Peduli terhadap lingkungan sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, membawa botol minum sendiri, atau mengingatkan orang lain agar tidak membuang sampah sembarangan merupakan kebiasaan sederhana yang punya dampak positif. Namun, orang yang cukup vokal terhadap isu lingkungan justru kerap mendapat respons kurang menyenangkan. Ada yang dianggap sok idealis, terlalu serius, bahkan dicap berlebihan hanya karena berusaha menjaga lingkungan.
Situasi ini cukup menarik karena hampir semua orang menginginkan lingkungan yang bersih dan nyaman. Sayangnya, ketika ada seseorang yang benar-benar berusaha mewujudkannya melalui kebiasaan sehari-hari, tidak semua orang bisa menerimanya. Lantas, kenapa orang yang peduli lingkungan sering dianggap lebay atau berlebihan?