Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Solo Date Bisa Terasa Lebih Mahal Daripada Pergi Bareng?
ilustrasi solo date (unsplash.com/Arturo Rey)
  • Solo date membuat ongkos transportasi ditanggung sendiri, terutama saat destinasi jauh atau perlu berpindah tempat, sementara bepergian bersama memungkinkan biaya kendaraan dibagi.
  • Makan dan hiburan sendirian bisa lebih mahal karena tidak dapat berbagi porsi besar maupun memanfaatkan paket promo grup dengan harga per orang lebih rendah.
  • Pengeluaran kecil dan pilihan praktis, seperti kopi, camilan, kendaraan daring, atau restoran terdekat, mudah menumpuk saat sendirian; menetapkan kegiatan serta batas anggaran membantu mengendalikannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa uang Rp100 ribu cepat sekali habis ketika pergi sendirian? Rencananya mungkin cuma makan siang dan menonton film, tetapi setelah sampai rumah ternyata ada ongkos perjalanan, minuman, camilan, dan beberapa pengeluaran kecil yang sebelumnya tidak masuk hitungan.

Ketika pergi bersama teman, beberapa pengeluaran seperti ini sering terasa lebih enteng karena ada hal-hal yang bisa dibagi atau disesuaikan bersama. Pernah mengalami hal serupa saat melakukan solo date?

1. Kamu membayar ongkos perjalanan sendirian

ilustrasi ojek online (pexels.com/Arif Syuhada)

Ongkos pergi-pulang sering menjadi pengeluaran yang baru terasa setelah seluruh perjalanan selesai. Ketika pergi bersama teman dan menggunakan satu mobil atau taksi, biaya perjalanan bisa dibagi beberapa orang sehingga nominal yang dibayar masing-masing tidak terlalu besar. Saat pergi sendirian, biaya yang sama langsung masuk seluruhnya ke pengeluaran pribadi.

Misalnya, perjalanan dari rumah ke pusat kota membutuhkan ongkos Rp35 ribu sekali jalan. Artinya, kamu perlu menyiapkan sekitar Rp70 ribu hanya untuk pergi dan pulang. Kalau perjalanan yang sama dilakukan bersama tiga teman menggunakan satu kendaraan dengan biaya Rp70 ribu untuk sekali perjalanan pulang-pergi, masing-masing hanya mengeluarkan sekitar Rp17.500.

Perbedaannya semakin terasa ketika tempat tujuan cukup jauh atau membutuhkan beberapa kali perjalanan. Pergi dari restoran ke pusat perbelanjaan, kemudian berpindah ke tempat lain dan kembali ke rumah bisa membuat ongkos kendaraan bertambah sedikit demi sedikit. Karena tidak ada orang lain yang ikut menanggungnya, jumlah tersebut akhirnya menjadi salah satu bagian terbesar dari biaya solo date.

2. Tidak bisa ikut berbagi makanan yang porsinya besar

ilustrasi pizza (vecteezy.com/artcookstudio)

Makan bersama sering membuat banyak menu terasa lebih murah karena satu hidangan bisa dimakan beberapa orang. Pizza, nachos, kentang goreng, dim sum, atau dessert berukuran besar bisa dipesan satu kali lalu dibagi di tengah meja. Saat sendirian, kamu harus membeli satu porsi penuh meskipun sebenarnya hanya ingin mencicipinya.

Misalnya, kamu ingin makan pizza tetapi hanya sanggup menghabiskan dua atau tiga potong. Restoran tersebut ternyata hanya menjual pizza utuh dengan harga Rp120 ribu. Ketika pergi bersama tiga orang, harga tersebut dapat dibagi menjadi Rp30 ribu per orang. Saat datang sendiri, kamu harus membayar Rp120 ribu untuk makanan yang sebagian mungkin tidak habis.

Pilihan makanan juga menjadi lebih terbatas ketika kamu tidak ingin menyisakan makanan. Kamu mungkin batal memesan menu yang sebenarnya menarik karena porsinya terlalu besar untuk satu orang. Akhirnya, harga makan sendirian bisa terasa lebih tinggi bukan karena restoran menaikkan harga, tetapi karena kamu tidak memiliki kesempatan untuk membagi satu hidangan dengan orang lain.

