“Menampung air hujan adalah cara ramah lingkungan untuk menggunakan kembali air di taman, daripada selalu mengambil air dari selang,” ujar Chris Bonnett.
6 Kebiasaan Hemat Air untuk Jaga Tanaman Tetap Sehat saat Cuaca Panas

- Menampung air hujan sebelum periode kering menyediakan cadangan ramah lingkungan untuk kebutuhan taman, sehingga penggunaan air dari sumber utama dapat dikurangi.
- Penyiraman mendalam pada pagi hari, pengelompokan pot, dan membiarkan rumput sedikit lebih panjang membantu kelembapan bertahan serta memperlambat penguapan saat panas.
- Memilih tanaman tahan kering dan memperkaya tanah dengan bahan organik membuat akar lebih kuat, tanah menyimpan air lebih lama, dan kebutuhan penyiraman berkurang.
Cuaca panas membuat tanaman lebih cepat kehilangan kelembapan karena tanah dan media tanam terus terpapar sinar matahari. Kondisi ini dapat meningkatkan kebutuhan air, terutama pada tanaman dalam pot yang memiliki media tanam lebih terbatas. Namun, menjaga tanaman tetap sehat tidak selalu berarti menambah frekuensi penyiraman.
Para ahli berkebun menyarankan sejumlah kebiasaan sederhana agar air dapat bertahan lebih lama di sekitar akar. Mulai dari memperbaiki kondisi tanah, memilih tanaman tahan kering, hingga mengatur posisi tanaman bisa membantu taman lebih siap menghadapi cuaca panas. Yuk, simak kebiasaan hemat air berikut agar tanaman tetap sehat tanpa boros air!
1. Tampung air hujan sebelum cuaca panas

ilustrasi penampungan air (freepik.com/wirestock) Air hujan saat musim penghujan bisa menjadi cadangan berharga ketika cuaca mulai panas dan kering. Daripada terbuang, tampung air menggunakan wadah khusus agar kebutuhan air tanaman tidak sepenuhnya bergantung pada sumber air utama.
Chris Bonnett, founder Gardening Express, dikutip dari Ideal Home, menyebut penampungan air hujan sebagai cara ramah lingkungan untuk menggunakan kembali air di taman. Menurutnya, wadah penampung sebaiknya disiapkan sebelum musim hujan agar cadangan air sudah tersedia ketika periode kering tiba.
2. Biasakan menyiram lebih dalam, bukan sekadar lebih sering

ilustrasi menyiram tanaman menggunakan selang (pexels.com/quangnguyenvinh) Ketika cuaca panas, permukaan tanah cepat kering sehingga tanaman sering disiram sedikit-sedikit. Padahal, penyiraman mendalam membantu air mencapai akar dan bertahan lebih lama, sekaligus mendorong akar tumbuh lebih dalam untuk mencari kelembapan.
Julian Palphramand, ahli tanaman dan Kepala Divisi Tanaman di British Garden Centres, dikutip dari Ideal Home, menyarankan penyiraman mendalam di pangkal tanaman, terutama pada pagi hari saat suhu masih sejuk. Memberikan air secara perlahan membuatnya lebih banyak meresap ke tanah sebelum menguap akibat panas.
“Untuk menghemat air, triknya adalah menyiram dengan baik, bukan terlalu sering,” ujar Julian Palphramand.
3. Kelompokkan tanaman dalam pot

ilustrasi merawat tanaman dalam pot (pexels.com/garybarnes) Tanaman dalam pot cenderung lebih cepat kehilangan kelembapan karena media tanamnya terbatas. Untuk mengatasinya, kelompokkan beberapa pot agar tanaman saling memberi naungan dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk serta lembap.
Shelley Davis, flower expert di Flying Flowers, dikutip dari Ideal Home, menjelaskan bahwa pengelompokan tanaman dapat menciptakan mikroklimat yang membantu memperlambat penguapan. Tanaman yang saling menaungi membuat pot tidak terlalu terpapar panas langsung, sehingga kelembapan bertahan lebih lama dan tanaman tidak cepat kering saat suhu meningkat.
4. Pilih tanaman berdasarkan ketahanannya terhadap kondisi kering

ilustrasi menyiram tanaman dalam pot (pexels.com/timamiroshnichenko) Menghemat air juga bisa dimulai dari keputusan mengenai tanaman apa yang akan ditanam di taman. Beberapa jenis tanaman memang secara alami lebih mampu menghadapi kondisi kering, sehingga tidak membutuhkan penyiraman sebanyak tanaman yang menyukai lingkungan lembap. Memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan membuat kebutuhan air taman dapat ditekan sejak awal.
Charlotte McGrattan, spesialis pengadaan tanaman keras di Hillier Garden Centres, dikutip dari Ideal Home, menekankan bahwa hemat air bukan sekadar mengurangi penyiraman, tetapi juga memilih tanaman dengan tepat. Jenis seperti agave yang tahan kekeringan cocok untuk area panas dan setelah tumbuh mapan biasanya membutuhkan lebih sedikit air.
5. Biarkan rumput tumbuh sedikit lebih panjang

ilustrasi rumput hijau (pexels.com/jennifervl) Memotong rumput terlalu pendek memang membuat halaman terlihat rapi, tetapi kebiasaan ini kurang ideal saat cuaca panas dan kering. Membiarkan rumput sedikit lebih panjang dapat menaungi tanah, memperlambat penguapan, dan membantu mempertahankan kelembapan.
Rumput yang sehat dengan akar kuat juga lebih mampu menyerap air dari lapisan tanah yang lebih dalam. Shelley Davis menyarankan agar rumput dibiarkan tumbuh sedikit lebih panjang menjelang gelombang panas untuk mengurangi stres dan kebutuhan air.
6. Perbaiki kondisi tanah agar mampu menyimpan air lebih lama

ilustrasi menyekop tanah (pexels.com/gretahoffman) Tanah yang sehat membantu mengurangi kebutuhan penyiraman saat cuaca panas. Menambahkan bahan organik yang telah terurai dapat membuat tanah lebih mampu menyerap dan menyimpan air, sehingga tanaman tetap mendapat kelembapan lebih lama saat periode kering.
Matt J. Adams, pendiri sekaligus kepala tukang kebun di The Relentless Gardener, dikutip dari Ideal Home, mengatakan tanah kaya bahan organik bekerja seperti spons. Selain menyimpan air lebih lama, kondisi ini membantu akar tumbuh lebih kuat dan dalam sehingga tanaman lebih tahan terhadap kekeringan.
“Salah satu cara paling efektif untuk membuat taman hemat air adalah berfokus memperbaiki tanah, bukan sekadar menambah penyiraman,” ujarnya.
Menghemat air saat cuaca panas bukan berarti mengurangi penyiraman secara asal, melainkan membuat setiap tetesnya lebih efektif lewat kebiasaan yang tepat. Mulai dari menampung air hujan, menjaga kesehatan tanah, hingga memilih tanaman tahan kering bisa membantu taman tetap sehat tanpa boros air.





















