Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menulis di IDN Times Community Jadi Cara Natalia Indah Menemukan Kembali Dirinya

Menulis di IDN Times Community Jadi Cara Natalia Indah Menemukan Kembali Dirinya
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)
Intinya Sih
  • Natalia Indah Kartikaningrum, penulis asal Bali, terpilih sebagai Community Writer of the Month IDN Times setelah tiga tahun konsisten menulis artikel bertema food dan travel yang ringan serta informatif.
  • Melalui IDN Times Community, Nat menemukan kembali semangat menulisnya, belajar dari proses revisi dan riset mendalam, serta menjadikan pengalaman pribadi sebagai inspirasi utama dalam setiap tulisannya.
  • Bagi Nat, menulis bukan sekadar mengejar views atau pendapatan, tetapi menjadi cara untuk memahami diri, menenangkan pikiran, dan membagikan cerita yang hangat serta jujur kepada pembaca.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tepat di anniversary ketiganya bareng IDN Times Community pada bulan Mei ini, Natalia Indah Kartikaningrum, seorang community writer dari Bali berhasil terpilih sebagai Community Writer of the Month (CWOTM). Momen ini jadi pencapaian spesial sekaligus hadiah manis atas konsistensi dan perkembangannya sebagai penulis selama menjadi bagian dari komunitas menulis IDN Times ini.

Selama tiga tahun terakhir, Natalia dikenal aktif membagikan tulisan-tulisan yang relatable dan informatif untuk pembaca IDN Times. Buat Natalia atau yang akrab dipanggil Nat, menulis bukan cuma soal hobi, tapi juga cara untuk mengekspresikan diri sambil berbagi cerita.

1. Menulis, kopi, dan Bali: rutinitas sederhana yang kembali bikin Nat terinspirasi

Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Bagi Nat, menulis sudah jadi bagian dari kesehariannya. Perempuan berusia 37 tahun yang tinggal di Denpasar ini aktif menulis topik food dan travel di IDN Times Community. Hari-harinya dimulai dengan ritual sederhana yang bikin mood bagus, yaitu bikin kopi lalu jalan pagi bareng anjing-anjing kesayangannya. Setelah melakukan ritual tersebut dan urusan rumah selesai, Nat biasanya langsung buka laptop untuk mencari inspirasi tulisan, ngobrol dengan editor untuk sharing bahan tulisan, sampai akhirnya tenggelam mengetik artikel untuk dikirim ke IDN Times Community.

Tinggal di Bali jadi keuntungan tersendiri buat Nat dalam mencari inspirasi. Saat lagi penat atau butuh recharge, ia tinggal “kabur” sebentar ke pantai atau menikmati suasana alam yang gak jauh dari tempat tinggalnya. Gak jarang juga, kegiatan jalan-jalan yang ia lakukan berubah jadi momen munculnya ide tulisan baru. Buat Nat, menulis dan traveling memang jadi kombinasi yang sulit dipisahkan.

Di balik gaya tulisannya yang ringan dan relatable, ternyata Nat punya latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi dengan jurusan Jurnalistik. Sebelum bergabung di IDN Times Community, ia juga pernah bekerja di media dan menulis berita ekonomi harian. Namun, setelah cukup lama berkutat dengan straight news dan hard news, Nat sempat merasa lelah hingga akhirnya berhenti menulis untuk beberapa waktu. 

Bergabung di IDN Times Community menjadi titik balik untuknya kembali menemukan passion menulis. Kali ini lewat feature dan soft news yang lebih santai, personal, dan dekat dengan hal-hal yang ia sukai.


2. Cerita perjalanan Nat bertumbuh bersama IDN Times Community

Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Nat mulai bergabung dengan IDN Times Community pada Mei 2023. Awalnya, ia mengenal platform ini dari teman-temannya yang bekerja di dunia media. Dari obrolan santai itulah, Nat mulai penasaran dengan IDN Times Community. Kesempatan mengenal IDN Times Community secara mendalam kemudian datang saat ia dikenalkan dan diajak bergabung oleh Irma, editor IDN Times Bali.

