Kenapa Kita Sering Menaruh Barang di Tempat yang Gak Biasa?

- Barang sering tersimpan di lokasi tak biasa ketika perhatian terbagi oleh chat, pekerjaan, atau distraksi lain, sehingga letaknya tidak tercatat kuat dalam ingatan.
- Menyimpan benda di tempat yang dianggap spesial atau unik belum tentu memudahkan pencarian; lokasi biasa dan jelas justru menjadi petunjuk ingatan yang lebih kuat.
- Aktivitas rutin yang dilakukan secara otomatis sambil memikirkan hal lain dapat membuat orang lupa kapan dan di mana terakhir meletakkan barang.
Pernah gak kamu lagi mencari HP di rumah, lalu menemukannya di tempat yang sama sekali gak terpikir sebelumnya? Barang seperti kunci, dompet, kacamata, sampai remote TV juga sering tiba-tiba berpindah ke tempat yang gak biasa. Terkadang kita bahkan merasa yakin sudah menaruhnya di tempat tertentu, tetapi ternyata benda itu justru ada di meja makan atau dekat wastafel.
Hal seperti ini bisa terjadi karena kita gak selalu benar-benar memperhatikan barang yang kita letakkan. Kebiasaan tersebut bisa muncul ketika perhatian sedang terbagi dengan hal lain. Saat pikiran sibuk, kita bisa tanpa sadar menaruh barang begitu saja.
Ada kalanya kita sengaja memilih tempat untuk menyimpan barang yang menurut kita akan mudah diingat, tetapi justru sulit saat mencarinya. Fenomena sehari-hari ini ternyata berkaitan dengan cara perhatian dan ingatan kita bekerja. Bukan selalu karena kita ceroboh, ternyata ada alasan kenapa barang bisa berakhir di tempat yang gak biasa.
1. Pikiran lagi sibuk saat menaruh barang

Ilustrasi meletakkan barang (freepik.com/freepik) Coba ingat kapan terakhir kali menaruh HP sambil membalas chat, membuka laptop, atau memikirkan pekerjaan. Kita mungkin merasa sudah memperhatikan gerakannya, padahal perhatian kita sebenarnya sedang terbagi ke beberapa hal sekaligus. Akibatnya, otak gak mengingat informasi yang cukup kuat tentang letak benda tersebut disimpan.
Profesor Psikologi di Western Washington University, Ira E. Hyman Jr., Ph.D., dalam Psychology Today menjelaskan psikologi kognitif menawarkan dua alasan berbeda mengapa kita terkadang kehilangan barang. Pertama, kita tidak selalu benar-benar memperhatikan apa yang sedang kita lakukan. Saat masuk ke rumah, misalnya, pikiran saya bisa saja sedang sibuk memikirkan masalah keluarga atau pekerjaan.
Di lain waktu, perhatian saya langsung teralihkan oleh sesuatu yang terjadi di rumah. Ketika terdistraksi, saya mungkin tidak menyadari di mana saya meletakkan kunci mobil atau bahkan lupa bahwa kunci itu saya tinggalkan di saku jaket.
Jadi ketika kamu sibuk mencari barang, masalahnya bukan selalu karena kita lupa setelah menyimpan benda tersebut. Tetapi, kita terdistraksi dengan hal lain sehingga sejak awal letak barang yang kita taruh itu memang gak tercatat dengan baik dalam ingatan kita.
2. Tempat yang “spesial” malah bikin barang susah dicari

ilustrasi menyimpan barang berharga ke dalam brankas (pexels.com Cottonbro Studio) Ada juga situasi ketika kita sengaja menyimpan barang di tempat yang berbeda supaya lebih mudah diingat. Misalnya, dokumen penting dimasukkan ke laci yang jarang dibuka karena merasa, “Kalau ditaruh di sini pasti aman dan gak bakal lupa”. Masalahnya, beberapa hari kemudian kita justru lupa dengan ide tersebut.
Dalam Psychology Today, psikolog Ira E. Hyman Jr., Ph.D. merujuk penelitian Gene Winograd dan Robert Soloway tentang kebiasaan menyimpan barang di tempat yang tidak biasa. Ia menjelaskan Winograd dan Soloway menemukan bahwa orang menaruh barang di tempat yang tidak biasa karena mengira lokasi tersebut akan lebih mudah diingat. Sayangnya, meski tempatnya mungkin terasa memorable, lokasi itu justru tidak menjadi petunjuk yang kuat untuk mengingat di mana barang tersebut berada.
Sebaliknya, benda justru lebih mudah ditemukan ketika berada di tempat yang biasa dan jelas. Jadi, tempat yang terasa unik memang mungkin terlihat lebih memorable saat pertama kali dipilih, tetapi belum tentu menjadi petunjuk yang mudah diingat kembali oleh ingatan.
3. Kita terbiasa menaruh barang sambil melakukan hal lain

Ilustrasi seseorang mengerjakan banyak hal sekaligus (pexels.com/Polina Tankilevitch) Kebiasaan menaruh barang sembarangan juga bisa muncul karena aktivitas sehari-hari dilakukan secara otomatis tanpa kita sadari. Kita berjalan ke kamar sambil membawa HP, lalu berhenti untuk mengambil minum dan tanpa sadar meletakkan HP di dekat dispenser. Beberapa menit kemudian, kita sudah lupa karena perhatian berpindah ke aktivitas yang lainnya.
Susan Krauss Whitbourne, Ph.D., ABPP., profesor emerita bidang Ilmu Psikologi dan Otak di University of Massachusetts Amherst, dalam Psychology Today menjelaskan bahwa kebanyakan orang menjalani aktivitas sehari-hari tanpa benar-benar memikirkannya, sementara pikiran mereka sering sibuk dengan beberapa hal sekaligus. Sampai batas tertentu, kita semua melakukan banyak hal secara bersamaan, sehingga bagian otak yang menjalankan aktivitas rutin tidak selalu terhubung dengan bagian otak yang bertanggung jawab atas pikiran sadar.
Akibatnya, ketika memarkir mobil, misalnya, kamu mungkin lebih sibuk memikirkan betapa terburu-burunya ingin menyelesaikan belanja daripada mengingat di baris mana mobil tadi ditinggalkan. Itu sebabnya lokasi barang yang aneh sebenarnya bisa terasa masuk akal kalau kita mengingat kembali urutan aktivitas yang kita lakukan sebelumnya. Barang tersebut mungkin bukan benar-benar “hilang”, hanya saja kita gak sadar kapan dan di mana terakhir kali meletakkannya.
Kalau kamu sering menaruh sesuatu di tempat yang gak biasa, mungkin itu bukan karena kamu pelupa, tetapi karena perhatianmu lagi terbagi. Jadi, saat kunci atau HP mendadak gak kelihatan, coba ingat lagi apa yang kamu lakukan sebelumnya. Bisa jadi benda itu sebenarnya ada di tempat yang cukup dekat, hanya saja kamu gak menyangka bakal menemukannya di sana.





















