Punya usaha kontrakan rumah atau kos-kosan memang cukup menjanjikan. Banyak orang membutuhkan tempat tinggal, tetapi belum bisa atau tidak ingin membeli dan menjadikannya milik pribadi. Tak sedikit orang yang merasa lebih pas menyewa rumah, bahkan sebuah kamar saja.
8 Ketidakberesan Penyewa, Harus Diwaspadai Pemilik Kontrakan

- Artikel menyoroti pentingnya kewaspadaan pemilik kontrakan terhadap penyewa yang menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, seperti enggan memberikan identitas atau bersikap terlalu tertutup.
- Ditekankan bahwa kebiasaan buruk, keterlambatan pembayaran, serta aktivitas mencurigakan di dalam rumah bisa menjadi indikasi masalah serius yang perlu segera ditindaklanjuti.
- Pemilik disarankan aktif memantau kondisi penyewa dan lingkungan kontrakannya agar terhindar dari risiko kriminal maupun kerugian bisnis.
Biaya per bulannya terasa lebih ringan daripada membayar DP rumah, apalagi membelinya secara cash. Ini menjadi peluang untukmu yang punya usaha properti. Akan tetapi, dirimu sebagai pemilik juga kudu punya rasa tanggung jawab dan kepekaan lebih.
Tak jarang terjadi berbagai peristiwa tragis di rumah kontrakan atau kamar kos. Seperti penganiayaan, penyekapan, prostitusi terselubung, sampai kematian tidak wajar. Repot apabila rumah atau kos-kosan milikmu menjadi tempat kejadian perkara. Bisa-bisa habis itu kurang laku. Tanda-tanda ketidakberesan penyewa berikut ini harus diwaspadai oleh pemilik kontrakan atau kos-kosan.
1. Tidak mau menunjukkan kartu identitas atau memberikan salinannya

Kamu memang bukan ketua RT di lingkungan tersebut. Namun, sebagai pemilik properti, tentu dirimu akan tetap dicari serta dimintai keterangan kalau sampai terjadi sesuatu terkait anak kos atau penyewa rumahmu. Maka dari itu, mengetahui identitas penyewa dalam dokumen resmi seperti KTP sangat penting.
Bila dirimu sudah meminta lebih dari sekali disertai penjelasan tujuannya, tetapi penyewa tetap berkelit, mending masa sewanya dipertimbangkan kembali. Daripada uang sewa yang diterima gak seberapa dibandingkan konsekuensinya di kemudian hari. Jangan memasukkan orang yang tak jelas identitasnya ke rumah kontrakan atau kos-kosanmu.
2. Sangat tertutup

Sangat tertutup di sini dapat berarti pintu dan jendelanya terkunci terus sekalipun ada orang di dalam. Sampai siang hari pun tirai ditutup rapat. Seakan-akan penghuni ketakutan sedikit saja aktivitas di dalam ketahuan orang.
Juga menunjuk pada sikap tidak mau bergaul dengan warga sekitar. Bahkan sekadar mengobrol sebentar pun gak. Bila ia ditanya sesuatu, jawabannya penuh misteri. Seperti pertanyaan seputar pekerjaan, sudah berkeluarga atau belum, daerah asal, dan pertanyaan umum lainnya sebagai bentuk perkenalan.
3. Punya kebiasaan buruk yang berbahaya

Menaruh handuk basah di kasur juga kebiasaan buruk karena bikin tempat tidur ikut basah. Akan tetapi, kebiasaan buruk yang dimaksud di sini lebih parah daripada itu. Misalnya, gemar mabuk-mabukan dan temperamental ke siapa pun. Kebiasaan negatif ini harus menjadi alarm keras untuk lebih diperhatikan dan diantisipasi.
4. Nunggak bayar berkali-kali

Tentu ada kalanya orang mengalami kesulitan finansial. Nunggak bayar kontrakan atau kos-kosan bukan hal baru. Namun, pasti ada masalah yang sangat serius kalau sampai uang sewa lebih sering tidak dibayarkan.
Bisnis propertimu gak jalan kalau begitu terus. Bukannya tidak punya rasa kasihan. Akan tetapi, penting untukmu memperjelas kapan dan bagaimana semua tunggakan itu dilunasi. Juga batas waktu terakhir pelunasan plus konsekuensinya kalau dia tetap tak mampu.
5. Aktivitas mencurigakan di dalam rumah atau kamar

Berbagai kasus besar dengan kos-kosan atau kontrakan sebagai TKP sering kali sudah didahului dengan sejumlah tanda mencurigakan. Misalnya, kasus penyekapan dan penganiayaan. Tetangga terdekat mungkin beberapa kali mendengar suara pukulan atau hantaman. Juga suara kesakitan.
Kalau penghuni rumah atau kamar kos sebenarnya 2 orang, misalnya, salah satunya tidak pernah keluar. Begitu pula kasus lain seperti pesta seks. Orang yang datang banyak sekali, tetapi seluruh pintu dan jendela ditutup rapat. Padahal, ukuran kamar atau rumah kontrakan kecil. Logikanya akan pengap meski pakai AC dan justru pintu serta jendela kudu dibuka.
6. Bau tidak sedap dari arah rumah atau kamar

Beberapa kali viral kasus penderita hoarding disorder. Perilaku khasnya ialah menumpuk sampah sampai banyak sekali dan dalam waktu lama di rumah atau kamar kosnya. Padahal, ia tidak bekerja sebagai pengepul sampah.
Lebih buruk lagi, penemuan jenazah di dalam rumah kontrakan atau kamar kos-kosan. Pokoknya, begitu ada bau menyengat dari rumah kontrakan atau kos-kosan milikmu, segera lakukan pemeriksaan. Apabila dirimu telah mendatangi dan tak juga dibukakan pintu, buka saja dengan kunci cadangan atau secara paksa. Jangan lupa membawa saksi atau petugas keamanan setempat.
7. Sering dicari orang yang gak jelas

Tentu setiap orang memiliki banyak urusan. Begitu pula orang yang mengontrak rumahmu atau indekos. Kamu gak mungkin mengenal semua temannya. Namun, kian sering orang tanpa identitas jelas mencarinya dan dia selalu menghilang, dirimu wajib waspada.
Sangat mungkin ada masalah serius di antara mereka dan penyewa rumah atau anak kosmu sengaja menghindari. Orang yang tidak bersalah seharusnya gak perlu setakut itu. Coba cari tahu keperluan orang-orang tersebut.
8. Mendadak tak terlihat

Selama rumah kontrakan sangat dekat dengan rumahmu atau kamu dan anak kos satu bangunan, tunjukkan kepedulianmu. Jangan selalu menganggap wajar ketika penyewa yang biasanya setiap hari masih terlihat beraktivitas mendadak gak tampak sama sekali.
Pintu dan jendela tertutup rapat. Bisa saja dia hanya sedang pergi cukup jauh seperti dinas ke luar kota atau mudik. Namun, dapat pula ternyata ia sakit keras di dalam, sudah meregang nyawa, atau kabur. Coba hubungi dia atau langsung ketuk pintunya guna memastikan keberadaan serta kondisinya.
Memiliki usaha rumah kontrakan atau kos-kosan di satu sisi memberikan kamu pendapatan. Di sisi lain, tanggung jawabmu bertambah. Walaupun penyewa sudah dewasa, relatif bisa menjaga diri sendiri, dan wajib mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya; kamu jangan terlalu cuek akan tanda-tanda ketidakberesan penyewa seperti penjelasan di atas.


















