Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resensi Buku Back to Me karya Aurelie, Perjalanan Menyembuhkan Luka
Buku Back To Me Aurelie. (drive.google.com/backtome)
  • Aurelie Moeremans menerbitkan memoar Back to Me pada 8 Agustus 2026 dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis sebagai pendamping Broken Strings.
  • Buku 199 halaman ini merekam upaya Aurelie menemukan jati diri dan pulih dari trauma, hubungan tidak sehat, serta persoalan kesehatan mental berdasarkan pengalaman dan ingatannya.
  • Back to Me memuat peringatan isu depresi, bunuh diri, dan menyakiti diri; juga playlist, jurnal, workbook, serta kisah pencarian bantuan profesional dan dukungan keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aurelie Moeremans menuliskan kisah perjalanan hidupnya dalam sebuah buku berjudul Back to Me. Ini bukanlah buku pertama yang memuat catatan kisah hidup Aurelie. Sebelumnya, ia telah merilis buku berjudul Broken Strings yang terbit pada 2025.

Di buku terbarunya, Aurelie mengaku bahwa Back to Me akan lebih mengisahkan perjalannya untuk 'hidup kembali'. Menemukan cara untuk sembuh, melepaskan, dan menemukan dirinya kembali. Buku terbaru Aurelie dapat dibaca secara gratis melalui link yang tercantum dalam bio Instagram pribadinya. Sebelum membaca buku tersebut, simak resensinya dalam artikel di bawah ini!

1. Aurelie menerbitkan buku Back to Me, catatan perjalanan untuk sembuh dari luka

Potret Aurelie Moeremans (instagram.com/aurelie)

Buku Back to Me ditulis oleh Aurélie Moeremans dan diterbitkan pada 8 Agustus 2026 dalam 3 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis. Memoar ini disebut sebagai buku pendamping dari catatan sebelumnya, Broken Strings. Mengisahkan perjalanan Aurelie mengobati luka percintaan, pengasuhan, dan berbagai kisah lain dalam hidupnya.

Dalam pembukaannya, Aurelie mengklarifikasi bahwa nama, tempat, dan detail identitas telah diubah atau dihilangkan untuk melindungi privasi. Sementara itu, peristiwa dalam buku Back to Me dituturkan berdasarkan pengalaman dan ingatan Aurelie sebagai penulis.

Buku ini tak hanya berisi catatan pribadi Aurelie, namun pemain film Story of Dinda tersebut juga mencantumkan playlist yang dapat didengarkan sebagai pendamping saat membaca. Di akhir buku ini, Aurelie juga membagikan beberapa jurnal dan workbook untuk mendampingi pembaca mengenali diri sendiri. Terakhir, ia membagikan catatan kecil yang dapat menjadi motivasi bagi pembaca, penyintas kesehatan mental, maupun masyarakat luas.

2. Sinopsis buku Back to Me

Potret Aurelie Moeremans (instagram.com/aurelie)

Pembaca akan disuguhkan pada memoar yang mengangkat isu tentang trauma masa lalu, dan hubungan yang tidak sehat. Aurelie juga memberi trigger warning bagi pembaca buku ini karena beberapa bagian mengangkat isu depresi, bunuh diri, serta tindakan menyakiti diri sendiri.

Dalam catatannya ia menulis, "Bacalah sesuai kesiapan dan ritmemu sendiri. Berhentilah sejenak bila perlu. Keselamatan dan kesejahteraanmu lebih penting daripada menyelesaikan satu bab."

Buku ini bercerita tentang perjalanan Aurelie menemukan jati diri melalui pengalaman di masa lalu, refleksi pribadi, hingga perasaan jujur yang ia tuangkan. Dalam kisahnya, Aurelie berupaya menuangkan perjalanan, pandangan, hingga pola pikir pribadinya ketika melalui masa sulit. Masalah kesehatan mental yang mengganggu kehidupannya hingga cara ia sembuh dari luka itu, membawanya menemukan makna kehidupan yang tertuang dalam buku berisi 199 lembar ini.

3. Moral value buku Back to Me

Potret Aurelie Moeremans (instagram.com/aurelie)

Aurelie membagikan secara jujur bagaimana ia berusaha sembuh dengan mencari bantuan profesional, meminta dukungan keluarga, dan membangun kekuatan mental yang tangguh. Catatan ini berisi perjalanan reflektif untuk Aurelie. Mulai dari bagaimana ia keluar dari berbagai tantangan hidup, melakoni perannya sebagai anak dan juga kekasih, serta berbagai lika-liku kehidupan yang menuntutnya untuk mengambil keputusan.

Berbagai usaha Aurelie dalam menemukan bantuan, berdamai dengan luka, dan bangkit dari pengalaman masa lalu menjadi poin penting dalam buku ini. Tentunya, buku ini dapat dinikmati oleh seluruh audiens untuk memberi motivasi dan inspirasi keluar dari masalah kompleks terkait kesehatan mental. Dengan memperhatikan trigger warning yang telah disampaikan Aurelie, harapannya buku ini dapat dibaca oleh orang yang tepat supaya bisa bangkit dari luka masa lalu.

Jika tertarik untuk membacanya, Aurelie membagikan buku ini secara gratis melalui akun Instagram pribadinya. Kamu dapat mengakses buku, playlist, hingga jurnal melalui link yang dicantumkan di bio Instagram Aurelie.

Curated For You

Editorial Team

Related Article