“Dukungan dan validasi seharusnya diberikan terlebih dahulu sebelum kita berusaha menghilangkan masalah seseorang,” ujar Danielle Sethi.
6 Sikap Kurang Peka dalam Pertemanan yang Perlu Kamu Hindari

- Pertemanan dapat renggang akibat sikap kecil, seperti memberi nasihat sebelum memahami kebutuhan emosional teman dan menganggap mereka selalu tersedia.
- Pembatalan janji berulang tanpa penjelasan atau solusi, serta mengabaikan momen penting teman, dapat membuat mereka merasa tidak dihargai dan bukan prioritas.
- Hindari asumsi tanpa klarifikasi dan memaksakan kehendak; hargai privasi, waktu, keputusan, serta batasan teman agar hubungan tetap nyaman.
Pertemanan bisa renggang bukan hanya karena pertengkaran besar, tetapi juga akibat sikap kecil yang membuat teman merasa gak dihargai. Terlalu cepat memberi nasihat, berulang kali membatalkan janji, atau mengabaikan perasaan mereka bisa melukai hubungan tanpa disadari.
Menjaga pertemanan bukan berarti harus selalu mengalah, melainkan belajar memahami perasaan, menghargai batasan, dan gak terburu-buru berasumsi. Yuk, kenali beberapa sikap kurang peka yang sebaiknya kamu hindari agar pertemanan tetap sehat!
1. Memberikan nasihat tanpa memahami perasaan teman

ilustrasi dua wanita berbincang (pexels.com/divinetechygirl) Saat teman menceritakan masalahnya, kamu mungkin ingin memberi solusi agar mereka merasa lebih baik. Padahal, terkadang mereka hanya ingin didengarkan, bukan dinasihati atau diminta berpikir positif. Danielle Sethi, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, dikutip dari HuffPost, menjelaskan bahwa dukungan emosional dan validasi perlu diberikan sebelum berusaha menyelesaikan masalah seseorang.
Karena itu, cobalah mendengarkan cerita teman tanpa buru-buru menghakimi atau menawarkan solusi. Kamu bisa bertanya apakah mereka membutuhkan teman untuk mendengarkan atau ingin mendapatkan saran darimu. Dengan begitu, dukungan yang kamu berikan akan lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Menganggap teman selalu punya waktu untukmu

ilustrasi bercengkrama dengan teman (pexels.com/yaroslav-shuraev) Kedekatan dalam pertemanan terkadang membuat kita merasa bebas menghubungi atau mengajak teman bertemu kapan saja. Namun, setiap orang memiliki kesibukan, tanggung jawab, dan kebutuhan untuk beristirahat yang perlu dihargai. Menganggap teman harus selalu tersedia hanya karena kamu sedang membutuhkan mereka, bisa membuat hubungan terasa berat sebelah.
Sebelum membuat rencana, tanyakan terlebih dahulu apakah temanmu memiliki waktu luang dan bersedia ikut. Jika mereka menolak karena ada urusan lain, jangan langsung menganggapnya sebagai tanda bahwa mereka gak lagi peduli kepadamu. Menghargai waktu dan keputusan teman merupakan bagian penting dari pertemanan yang sehat.
3. Terus-menerus membatalkan janji tanpa mencari solusi

ilustrasi wanita mengangkat kaki di sofa (pexels.com/polinazimmerman) Sesekali membatalkan janji karena sakit, kelelahan, atau keadaan mendesak tentu bisa dimaklumi. Namun, jika kamu sering melakukannya tanpa penjelasan yang jelas, teman bisa merasa waktunya gak dihargai dan pertemanan kalian bukan prioritas bagimu. Kristin Anderson, pekerja sosial klinis berlisensi, dikutip dari HuffPost, menjelaskan bahwa kebiasaan membatalkan janji berulang kali dapat mengikis hubungan pertemanan.
“Kita semua pernah membatalkan janji, tetapi ketika hal itu menjadi kebiasaan, persahabatan akan terkikis,” ujar Kristin Anderson.
Jika memang harus membatalkan janji, segera beri tahu temanmu dan jelaskan situasinya dengan jujur. Kamu juga bisa menawarkan waktu pengganti agar mereka tahu bahwa kamu tetap ingin bertemu. Dengan menunjukkan tanggung jawab atas perubahan rencana, kamu dapat menjaga kepercayaan yang sudah dibangun bersama.
4. Mengabaikan momen penting dalam kehidupan teman

