ilustrasi perempuan melakukan demonstrasi (pexels.com/karola-g)
Dikutip dari Oxford English Dictionary, activism berkaitan dengan partisipasi atau keterlibatan aktif dalam suatu hal. Dalam penggunaan modern, istilah ini banyak digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan demi mendorong perubahan sosial, politik, atau isu tertentu yang dianggap penting. Bentuknya pun beragam, mulai dari demonstrasi, petisi, penggalangan dukungan, hingga kampanye melalui media sosial.
Menurut Brian Martin, profesor ilmu sosial dari University of Wollongong, aktivisme merupakan tindakan untuk memperjuangkan suatu tujuan yang melampaui hal-hal konvensional atau rutin. Definisi tersebut ditulis Martin dalam Activism, Social and Political yang dimuat dalam Encyclopedia of Activism and Social Justice (2007).
Aktivisme gak selalu berarti turun ke jalan atau melakukan demonstrasi. Di era media sosial, menyebarkan informasi, menggalang dukungan, mengajak orang menandatangani petisi, hingga mendorong tindakan tertentu juga bisa menjadi bagian dari upaya memperjuangkan sebuah isu.
Andrew Selepak, pengajar di Department of Telecommunication dan direktur program master daring spesialisasi Social Media di University of Florida, menekankan pentingnya menggunakan media sosial sebagai sarana mendorong perubahan. Menurutnya, media sosial sebaiknya gak hanya digunakan untuk mendapatkan perhatian.
“Media sosial adalah sarana, bukan tujuan. Membangun kesadaran adalah strategi, bukan tujuan akhir,” ujar Andrew.