cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)
Semakin dewasa, kita semakin memahami hal-hal yang dulu terasa biasa. Teguran orangtua, waktu makan bersama, perhatian saudara, atau rumah yang selalu menjadi tempat pulang ternyata memiliki arti yang jauh lebih besar.
21. "Dulu kita rasa orangtua banyak membebel, sekarang baru faham mereka cuma risau."
22. "Rumah mungkin tempat biasa, tapi bila jauh dari rumah, barulah kita tahu nilainya."
23. "Dulu mahu cepat keluar rumah, sekarang rindu mahu duduk bersama keluarga."
24. "Keluarga tak semestinya sempurna, tapi mereka tetap tempat kita belajar tentang kasih sayang."
25. "Kadang-kadang rezeki paling besar bukan duit, tapi masih boleh berkumpul dengan orang yang kita sayang."
26. "Jangan terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa orang yang menemani kamu sejak awal."
27. "Dulu kita fikir bahagia itu punya banyak benda. Sekarang kita tahu, bahagia itu punya waktu bersama orang tersayang."
28. "Hidup memang berubah, tapi kenangan baik tak perlu ikut hilang."
29. "Kita mungkin sudah besar, tapi dalam hati masih ada anak kecil yang rindu hari-hari sederhana."
30. "Kalau suatu hari kamu rindu masa kecil, ingatlah: kamu sedang merindukan waktu ketika bahagia terasa begitu mudah."
Nostalgia bukan hanya tentang mengingat sebuah tontonan atau masa kecil yang pernah kita jalani. Nostalgia juga menjadi pengingat bahwa kita pernah bahagia dengan hal-hal yang sangat sederhana. Mungkin kita memang tidak bisa kembali menjadi anak kecil, tetapi kita masih bisa membawa sedikit kepolosan, rasa syukur, dan kebahagiaan sederhana itu ke dalam kehidupan kita sekarang.