ilustrasi dua perempuan berbincang di ruangan berisi pakaian (pexels.com/kampus) Saat teman mengalami kejadian besar, baik menyenangkan maupun menyedihkan, perhatian sederhana bisa sangat berarti. Namun, kesibukan terkadang membuat kita lupa mengucapkan selamat atas pekerjaan baru, menanyakan kabar setelah putus cinta, atau memberi dukungan saat mereka kehilangan orang terdekat. Akibatnya, teman bisa merasa pengalaman mereka gak cukup penting untuk diperhatikan.
Danielle Sethi menjelaskan bahwa diam saat teman menghadapi peristiwa penting bisa dianggap sebagai tanda ketidakpedulian, meskipun kita sebenarnya sibuk atau bingung harus berkata apa. Padahal, kamu cukup mengirim pesan singkat, menanyakan kabar, atau menawarkan bantuan sesuai kemampuan untuk menunjukkan bahwa kamu peduli.
5. Membuat asumsi dan menganggap segala sesuatu secara pribadi

ilustrasi kedua wanita berbincang (pexels.com/augustderichelieu) Kesalahpahaman dalam pertemanan bisa muncul ketika kamu menebak maksud teman tanpa bertanya terlebih dahulu. Misalnya, kamu menganggap mereka sengaja menjauh, padahal sedang menghadapi masalah pribadi. Menurut Danielle Sethi, asumsi tanpa klarifikasi bisa memicu perasaan terluka.
“Perasaan terluka bisa muncul ketika kita berasumsi tentang niat atau maksud seseorang tanpa menanyakannya terlebih dahulu,” ujar Danielle Sethi.
Saat merasa tersinggung, berikan dirimu waktu untuk memahami situasi sebelum bereaksi. Kamu bisa menanyakan maksud teman secara langsung dengan bahasa yang tenang, alih-alih menuduh atau mendiamkan mereka. Ingat, perasaanmu tetap valid, tetapi belum tentu setiap tindakan yang menyakitimu dilakukan dengan sengaja.
6. Terus memaksakan kehendak dan mengabaikan batasan teman

ilustrasi wanita berpegangan tangan (pexels.com/shvetsproduction) Merasa dekat dengan seseorang bukan berarti kamu berhak mengetahui semua urusan pribadinya atau menuntut mereka mengikuti keinginanmu. Teman tetap memiliki privasi, pendapat, dan batasan sendiri. Memaksa mereka bercerita, mengikuti kegiatan yang gak disukai, atau selalu menyetujui pendapatmu bisa membuat mereka merasa gak nyaman.
Pertemanan yang sehat memberi ruang bagi setiap orang untuk menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi. Jika teman menolak ajakan atau belum siap bercerita, hargai keputusan mereka tanpa terus mendesak. Dengan saling menghormati batasan, hubungan pertemanan bisa terasa lebih nyaman dan bertahan lama.
Menjadi teman yang baik bukan berarti harus selalu benar, melainkan bersedia menyadari kesalahan dan memperbaikinya. Yuk, mulai lebih peka terhadap perasaan, waktu, dan batasan teman agar hubungan yang sudah terjalin tetap hangat dan saling menghargai.




![[QUIZ] Pilih Momen Persahabatan Upin Ipin, Ini Insecurity Kamu di Pertemanan](https://image.idntimes.com/post/20260524/1000029599_f8c780b4-537e-424a-bf06-900bfbca5b3a.jpg)



















