Novel Intan Paramaditha Jadi Finalis National Book Award Amerika

Night of a Thousand Hells karya Intan Paramaditha masuk lima finalis National Book Award 2026 kategori Sastra Terjemahan.
Pencapaian ini menjadi kali pertama karya terjemahan dari bahasa Indonesia masuk nominasi penghargaan tersebut.
Pemenang akan diumumkan pada 18 November 2026 setelah pembacaan finalis di New York.
Kabar membanggakan datang dari dunia sastra Indonesia. National Book Foundation mengumumkan Night of a Thousand Hells karya Intan Paramaditha sebagai salah satu dari lima finalis National Book Award 2026 untuk kategori Sastra Terjemahan (Translated Literature). Pengumuman yang berlangsung pada Selasa (6/10/2026) ini, bertepatan dengan hari terbit novel tersebut di Amerika Serikat.
Menurut National Book Foundation, ini pertama kalinya karya terjemahan dari bahasa Indonesia masuk dalam nominasi penghargaan tersebut. Pencapaian ini menandai sejarah baru bagi sastra Indonesia di panggung internasional. Yuk, simak lebih lengkap soal pencapaian novel ini, ceritanya, dan sosok penulis di baliknya!
1. Sejarah dan pencapaian baru bagi sastra Indonesia

Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha (dok. Gramedia Pustaka Utama/Malam Seribu Jahanam ) Night of a Thousand Hells dipilih sebagai satu dari lima finalis dari 159 buku yang didaftarkan penerbit di kategori Sastra Terjemahan. Sebelumnya, daftar panjang berisi sepuluh judul sudah diumumkan pada 15 September. Novel ini bersaing dengan empat finalis lain, yaitu The School of Night karya Karl Ove Knausgaard (Norwegia), Centroeuropa karya Vicente Luis Mora (Spanyol), Pure Men karya Mohamed Mbougar Sarr (Senegal), dan Your Presence Is a Danger to Your Life: Voices of Survival and Witness in Gaza karya Samar Yazbek (Suriah).
Kategori ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Christopher Merrill (ketua), Shelley Fairweather-Vega, Javier García del Moral, John Keene, dan Azareen Van der Vliet Oloomi. Para finalis akan membacakan karya mereka dalam National Book Awards Finalist Reading pada 17 November 2026 di NYU Skirball, New York. Pemenangnya akan diumumkan sehari setelahnya, yakni 18 November 2026. Kedua acaranya disiarkan langsung secara daring.
2. Night of a Thousand Hells novel tentang apa?

Cover buku “Malam Seribu Jahanam” (foto via Gramedia) Novel ini pertama kali terbit dengan judul Malam Seribu Jahanam oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2023. Versi bahasa Inggrisnya diterjemahkan oleh Stephen J. Epstein dan Tiffany Tsao, lalu diterbitkan oleh Europa Editions. Menurut National Book Foundation, novel ini merupakan telaah atas mobilitas sosial, migrasi, dan persaudaraan perempuan.
Ceritanya memadukan cerita rakyat Indonesia dengan tradisi penceritaan Islam, dengan latar Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Alurnya bergerak di antara kisah keluarga, horor, agama, politik kelas, hingga persoalan kerja perawatan. Di Inggris, novel ini bahkan dipilih The Independent sebagai Novel of the Month untuk Oktober 2026. Edisi Inggris Raya terbit pada 8 Oktober 2026, sementara edisi Australia dan Selandia Baru (Scribe) menyusul pada 2 Februari 2027.
3. Perjalanan Intan Paramaditha

Peluncuran Buku Intan Paramaditha bersama Gramedia berjudul Malam Seribu Jahanam pada Sabtu (8/7/2023) di Cemara 6 Galeri, Menteng. (IDN Times/Nisa Zarawaki) Intan Paramaditha adalah penulis Indonesia yang saat ini menjadi Harvard Radcliffe Fellow (Walter Jackson Bate Fellow in Fiction and Poetry 2026 to 2027). Saat finalis diumumkan, ia sedang berada di Amerika Serikat sebagai peraih fellowship bergengsi dari Harvard University tersebut. Ia meraih gelar doktor dari New York University, mengajar Kajian Media dan Film di Macquarie University, Sydney, dan menjadi salah satu pendiri kolektif feminis Sekolah Pemikiran Perempuan.
Sebelumnya, kumpulan cerpennya yang berjudul Sihir Perempuan, terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Apple and Knife dan masuk dalam seri Weird Girls dari Vintage Classics. Novel lain yang berjudul Gentayangan (The Wandering) meraih penghargaan Karya Sastra Prosa Terbaik Tempo 2017 dan English PEN Translates Award, serta masuk daftar panjang Stella Prize. Kini Intan sedang menjalani tur buku di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, termasuk di Wimbledon BookFest, London Literature Festival di Southbank Centre, dan Toronto International Festival of Authors. Novelnya juga sudah terbit dalam bahasa Italia, dengan hak terjemahan yang telah terjual ke Prancis dan Polandia.
Masuknya Night of a Thousand Hells ke daftar finalis National Book Award 2026 menjadi bukti bahwa cerita dari Indonesia punya tempat di panggung sastra dunia. Kini, semua mata tertuju pada malam penganugerahan 18 November 2026 untuk melihat apakah karya Intan Paramaditha akan membawa pulang gelar pertamanya.
























