Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Buku Rekomendasi Buku Sastra Klasik Natalie Portman yang Penuh Makna
Buku favorit Natalie Portman (instagram/natsbookclub)
  • Natalie Portman dikenal sebagai aktris yang juga mencintai literasi, terutama karya sastra klasik yang dianggapnya sarana memahami manusia, emosi, dan realitas sosial.
  • Ia merekomendasikan lima buku klasik seperti Middlemarch, Walden, Letters to a Young Poet, Giovanni’s Room, dan The Diary of a Young Girl karena nilai kemanusiaan dan refleksi mendalamnya.
  • Pilihan bacaan Natalie menyoroti tema identitas, empati, serta pencarian makna hidup yang tetap relevan bagi pembaca modern dan menggambarkan kedalaman berpikirnya terhadap isu sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Natalie Portman dikenal bukan hanya lewat perannya di layar lebar, tetapi juga lewat kecintaannya pada dunia literasi. Aktris pemenang Oscar ini kerap membagikan ketertarikannya pada buku, terutama karya sastra klasik yang kaya makna. Bagi Natalie, membaca bukan sekadar hobi, melainkan cara memahami manusia, emosi, dan realitas sosial.

Tak heran, jika pilihan bukunya sering merefleksikan kedalaman berpikir dan kepekaan emosional. Natalie Portman menjadikan karya-karya klasik sebagai referensi intelektual sekaligus sumber inspirasi. Berikut rekomendasi buku sastra klasik favorit Natalie Portman yang layak masuk daftar bacaanmu.

1. Middlemarch karya George Eliot

Buku Middlemarch karya George Eliot (amazon.com)

Ini adalah salah satu novel klasik abad ke-19 yang menjadi pilihan klub bukunya. Natalie dikenal menyukai buku ini karena kedalaman karakternya dan cara George Eliot menggambarkan kehidupan masyarakat di sebuah kota kecil di Inggris. George Eliot menghadirkan tokoh perempuan dengan konflik intelektual dan emosional yang kuat.

Novel ini juga membahas idealisme dan kompromi dalam hidup dewasa. Alurnya memang lambat, tetapi kaya akan pemikiran. Setiap karakter memiliki lapisan cerita yang saling terhubung. Middlemarch cocok buat kamu yang suka sastra klasik dengan kedalaman sosial dan psikologis.

2. Walden karya Henry David Thoreau

Buku Walden karya Henry David Thoreau (amazon.com)

Walden merupakan karya sastra klasik legendaris yang ditulis oleh Henry David Thoreau. Disusun berdasarkan pengalamannya hidup menyendiri di sebuah gubuk kecil di pinggir danau selama dua tahun. Buku ini bukan sekadar catatan harian, melainkan sebuah refleksi filosofis yang mendalam tentang pentingnya hidup sederhana. Selain itu, juga tentang kembali ke alam untuk menemukan jati diri yang sebenarnya.

Natalie Portman sangat menyukai buku ini karena menghargai keberlanjutan hidup dan kesadaran penuh atau mindfulness. Sebagai selebritas yang peduli pada isu lingkungan, Natalie merasa pesan Thoreau tentang kemandirian dan hubungan harmonis dengan alam sangat relevan dengan tantangan krisis iklim saat ini. Ia merekomendasikan Walden karena menganggap buku ini sebagai pengingat agar kita tidak terjebak dalam budaya konsumerisme yang berlebihan.

3. Letters to a Young Poet karya Rainer Maria Rilke

Buku Letters to a Young Poet karya Rainer Maria Rilke (books.apple.com)

Letters to a Young Poet adalah buku kumpulan surat yang membahas tentang proses kreatif, pencarian jati diri, dan makna hidup. Buku ini ditulis sebagai respons Rilke kepada seorang penyair muda yang meminta kritik atas karyanya. Inti buku ini adalah tentang keberanian untuk hidup dengan pertanyaan, menerima kesendirian, dan bersabar dalam proses menjadi diri sendiri.

Natalie Portman sangat merekomendasikan buku ini karena ia merasa pesan-pesan Rilke sangat relevan bagi siapa pun yang sedang berjuang dengan keraguan diri dalam meniti karier. Sebagai aktris yang juga seorang sutradara, Natalie mengagumi cara buku ini mengajarkan bahwa kerentanan dan kesepian bukanlah hal yang harus ditakuti, tapi sebagai bahan bakar utama dalam berproses seni.

4.Giovanni’s Room karya James Baldwin

Buku Giovanni’s Room karya James Baldwin (wikipedia.com/Dial Press)

Giovanni’s Room merupakan novel sastra klasik yang membahas identitas, cinta, dan konflik batin dengan pendekatan yang jujur dan intim. Cerita berfokus pada David, seorang pria Amerika yang bergulat dengan perasaan dan identitas dirinya di Paris. Baldwin menulis dengan bahasa yang sederhana, tetapi emosinya tajam dan menghantui. Novel ini menggambarkan kegelisahan manusia saat dihadapkan pada kejujuran terhadap diri sendiri.

Natalie Portman menyukai buku ini karena keberanian Baldwin dalam mengangkat isu identitas dan relasi manusia tanpa kompromi. Kisahnya tidak menghakimi, melainkan mengajak pembaca memahami kompleksitas emosi dan pilihan hidup. Sebagai aktris yang tertarik pada karakter dengan konflik psikologis mendalam, Natalie melihat Giovanni’s Room sebagai karya yang sangat manusiawi. Nilai empati dan kejujuran emosional inilah yang membuat novel ini begitu berkesan baginya.

5.The Diary of Young Girl karya Anne Frank

Buku The Diary of Young Girl karya Anne Frank (amazon.com)

Merupakan catatan harian yang merekam pengalaman seorang remaja Yahudi selama bersembunyi di masa Holocaust. Buku ini ditulis dengan sudut pandang personal, jujur, dan penuh emosi, sehingga pembaca bisa merasakan ketakutan sekaligus harapan di tengah situasi gelap. Anne Frank tidak hanya menulis tentang perang, tetapi juga tentang tumbuh dewasa, mimpi, dan pencarian jati diri. Inilah yang membuat bukunya melampaui sekadar dokumen sejarah.

Natalie Portman dikenal menyukai karya ini karena kekuatan suara Anne yang polos namun berani. Kisahnya merepresentasikan kemanusiaan, empati, dan ketahanan batin yang kerap menjadi tema favorit Natalie dalam memilih bacaan. Buku ini juga menyoroti perspektif perempuan muda yang berpikir kritis di tengah keterbatasan.

Rekomendasi buku sastra klasik favorit Natalie Portman menunjukkan bahwa karya-karya lama tetap relevan untuk dibaca di era modern. Lewat cerita yang mendalam dan karakter yang kompleks, buku-buku ini mengajak pembaca memahami emosi serta dilema manusia secara lebih jujur. Pilihan bacaan Natalie juga mencerminkan ketertarikannya pada isu identitas, kemanusiaan, dan pencarian makna hidup. Jika kamu ingin membaca sastra klasik dengan sudut pandang yang reflektif, daftar ini layak masuk dalam reading list kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team