Seiring berjalannya waktu, Nat juga dipertemukan dengan editor  IDN Times Community yang memegang kanal food dan travel, tema yang ternyata sangat dekat dengan kesehariannya. Buat Nat, pertemuan itu terasa seperti menemukan circle yang tepat karena ia bertemu orang-orang dengan passion serupa, saling berbagi insight, sekaligus belajar bersama. Dengan gaya bercanda, Nat bahkan mengatakan siapa tahu suatu hari nanti dirinya bisa “naik jabatan” jadi penulis tetap food dan travel.

Perjalanan menulis Nat bersama IDN Times Community dimulai lewat artikel pertamanya yang berjudul “Menyambut Mentari di Danau Tamblingan, Rela Berangkat Pagi”. Tulisan tersebut lahir dari pengalaman pribadi saat mengunjungi Danau Tamblingan, sebuah destinasi alam di Bali sebelah utara yang menurutnya masih belum terlalu ramai, tetapi punya keindahan yang luar biasa. 

Dari artikel pertama itu, Nat mulai menyadari bahwa pengalaman sederhana selama traveling ternyata bisa diolah menjadi cerita yang menarik dan bermanfaat bagi banyak orang. Sejak saat itu, sebagian besar tulisannya pun berasal dari pengalaman nyata yang ia alami sendiri, mulai dari menjelajahi destinasi wisata, mencoba tempat makan baru, hingga menemukan hidden gem. Buat Nat, menulis artikel food dan travel bukan sekadar soal membuat pembaca ingin liburan, tetapi bagaimana ia bisa membagikan pengalamannya secara jujur dan terasa dekat seperti sedang ngobrol dengan teman sendiri.


Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Meski sering dianggap punya “pekerjaan impian” karena bisa jalan-jalan dan kulineran, Nat mengaku sebenarnya gak sesantai itu. Di setiap perjalanan, selalu ada rasa tanggung jawab untuk mencari sudut cerita yang menarik dan layak dibagikan ke pembaca.

Pengalaman sebagai jurnalis hard news sebelumnya juga membentuk cara berpikirnya dalam menulis. Buat Nat, artikel travel dan food tetap harus punya nilai informasi yang kuat, bukan sekadar memamerkan tempat estetik atau makanan viral. Karena itu, ia selalu berusaha memastikan tulisannya relevan, informatif, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Bahkan ketika mendapat topik yang belum pernah ia kunjungi, Nat akan melakukan riset mendalam atau bertanya langsung kepada orang-orang yang sudah pernah datang ke tempat tersebut.

Selama menjadi bagian dari IDN Times Community, perjalanan menulis Nat tentu gak selalu mulus. Revisi artikel berkali-kali, ditegur editor, sampai mengalami writer’s block jadi hal yang pernah ia alami. Namun, semua proses itu justru membuatnya berkembang sebagai penulis. Saat kehabisan ide, Nat biasanya akan kembali mencari inspirasi dari perjalanan kecil, membaca tulisan lain, atau bahkan “mengganggu” editor untuk meminta topik baru. Menariknya lagi, selama aktif di Community, Nat juga beberapa kali mendapat kesempatan liputan langsung dari berbagai undangan, yang memberinya pengalaman baru sekaligus memperluas relasi. 

Meski kini berhasil menjadi CWOTM, Nat mengaku dirinya sebenarnya tidak terlalu fokus mengejar views atau artikel viral. Baginya, tujuan utama menulis tetap sederhana yaitu berbagi cerita dan pengalaman yang mungkin bisa membantu atau menginspirasi orang lain. Karena itulah, hingga sekarang IDN Times Community masih menjadi ruang nyaman bagi Nat untuk terus menulis dan berkembang.


