Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Referensi Panggilan Bayi yang Belum Diberi Nama

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Nama panggilan sementara membantu keluarga tetap dekat dengan bayi meski nama resmi belum ditentukan.
  • Sebutan seperti debay, aco, baby, nduk, le, dan sayang terasa ringan, mudah diucapkan, serta cocok dipakai sehari-hari.
  • Panggilan ini sering bertahan lama karena sudah terikat dengan momen awal kelahiran.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat bayi lahir, tapi nama resmi ditentukan, muncul kebiasaan kecil yang terasa hangat. Keluarga tetap ingin menyapa si kecil dengan panggilan tertentu. Di rumah, setiap orang sering memanggil dengan sebutan yang berbeda, mulai dari kakek, nenek, sampai anak kecil lain yang sedang belajar mengenal adiknya.

Nama panggilan menjadi penyambung rasa dekat tanpa perlu tergesa-gesa memutuskan nama lengkap. Momen ini mungkin sederhana, tetapi justru jadi bagian awal cerita tumbuh kembang sang bayi. Berikut beberapa opsi nama panggilan sementara yang bisa dipakai sampai nama resminya siap diumumkan. Apa saja?

1. Debay untuk panggilan aman dan serbaguna

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (pexels.com/the Amritdev)

Sebutan debay alias dedek bayi biasanya muncul otomatis karena terdengar paling mudah dan dikenali hampir semua orang. Sapaan ini tidak membedakan jenis kelamin sehingga siapa pun bebas menggunakannya tanpa salah menebak. Pada hari-hari pertama, debay membantu keluarga tetap nyaman memanggil bayi tanpa terbawa tekanan menentukan nama cepat-cepat. Kamu tinggal menyapa, menggendong, dan menikmati momen tanpa harus memikirkan sesuatu yang terlalu teknis.

Banyak keluarga masih melanjutkan panggilan ini meski nama resmi sudah dipilih karena sudah telanjur melekat di telinga. Debay juga membuat suasana rumah terasa santai dan cair saat banyak tamu datang. Tidak ada penyesuaian khusus, semua orang bisa mengucapkannya, bahkan anak kecil sekalipun. Kesederhanaan itu yang membuat panggilan ini jadi pilihan favorit banyak keluarga.

2. Aco untuk bayi laki-laki yang baru tiba di dunia

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (pexels.com/Medine Dilek Kizmaz)

Panggilan aco (anak cowok) biasanya dipakai ketika keluarga ingin langsung memberi petunjuk bahwa bayi yang lahir adalah laki-laki. Sebutan ini praktis karena semua orang langsung paham tanpa harus bertanya dan membuat percakapan jadi lebih akrab. Panggilan aco juga terdengar ringan sehingga mudah dipakai dalam berbagai suasana, baik saat bercanda maupun ketika menenangkan bayi.

Di rumah yang ramai anggota keluarga, panggilan ini membantu orang-orang saling mengerti siapa yang sedang dibicarakan. Seiring waktu, aco sering berubah jadi sapaan kesayangan, terutama ketika bayi mulai tersenyum atau menunjukkan karakter pertamanya. Tidak jarang, nama resmi akhirnya dipakai bersama panggilan ini sehingga keduanya berjalan berdampingan. Sesederhana itu, tetapi tetap membekas.

3. Baby sebagai sapaan yang cocok untuk semua gender

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (pexels.com/Luu An)

Sebutan baby mungkin terdengar sederhana, tetapi banyak keluarga memilihnya karena mudah diucapkan dan langsung terasa hangat. Sapaan ini cocok dipakai siapa pun, mulai dari orangtua, saudara, sampai teman dekat yang baru pertama kali datang menjenguk. Baby juga tidak memihak jenis kelamin sehingga aman dipakai sampai nama resmi siap diperkenalkan. Biasanya, panggilan ini muncul spontan saat menggendong atau berbicara lembut pada si kecil.

Panggilan baby sering bertahan lebih lama dari dugaan karena sudah telanjur melekat dengan kenangan masa-masa awal kelahiran. Kata ini juga fleksibel, baik saat menenangkan bayi maupun saat mengajaknya bercanda. Selain terasa ringan, baby mudah ditiru anak-anak lain di rumah yang senang ikut menyapa adiknya dengan nada manja. Pelafalannya yang singkat membuat sapaan ini mengalir natural dalam setiap momen bersama si kecil.

4. Nduk dan le membawa kehangatan ala keluarga Jawa

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (pexels.com/Nasirun Khan)

Dalam keluarga Jawa, nduk dan le sudah jadi panggilan lumrah sejak lama. Sapaan ini hadir tanpa perlu banyak penjelasan karena sudah tertanam dalam percakapan sehari-hari. Begitu bayi lahir, panggilan itu muncul dengan spontan dan langsung terasa akrab. Bahkan, orangtua yang bukan dari Jawa kadang ikut terbawa menggunakannya.

Panggilan ini mengingatkan pada suasana kampung halaman meski keluarga tinggal jauh dari sana. Kesederhanaannya membuat siapa pun merasa terlibat tanpa canggung. Nduk atau le sering bertahan lama karena terdengar lembut dan hangat. Dari kakek sampai tetangga, sapaan ini mudah diucapkan dan menyatukan semua orang dalam satu lingkaran kebersamaan.

5. Sayang untuk sapaan yang paling sering muncul

ilustrasi bayi
ilustrasi bayi (pexels.com/jaspinder singh taank)

Sayang adalah panggilan paling spontan karena muncul dari dorongan afeksi setiap melihat bayi yang masih mungil. Kata ini meluncur begitu saja ketika orangtua menimang, menyuapi, atau menenangkan tangis. Tidak perlu penjelasan tambahan karena semua orang langsung mengerti rasa di baliknya.

Menariknya, panggilan ini sering bertahan bahkan setelah nama resmi dipakai karena kebiasaan sudah terbentuk sejak awal. Sayang cocok untuk segala usia, mulai dari bayi sampai anak yang sudah bisa berlari-lari. Sapaan ini begitu fleksibel sehingga tidak pernah terasa salah kapan pun diucapkan. Kadang, justru panggilan inilah yang mengikat memori paling kuat.

Nama panggilan sementara membuat masa awal bayi terasa lebih hidup dan dekat dengan seluruh anggota keluarga. Setiap sapaan punya cerita kecil sendiri yang mungkin kelak dikenang saat bayi tumbuh besar. Jadi, sudah terpikir panggilan mana yang akan kamu pakai sebelum nama resminya dipilih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Life

See More

Khotbah Jumat 30 Januari 2026, Menyambut Malam Nisfu Syakban!

29 Jan 2026, 23:30 WIBLife