Ilustrasi perempuan bahagia (pexels.com/Rebeca Medeiros)
Meromantiskan hidup seseorang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Paling sering, meromantisasi hidup berarti memiliki pola pikir bersyukur, melakukan aktivitas yang membuat kamu tersenyum atau menginspirasi, bersemangat, dan dikelilingi oleh orang-orang yang membawa kegembiraan dan mengeluarkan versi terbaik dari diri.
Ini bisa termasuk ritual sehari-hari seperti membuat gratitude journal, meluangkan waktu untuk diri sendiri, memanjakan diri dengan mandi mewah, melepaskan diri dari perangkat elektronik, dan banyak lagi. Ini termasuk manifestasi, yang juga memainkan peran penting dalam meromantiskan hidup seseorang.
"Manifestasi sangat membantu kita ketika kita memiliki dorongan untuk mencapai sesuatu dan tingkat pencarian kita begitu kuat sehingga alam semesta mewujudkannya. Meditasi dan manifestasi membantu dalam romantisme, tetapi pendekatan hidup seperti ini juga didorong oleh sikap harga diri intrinsik, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menanamkan makna ke dalam hal-hal biasa dan mengangkatnya," jelas Dr. Aparna Santhanam, seorang life coach dan dan penulis buku, dikutip dari laman Harpers Bazaar.
Meromantisasi hidup bukanlah tentang apa yang orang lain pikirkan atau bagaimana kamu membayangkan hidupmu. Ini mengacu pada rasa keseimbangan dan rasa 'keberadaan' murni dalam segala hal yang kamu kejar. Keaslian alias bersikap jujur pada diri sendiri sangat penting, karena hal tersebut memiliki kekuatan untuk membuat segalanya menjadi ajaib.