Aksi protes gak hanya identik dengan orasi dan kerumunan. Di tengah massa, kita hampir selalu melihat poster dengan tulisan besar, kaos berslogan, warna tertentu, sampai ilustrasi yang sengaja dibuat mencolok. Semua itu bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari cara sebuah gerakan menyampaikan pesan.
Visual bekerja cepat karena orang bisa menangkap maknanya hanya dalam hitungan detik. Bahkan ketika aksi sudah selesai, foto poster atau slogan yang kuat masih bisa beredar di media sosial dan membawa pesan itu jauh melampaui lokasi demonstrasi. Lalu, kenapa visual punya peran sebesar itu dalam sebuah aksi protes?