3. Bagi Nat, menulis bukan sekadar mengejar angka views

Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Meski sudah aktif menulis cukup lama di IDN Times Community, Nat ternyata mengaku bukan tipe writer yang rutin mengecek angka views setiap artikelnya. Bahkan saat ditanya soal artikel dengan performa tertinggi, ia sempat bingung mengingatnya satu per satu.

Namun, ada beberapa tulisan yang menurutnya cukup menarik perhatian pembaca dan berhasil mendapatkan respons yang bagus. Mulai dari artikel travel seperti “Mengejar Sunset Pantai Impossible di Bali, Bikin Jatuh Cinta”, “Kenapa Raja Ampat Jadi Destinasi Wisata Impian? Ini 5 Alasannya”, hingga rekomendasi staycation seperti “5 Rekomendasi Glamping di Bedugul dengan Nuansa Alam Memukau”. 

Gaya menulis Nat yang ringan, informatif, dan terasa personal membuat pembaca seolah ikut merasakan pengalaman yang ia ceritakan di dalam artikel.

Bukan cuma soal traveling, artikel kuliner yang ditulis Nat juga cukup sering mencuri perhatian. Salah satu yang menarik adalah artikel tentang wine lokal Bali yang bisa jadi oleh-oleh. Ada juga tulisan tentang hidden gem sourdough di Bali sampai pembahasan mengenai masakan peranakan yang mengangkat perpaduan budaya Tionghoa dan lokal lewat kuliner. 

Dari topik-topik tersebut, terlihat kalau Nat memang suka mengeksplorasi hal-hal yang dekat dengan kesehariannya, lalu mengubahnya menjadi artikel yang gak cuma enak dibaca, tapi juga menambah wawasan. Menariknya lagi, Nat juga sering membahas sisi lain Bali yang jarang dibicarakan orang, sehingga pembaca bisa menemukan perspektif baru mengenai Bali, selain sebagai destinasi wisata yang sudah terlalu populer.


Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Di balik konsistensinya dalam menulis, Nat juga mengakui kalau IDN Times Community cukup membantunya secara finansial. Walaupun ia sendiri mengaku gak pernah benar-benar menghitung total pendapatan yang sudah diperoleh dari menulis, Nat memastikan jumlahnya sudah mencapai jutaan rupiah. 

Biasanya, ia punya target pribadi untuk menulis demi memenuhi penukaran poin setiap minggu. Buat Nat, hal tersebut menjadi salah satu motivasi tambahan untuk tetap produktif membuat artikel di tengah aktivitas sehari-harinya. 

Di sela-sela wawancara online, Nat juga sempat mengungkapkan rasa “sedih” karena poin dari IDN Times Community mulai dikurangi. Ia berharap semoga ke depannya poin tersebut tidak mengalami penurunan lagi. 


4. Lewat menulis Nat belajar untuk menenangkan diri dan bertumbuh

Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Bagi Nat, menjadi anak muda di era sekarang memang punya tantangan yang gak mudah. Menurutnya, tekanan terbesar ada di bidang karier yang kemudian berefek ke kondisi finansial hingga kesehatan mental. Nat berpendapat bahwa persaingan kerja terasa semakin ketat, semuanya berjalan super cepat, dan perkembangan teknologi seperti AI juga mulai membuat banyak orang merasa khawatir posisinya tergantikan. Kondisi tersebut tanpa sadar membuat banyak anak muda takut tertinggal, merasa harus selalu produktif, atau terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial. 

Padahal menurut Nat, setiap orang sebenarnya punya kemampuan, proses, dan kepribadian yang berbeda-beda sehingga gak perlu memaksakan diri untuk selalu mengikuti standar hidup orang lain.

