoran yang lebih mahal karena lokasinya paling dekat atau membeli makanan di tempat pertama yang ditemukan karena tidak ingin mencari tempat lain.
Solo date tidak selalu berarti lebih mahal, tetapi beberapa pengeluaran memang terasa berbeda ketika mesti ditanggung sendiri. Selisihnya bisa berasal dari hal yang sangat sederhana. Karena itu, sebelum berangkat, menentukan kegiatan utama dan batas pengeluaran bisa membuat solo date tetap menyenangkan tanpa membuat saldo ikut terkejut.