Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenali Metode Decision Making, Bantu Menentukan Pilihan!
ilustrasi cepat dalam mengambil keputusan (freepik.com/pch.vector)
  • Pengambilan keputusan penting karena memengaruhi langkah berikutnya; memahami metodenya membantu menentukan pilihan lebih terarah saat menghadapi keraguan atau informasi terbatas.
  • Metode komando menyerahkan keputusan kepada pihak berwenang, sedangkan konsultasi mengandalkan saran dan perspektif orang berpengalaman sebelum pilihan ditetapkan.
  • Voting efisien untuk memilih di antara beberapa opsi dalam kelompok, sementara konsensus cocok bagi masalah kompleks atau berisiko tinggi yang membutuhkan dukungan semua pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam hidup, setiap orang akan menghadapi berbagai situasi dan kondisi, baik yang sudah terduga maupun tidak terduga. Pada situasi tertentu, seseorang perlu melakukan pengambilan keputusan atau decision making untuk menentukan langkah yang akan dilakukan selanjutnya. Hal ini menjadi penting karena keputusan yang diambil dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan.

Namun, mengambil keputusan tidak selalu mudah. Ada kalanya kita merasa bingung, ragu, atau bahkan takut memilih langkah yang salah. Padahal, keputusan yang diambil akan menentukan tindakan selanjutnya.

Oleh karena itu, memahami metode pengambilan keputusan dapat membantu kamu menentukan pilihan dengan lebih terarah sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi. Lantas, metode apa saja yang bisa digunakan untuk membantu menentukan keputusan? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Metode komando

ilustrasi sedang mengambil keputusan (pexels.com/Kindel Media)

Metode komando merupakan cara mengambil keputusan dengan menyerahkan pilihan kepada orang lain yang memiliki wewenang atau dianggap lebih mampu menentukan keputusan. Dalam situasi tertentu, kamu mungkin tidak memiliki informasi yang cukup atau memang tidak berada dalam posisi untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu, mengikuti arahan dari pihak yang memiliki tanggung jawab atau kewenangan dapat menjadi pilihan yang tepat.

Kerry Patterson, dkk., dalam bukunya yang berjudul "Crucial Conversations: Tools for Talking When Stakes Are High", dikutip dari Source of Insight, menjelaskan, "Keputusan dapat dibuat tanpa keterlibatan seseorang. Hal tersebut dapat terjadi ketika adanya kekuatan eksternal yang menentukan pilihan atau ketika seseorang menyerahkan keputusan kepada orang lain dan kemudian mengikuti arahan mereka".

Namun, bukan berarti kamu harus selalu menyerahkan keputusan kepada orang lain. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan situasi dan tanggung jawab yang dimiliki.

2. Metode konsultasi

Ilustrasi meminta pendapat (freepik.com/freepik)

Konsultasi merupakan proses pengambilan keputusan dengan melibatkan orang lain untuk memberikan saran atau sudut pandang sebelum menentukan pilihan. Kamu dapat berkonsultasi dengan orang yang memiliki pengalaman, keahlian, atau pemahaman terhadap situasi yang sedang dihadapi.

"Konsultasi dapat menjadi cara yang efisien untuk mendapatkan ide dan dukungan tanpa memperlambat proses pengambilan keputusan," imbuh Kerry.

Melalui metode ini, kamu bisa mendapatkan perspektif baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan. Masukan dari orang lain dapat membantu memperluas sudut pandang, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih matang dan sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.

3. Metode memilih atau voting

Ilustrasi voting (pexels.com/Edmond Dantes)

Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan dengan metode memilih atau voting, terutama ketika keputusan melibatkan banyak orang. Dalam metode ini, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pilihannya, kemudian keputusan ditentukan berdasarkan hasil pemungutan suara. Cara ini dapat membantu kelompok menentukan satu pilihan ketika terdapat beberapa alternatif yang sama-sama dianggap baik.

"Pemungutan suara tepat dilakukan ketika kamu memiliki sejumlah pilihan yang baik, dan ingin memutuskan dengan cara yang paling efisien," ucap Carrie Cabral, penulis kreatif, dilansir Shortform.

Namun, metode voting lebih tepat digunakan ketika kelompok membutuhkan cara yang efisien untuk menentukan pilihan, bukan ketika seluruh pihak harus benar-benar menyepakati keputusan tersebut. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi dan tujuan kelompok sebelum menggunakan metode ini.

4. Metode konsensus

ilustrasi diskusi rekan kerja (pexels.com/Gustavo Fring)

Metode konsensus menitikberatkan pada diskusi yang melibatkan banyak orang hingga mereka dapat menyetujui satu keputusan bersama. Setiap pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mempertimbangkan pandangan orang lain sebelum mencapai kesepakatan. Dengan begitu, keputusan yang dihasilkan diharapkan bisa diterima dan didukung oleh pihak-pihak yang terlibat.

Dilansir Source of Insight, metode ini sebaiknya digunakan untuk masalah yang berisiko tinggi dan kompleks atau situasi ketika semua pihak memang perlu mendukung pilihan akhir. Karena melibatkan banyak pertimbangan, proses konsensus membutuhkan waktu dan dedikasi yang lebih besar dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya.

Setiap metode dalam pengambilan keputusan atau decision making memiliki peran dan cara penerapan yang berbeda. Jadi, pilihlah metode yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi agar keputusan yang diambil dapat menjadi langkah terbaik untuk ke depannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article