- Tahajud
- Sahur
- Salat Subuh dilanjutkan mendengarkan ceramah
- Tadarus Al-Qur'an
- Bekerja
- Salat Zuhur
- Salat Zuhur
- Membaca doa pagi dan petang atau Al Matsurat
- WIB Salat Magrib dan berbuka puasa
- Tadarus Al-Qur'an
- Tarawih
- Menulis reflection journal, membaca buku Islami, atau lainnya
- Istirahat.
5 Rutinitas Ramadan untuk Jadi Versi Terbaik Diri Sendiri, Siap?

- Bulan Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum memperbaiki diri dengan membangun rutinitas ibadah, sosial, dan fisik agar menjadi versi terbaik diri.
- Artikel menyoroti pentingnya meneladani kebiasaan Rasulullah, membuat jadwal ibadah teratur, serta memperdalam ilmu agama lewat buku dan tausiyah.
- Ditekankan pula menjaga kesehatan tubuh saat berpuasa serta memperbanyak zikir dan pikiran positif untuk mengendalikan emosi selama Ramadan.
Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk berupaya memperbaiki diri, terlebih dengan adanya kewajiban untuk berpuasa. Perubahan rutinitas dan kebiasaan tentu harus disesuaikan untuk memaksimalkan ibadah. Terlebih, di bulan yang mulia ini banyak sekali ibadah sunah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pahala dan mendekatkan diri dengan Allah.
Manfaatkan Bulan Ramadan untuk membangun rutinitas yang baik dan membentuk versi terbaik diri baik dalam sisi sosial, spiritual, maupun fisik melalui daily routine. Ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk membangun rutinitas Ramadan supaya lebih produktif. Simak beberapa langkahnya, ya!
1. Membangun kebiasaan seperti Rasulullah

Bulan Ramadan dan kewajiban berpuasa tentunya mengubah kebisaan hidup seorang Muslim. Untuk lebih produktif di bulan Ramadan, coba bangun habit yang baik. Kamu bisa mengikuti kebiasaan Rasulullah, sebagaimana dikutip dari NU Online, Rasulullah memperbanyak tadarus dan bersedekah di bulan Ramadan. Tadarus Al-Qur'an selama bulan Ramadan akan memberikan syafaat bagi umat Muslim di hari kiamat kelak.
Selain meningkatkan tadarus, Rasulullah juga memperbanyak sedekah. Sebab, dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad menegaskan bahwa sedekah terbaik adalah yang dilakukan di bulan Ramadan. Untuk itu, tingkatkan kebiasaan berbagi di bulan yang baik ini. Dengan membiasakan bersedekah, kebahagiaan akan meningkat sebab kita merasakan orang lain juga berbahagia atas bantuan yang diberikan.
2. Membangun jadwal selama bulan Ramadan

Di bulan ini, cobalah untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Bangun kebiasan ibadah yang terjadwal sehingga rutinitas lebih terprogram. Berikut referensi jadwal harian selama bulan Ramadan, yang tentunya kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dirimu:
3. Mempelajari agama Islam lewat buku atau tausiyah

Mengenal Islam secara lebih mendalam dapat menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan nilai diri. Dengan berbekal pengetahuan, diharapkan keimanan seorang Muslim dapat semakin meningkat. Untuk itu, pahami nilai-nilai keagamaan secara mendalam dengan membaca buku bertema sirah, aqidah, fiqih, dan lainnya.
Tak hanya membaca buku, memperdalam pemahaman agama juga bisa dilakukan dengan mengikuti tausiyah. Berbagai masjid menggelar program buka puasa bersama, biasanya disertai dengan ceramah dari tokoh agama. Jika berhalangan hadir secara langsung, saat ini berbagai ceramah telah tersedia secara online, bahkan sejumlah ustaz menghadirkan layanan live streaming. Momen ini juga bisa membangun kebiasaan positif dalam dirimu, sekaligus menjadi langkah untuk melakukan tadabbur.
4. Menjaga kesehatan tubuh

Menjaga kesehatan fisik juga menjadi bagian dari self improvement yang penting selama Ramadan. Manfaatkan rutinitas puasa sebagai momentum untuk membangun kebiasaan makan yang baik. Misalnya, dengan menyantap menu berbuka dengan tidak berlebihan dan menghindari konsumsi makanan yang kurang bergizi. Konsumsi air putih yang cukup juga bisa menjaga kesehatan tubuh.
Meski berpuasa, berolahraga juga tetap bisa dilakukan. Bisa dengan melakukan olahraga ringan selama 30-60 menit menjelang berbuka dan tidak membebani tubuh. Kesehatan fisik penting untuk menunjang ibadah agar tetap optimal.
5. Memperbanyak berzikir dan berpikir positif

Menahan hawa nafsu menjadi satu tantangan tersendiri bagi seorang Muslim, terlebih di Bulan Ramadan saat berpuasa. Sebagaimana ajaran untuk menahan diri dari emosi yang merusak selama menjalankan ibadah puasa, penting untuk bagi kita untuk berzikir dan memberikan afirmasi positif terhadap diri sendiri.
Biasakan untuk berprasangka baik atau husnudzan atas segala hal yang menimpa diri. Jika mengalami kesulitan, tanamkan dalam diri bahwa itu merupakan ketetapan dari Allah. Supaya pikiran tidak overthinking, cobalah untuk biasakan berzikir, termasuk ketika hendak mengumpat, biasakan juga untuk berzikir. Mengingat Allah menjadi hal yang utama, dibandingkan berkata atau berpikir akan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Beberapa rutinitas di atas bisa diterapkan sepanjang Ramadan agar terbangun kebiasaan baik, bahkan setelah bulan ini berlalu. Siap untuk menjadi versi terbaik dirimu?