ilustrasi perbandingan (pexels.com/Armin Rimoldi)
Salah satu hal paling melelahkan saat gap year ialah melihat teman mulai punya cerita baru di kampus atau tempat kerja. Ada yang sudah sibuk ospek, punya teman baru, sampai terlihat lebih maju di media sosial. Kalau terlalu sering membandingkan, masa jeda yang sebenarnya biasa saja bisa terasa seperti kegagalan besar. Padahal, kondisi hidup setiap orang memang tidak berjalan dalam waktu yang sama. Ada yang siap kuliah langsung setelah lulus SMA, ada juga yang memang butuh jeda lebih dulu.
Media sosial sering membuat hidup orang lain terlihat selalu lancar dan seru setiap hari. Kenyataannya tidak sesederhana itu karena semua orang juga punya kebingungannya masing-masing. Gap year tidak otomatis membuat seseorang kalah cepat dibanding teman lain. Selama masa jeda dipakai untuk hal yang jelas dan tetap membuat diri berkembang, tidak ada yang benar-benar tertinggal. Justru banyak orang baru mengenal dirinya sendiri setelah punya waktu kosong yang tidak pernah didapat selama sekolah.
Gap year memang terlihat sederhana, tetapi tetap perlu disiapkan agar tidak berubah jadi masa yang membingungkan. Tidak harus langsung punya hidup sempurna atau target besar dalam 1 tahun karena yang paling penting ialah tetap punya arah selama menjalaninya. Kalau kamu memutuskan untuk mengambil gap year, kegiatan apa yang akan kamu coba lebih dulu?