3. Beberapa promo memang lebih menguntungkan kalau datang bersama teman

ilustrasi liburan (vecteezy.com/tui-photoengineer7562)

Promo untuk dua, tiga, atau empat orang cukup sering ditemukan di tempat wisata, tempat bermain, restoran, hingga berbagai kegiatan hiburan. Harga per orang dalam paket seperti ini biasanya lebih rendah daripada membeli tiket satuan. Masalahnya, keuntungan tersebut tidak bisa selalu digunakan ketika kamu datang sendirian.

Misalnya, tiket masuk individu sebuah tempat wisata dijual Rp100 ribu, sedangkan paket empat orang dihargai Rp320 ribu. Kalau datang berempat, setiap orang cukup membayar Rp80 ribu. Pengunjung yang datang sendiri tetap harus membeli tiket individu sehingga membayar Rp20 ribu lebih mahal dibandingkan harga per orang dalam paket tersebut.

Selisihnya memang terlihat kecil kalau hanya terjadi sekali. Namun, dalam satu perjalanan kamu mungkin menemukan beberapa jenis promo serupa, mulai dari tiket sampai paket makanan. Karena itu, solo date ke tempat tertentu memang bisa membuat biaya per orang lebih tinggi meskipun kamu sebenarnya tidak melakukan lebih banyak kegiatan.

4. Pengeluaran kecil mudah bertambah ketika tidak ada teman yang ikut mengingatkan

ilustrasi street food (vecteezy.com/sirawut56856306)

Ada pengeluaran yang awalnya terasa tidak penting karena nominalnya kecil. Setelah makan, kamu membeli kopi Rp25 ribu. Kemudian, melihat toko buku dan membeli satu majalah Rp35 ribu. Sebelum pulang, kamu membeli camilan Rp20 ribu karena merasa sudah berada di tempat tersebut.

Tidak ada satu pun pembelian yang terlihat berlebihan. Namun, kalau semuanya dijumlahkan, kamu sudah mengeluarkan Rp80 ribu di luar rencana makan. Ketika pergi bersama teman, biasanya ada momen ketika seseorang mengajak langsung pulang, mengingatkan jadwal berikutnya, atau sekadar membuatmu berpikir ulang sebelum membeli sesuatu.

Saat sendirian, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tanganmu. Kalau sejak awal memang sudah menyiapkan uang untuk jajan, tentu tidak masalah. Pengeluaran baru terasa mengganggu ketika semua pembelian kecil tadi baru dihitung setelah sampai rumah dan ternyata jumlahnya lebih besar daripada perkiraan.

5. Kamu mungkin memilih pilihan yang lebih praktis karena tidak ingin repot

ilustrasi halte bus (pexels.com/Markus Winkler)

Pergi bersama orang lain terkadang membuat kita lebih bersedia menghadapi hal-hal yang sedikit merepotkan. Menunggu bus lebih lama, berjalan kaki dari halte, mencari tempat makan yang antreannya panjang, atau berpindah kendaraan beberapa kali terasa lebih ringan karena ada teman untuk diajak berbicara. Saat sendirian, pilihan yang lebih praktis sering terlihat jauh lebih menarik.

Misalnya, sebenarnya ada bus yang bisa membawamu ke tempat tujuan dengan tarif Rp5 ribu. Namun, halte masih berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dan bus berikutnya baru datang 20 menit lagi. Karena tidak ingin menunggu sendirian, kamu akhirnya memilih kendaraan daring seharga Rp35 ribu.

Selisih Rp30 ribu mungkin tidak terasa besar ketika hanya terjadi sekali. Tetapi jika pilihan praktis seperti ini terjadi saat berangkat, berpindah tempat, dan pulang, pengeluaran transportasi dapat meningkat cukup banyak. Hal serupa berlaku ketika kamu memilih restoran yang lebih mahal karena lokasinya paling dekat atau membeli makanan di tempat pertama yang ditemukan karena tidak ingin mencari tempat lain.

Solo date tidak selalu berarti lebih mahal, tetapi beberapa pengeluaran memang terasa berbeda ketika mesti ditanggung sendiri. Selisihnya bisa berasal dari hal yang sangat sederhana. Karena itu, sebelum berangkat, menentukan kegiatan utama dan batas pengeluaran bisa membuat solo date tetap menyenangkan tanpa membuat saldo ikut terkejut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article