“Dengan begitu, Anda bisa langsung memotongnya saat memasak dan terus memantaunya untuk mengetahui kapan mereka membutuhkan air, pupuk, pemangkasan, atau sebuah praktik yang baik agar tanaman tumbuh rimbun," kata Erin Lee, Direktur Pertanaman di Four Seasons Resort Hualalai di Kailua-Kona, Hawaii, kepada Apartment Therapy.
Hemat Budget Belanja Kalau Ada 5 Tanaman Ini di Rumahmu

Menanam herbal seperti kemangi, bawang putih, kunyit, jahe, daun bawang, dan seledri di pot memudahkan panen untuk memasak serta mengurangi belanja bahan dapur.
Tomat dan selada dapat ditanam di rumah, termasuk lahan terbatas; tomat membutuhkan banyak matahari dan air, sedangkan selada cepat berkecambah serta bisa dipanen rutin.
Daun pandan dan lidah buaya juga dapat dibudidayakan dalam pot atau pekarangan; pandan berguna untuk masakan, sementara lidah buaya dimanfaatkan untuk luka, rambut, dan kulit kepala.
Percaya, gak, kalau budget belanja bulananmu sebenarnya bisa dikurangi kalau menanam tumbuhan sendiri? Ada beberapa tanaman yang bisa banget kamu rawat dan panen untuk menggantikan bahan-bahan dapur, lho. Jadi, tanaman gak cuma membuat rumah tampak lebih asri, tapi juga bisa membantu menghemat pengeluaran sehari-hari.
Selain lebih hemat, kamu juga mendapatkan bahan yang lebih segar dan mudah dijangkau kapan saja. Ini daftar tanaman yang bisa kamu tanam sendiri di rumah dan bakalan menghemat budget belanja.
1. Tanaman herbal

Tanaman herbal dalam pot di atas meja kayu (Pexels/cottonbro studio) Kamu bisa menanam beberapa tanaman herbal. Ada banyak tanaman herbal seperti daun kemangi, bawang putih, kunyit, jahe, daun bawang, seledri, dan lain-lain. Dilansir Apartment Therapy, tanaman herbal lebih baik ditanam dalam pot keramik di area yang mudah diakses, misalnya di dekat jendela atau balkon sehingga masih bisa terkena cahaya. Pastikan pot tidak terlalu kecil dan punya lubang drainase.
Erin Lee juga mengatakan bahwa tanaman herbal tidak memerlukan air terlalu banyak. Jadi, hindari menyiram tanaman herbal secara berlebihan karena tanah masih butuh udara.
"Tanaman herbal memberikan nilai yang sangat menguntungkan karena kamu dapat terus memotong daunnya dan tanaman tersebut akan terus tumbuh,' kata Chi Chi dari Sculpture by the Lakes, kepada IdealHome UK.
2. Tomat

ilustrasi tanaman tomat (pexels.com/ROMAN ODINTSOV) Tanaman yang kedua adalah tomat. Lumayan lho kalau kamu bisa menanam tomat sendiri, jadi lebih hemat, kan? Tomat bisa ditanam menggunakan pot gantung khusus kalau memang area rumahmu terbatas. Asalkan, perhatikan peletakannya karena tomat butuh banyak sinar matahari dan air.
"Meskipun tergantung pada faktor-faktor seperti iklim, sinar matahari, dan tingkat kedewasaan tanaman yang dibeli, umumnya dibutuhkan waktu 60 hingga 75 hari untuk memanen tomat yang matang," kata Greg Griffie, Senior Vice President di Davidson Restaurant Group yang juga gemar berkebun, kepada Apartment Therapy.
3. Selada

ilustrasi green lettuce dan kale (pexels.com/kindelmedia) Selada merupakan sayur-sayuran yang gak selalu ada. Harganya pun bervariasi, tergantung apakah kamu membeli di pasar tradisional, penjual sayur keliling, atau supermarket. Untuk menghemat biaya, sebenarnya selada bisa ditanam sendiri.
Selada merupakan daun yang kerap dipakai untuk campuran salad. Daun ini juga bisa menggantikan peran roti, burger, atau tortilla sehingga pengeluaran jadi lebih hemat. Selada termasuk tanaman yang cepat matang sehingga bisa dipanen secara rutin.
"Selada ini berkecambah dengan cepat, sekitar 1 hingga 2 minggu dan akan tumbuh kembali dalam waktu beberapa minggu. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh, tetapi tidak yang menyengat. Selada akan tumbuh baik dengan udara hangat serta penyiraman di pagi dan sore hari," kata Kate Lacrooix, pengelola layanan bahan pangan di Colorado, kepada Apartment Therapy.
4. Daun pandan

ilustrasi daun pandan (pixabay.com/sarangib) Tanaman lain yang sering dipakai untuk bahan masakan adalah daun pandan. Kamu bisa menanamnya di pekarangan rumah atau pot. Cari dulu bibitnya dari anak tunas atau rumpun pandan yang memiliki sedikit akar.
Lalu, tanam dalam media tanah yang subur atau bisa juga menggunakan sekam bakar maupun pupuk kompos. Kamu hanya perlu menyiram secukupnya sekitar 1-2 kali sehari. Kalau bisa, letakkan di area yang sebagian teduh sehingga daun-daunnya tidak menguning. Supaya lebih rimbun, potong secara berkala supaya ada pertumbuhan baru.
5. Lidah buaya

Aloe Vera dalam pot (pexels.com) Tanaman yang gak kalah penting adalah lidah buaya. Dilansir WebMD, lidah buaya punya zat yang bersifat antiinflamasi dan antibakteri. Umumnya, lidah budaya bisa dipakai untuk penyembuhan luka hingga menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.
Dilansir The Old Farmer's Almanac dan Epic Gardening, kamu bisa menggunakan pot tanah liat dengan lubang drainase untuk menanam lidah budaya. Tanaman ini gak terlalu perlu banyak air dan gak bisa terkena sinar matahari langsung. Kalau sudah tumbuh banyak, kamu bisa mengambilnya menggunakan pisau yang steril, ya!
Kalau kamu suka bercocok tanam dan berkebun, mungkin kamu perlu mempertimbangkan tanaman-tanaman ini. Setidaknya, kamu bisa mendapatkan bahan dapur yang organik dan bisa hemat budget belanja, deh.























