unsplash/ Go to Masjid Pogung Dalangan's
Tawakal merupakan bagian dari iman. Maka, mereka yang bertawakal kepada Allah SWT dapat membuktikan keimanannya. Hal ini tercermin dalam QS. Al-Maidah (23), yang memiliki arti:
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." -QS. Al-Maidah (23)
Tawakal boleh dilakukan ketika kamu telah melalui tahap ikhtiar. Ini adalah fase di mana ada tuntutan usaha dan bekerja dengan sungguh-sungguh.
Setelah itu, kamu bisa menyerahkan hasil atau amal kerja kepada Allah. Apabila kamu meyakini dan memahami arti tawakal, maka tidak ada yang sia-sia atas segala amal yang dilakukan.
Sebab, beramal dengan bekerja sebaik-baiknya ialah kewajiban sebagai hamba, sementara hasil yang didapat sepenuhnya adalah dari Allah semata. Kamu yang bertawakal akan memperoleh ketenteraman batin dan tak ada kecurigaan, karena tahu Allah yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana atas apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Selanjutnya, Imam al-Ghazali mendefinisikan tawakal ialah menyandarkan kepada Allah SWT tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang, dan hati yang tenteram.