Jika diperhatikan, pengguna media sosial yang masih aktif mengunggah status didominasi oleh generasi milenial. Sementara generasi Z malah sebaliknya. Mereka terkesan sangat misterius.
Tanpa foto profil, nama akun gak jelas, dan unggahan 0. Kalaupun ada postingan, cuma bayangannya di pasir pantai, fotonya yang membelakangi kamera, dan sebagainya. Jumlahnya sedikit serta seakan-akan sengaja diunggah untuk memperkuat kesan misteriusnya.
Buat Gen Z, kegemaran milenial mengunggah apa pun terkait keseharian, pemikiran, sampai repost berita mungkin terasa berlebihan. Mereka seperti caper, haus validasi, dan berisik sendiri. Akan tetapi, sebetulnya milenial lebih suka upload status daripada Gen Z ada penyebabnya secara sadar maupun tidak sadar. Berikut ini alasan di balik tindakan tersebut.
