Yayoi Kusuma. (instagram.com/davidzwirner)
Meski Yayoi Kusuma telah berpulang, namun pamerannya masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah pameran "Yayoi Kusama" di Museum Ludwig, Cologne, Jerman, yang menampilkan instalasi ikonik yang baru berakhir pada awal Agustus 2026 lalu. Ada pula pameran "KUSAMA's POP" yang digelar di Yayoi Kusama Museum yang dijadwalkan buka hingga 30 Agustus 2026 mendatang.
Yayoi Kusuma memang identik dengan karya-karya bergaya pop sejak 1960-an hingga 2000-an. Melalui mahakarya seninya, Yayoi Kusuma banyak mengangkat isu perlawanan dan kritik terhadap hal yang terjadi dalam lingkup sosial. Ia juga termasuk seniman yang terbuka akan kehidupan pribadinya, terutama saat berjuang melawan penyakit mental.
Perjalanan Yayoi Kusuma tak sepenuhnya mulus. Sang seniman tumbuh di keluarga yang penuh pertentangan terkait dengan keputusannya untuk mendalami bidang seni. Hal ini pula yang turut mendorong Yayoi Kusuma untuk meninggalkan Jepang dan pindah ke New York untuk mewujudkan cita-citanya. Pada tahun 1957, tepatnya di usia 27 tahun, Yayoi Kusuma menjadi perempuan Jepang pertama yang merantau demi mendalami karier seni.
Kehidupan di tanah rantau tak sepenuhnya berjalan mulus. Yayoi Kusuma mengaku New York yang memberinya neurosis atau gangguan mental ringan yang menyebabkan tertekan, cemas, atauemosi negatif yang membuatnya kesulitan membedakan kenyataan dengan baik. Maka Yayoi Kusuma memutuskan kembali ke Jepang pada 1977 dan secara sukarela tinggal di rumah sakit jiwa selama puluhan tahun.