ilustrasi seorang wanita memakai media sosial (pexels.com/Charlotte May)
Salah satu tanda yang cukup menarik adalah ketika tidak membuka media sosial selama beberapa waktu justru membuatmu merasa gelisah. Ada keinginan untuk terus mengecek notifikasi, melihat apa yang sedang terjadi, atau memastikan tidak ada sesuatu yang terlewat. Perasaan FOMO (fear of missing out) seperti ini bisa membuat kita sulit benar-benar beristirahat dari layar.
Padahal, tidak semua hal perlu diketahui saat itu juga. Sebagian besar informasi masih bisa ditemukan nanti ketika kamu kembali membuka media sosial. Cobalah memberikan diri sendiri beberapa jam tanpa aplikasi dan gunakan waktu tersebut untuk melakukan sesuatu yang benar-benar membuatmu hadir di kehidupan nyata.
Mengambil jeda dari media sosial bukan berarti harus menjauh selamanya. Justru, digital detox sederhana bisa dimulai dari langkah kecil seperti tidak membuka aplikasi saat bangun tidur, mengurangi scrolling sebelum tidur, atau menyediakan beberapa jam bebas media sosial setiap hari.
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa lama kita menggunakan media sosial, tetapi juga bagaimana perasaan kita setelah menggunakannya. Kalau media sosial mulai membuat pikiran terasa penuh, sulit fokus, atau terus membandingkan diri dengan orang lain, mungkin tubuh dan pikiran sedang memberi sinyal bahwa sudah waktunya mengambil jeda.