Membaca buku biasanya dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bisa dilakukan sesuai keinginan masing-masing. Namun, sejak semakin banyak orang membagikan aktivitas membaca di media sosial, muncul kebiasaan baru yang cukup menarik untuk diperhatikan. Buku bukan lagi sekadar sesuatu yang dibaca, tetapi juga menjadi bagian dari konten yang menunjukkan minat, kebiasaan, bahkan pencapaian seseorang.
Di satu sisi, tren ini membuat dunia literasi terasa lebih ramai dan mudah diakses. Namun, ada juga orang yang mulai merasa harus membaca lebih banyak buku agar tidak tertinggal dari orang lain. Lantas, kenapa kegiatan yang seharusnya bisa dinikmati dengan santai justru berubah menjadi semacam kompetisi di media sosial?
