Karakter antagonis yang paling kita ingat biasanya bukan yang paling jahat, tapi yang paling manusiawi dalam kejahatannya. Ada bagian dari mereka yang terasa familier, bukan karena kita seperti mereka, tapi karena kita pernah merasakan versi kecil dari apa yang menggerakkan mereka. Dan bagian itu adalah bagian diri yang paling sering kita hindari.