Nat sendiri mengaku pernah ada di fase merasa tertinggal dan terlalu memaksakan diri untuk bergerak cepat. Sebagai penulis, ia pernah mencoba mengejar semuanya sekaligus, mulai dari menulis lebih cepat hingga terus produktif tanpa jeda. Namun lama-kelamaan, ia merasa kehilangan “feeling” dalam menulis dan justru jadi gak nyaman dengan proses yang dijalani. Dari situ, Nat mulai belajar untuk mengenali ritme dirinya sendiri dan perlahan menata ulang cara bekerja maupun menjalani hidup. Ia memilih kembali melakukan hal-hal yang benar-benar disukai, menikmati prosesnya, dan fokus pada hasil yang bisa membuat dirinya merasa puas secara personal, bukan sekadar terlihat produktif di mata orang lain.

Buat Nat, menulis menjadi salah satu cara paling efektif untuk memahami sekaligus menenangkan dirinya sendiri. Ia mengaku bukan tipe orang yang mudah bercerita atau mengungkapkan isi hati secara langsung kepada orang lain. Karena itu, menulis menjadi ruang pelarian sekaligus tempat untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikirannya. Dari proses tersebut, Nat merasa bisa lebih jujur dengan dirinya sendiri dan menemukan kembali alasan kenapa ia menyukai dunia kepenulisan sejak awal.

Menurutnya, menulis bukan sekadar pekerjaan instan yang selesai dalam hitungan jam lalu dilupakan begitu saja. Ada proses dan perasaan yang ikut dituangkan di dalam setiap tulisan. Itulah kenapa Nat selalu berusaha membuat artikel yang tidak hanya informatif, tetapi juga punya kesan hangat dan dekat dengan pembaca. Baginya, tulisan yang dibuat dengan tulus akan selalu punya tempat tersendiri bagi orang yang membacanya, bahkan bisa menjadi kenangan baik untuk diri sendiri maupun orang lain di kemudian hari.


5. Tulisan yang menyentuh lahir dari penerimaan diri yang utuh

Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum (dok.pribadi/Natalia Indah Kartikaningrum)

Sebagai penutup, Nat membagikan sebuah pesan sederhana yang ternyata sangat membekas untuk dirinya sendiri. Ia pernah menemukan kutipan di Instagram yang berbunyi, “I hope you find yourself again, the sparkle in your eyes, and the smile you once lost.” 

Bagi sebagian orang, kalimat itu mungkin terdengar biasa saja. Namun buat Nat, tulisan tersebut merupakan pengingat bahwa di tengah lelahnya menjalani hidup, ia pernah kehilangan semangat dan senyum dalam dirinya sendiri. Hingga akhirnya, semua itu perlahan kembali saat ia mulai menulis lagi dan menemukan ruang nyaman untuk menjadi dirinya sendiri.

Nat percaya kalau setiap orang berhak beristirahat sejenak ketika merasa lelah dengan hidup. Gak harus selalu kuat, gak harus terus berjalan cepat mengikuti dunia yang terasa semakin sibuk setiap harinya. Menurutnya, mengambil jeda bukan berarti menyerah, melainkan memberi waktu untuk memeluk diri sendiri dan kembali melakukan hal-hal yang benar-benar disukai. Dari proses itulah, seseorang bisa perlahan menemukan kembali dirinya, belajar mencintai dirinya sendiri, lalu melangkah lagi dengan hati yang lebih tenang, mata yang kembali berbinar, dan senyum yang terasa lebih tulus.

Hal yang sama juga ia rasakan dalam proses menulis. Ada masa ketika ide terasa buntu, energi habis, dan semuanya terasa melelahkan. Namun dibanding memaksakan diri terus produktif, Nat memilih untuk berhenti sejenak dan mengisi ulang perasaannya lewat hal-hal kecil yang membahagiakan. Baginya, tulisan yang baik bukan hanya soal cepat selesai atau ramai dibaca, tetapi tulisan yang dibuat dengan hati dan emosi yang jujur. Mungkin hal itu pula yang membuat setiap tulisan Nat terasa hangat, personal, dan dekat dengan pembaca. 


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More