Ilustrasi merenung (pexels.com/Polina Romanenko)
Tanda terakhir adalah ketika hidup terasa seperti memiliki batas usia untuk segala sesuatu. Kamu merasa harus lulus pada usia tertentu, mendapatkan pekerjaan tertentu sebelum usia tertentu, menikah sebelum usia tertentu, memiliki rumah pada usia tertentu, atau mencapai kondisi finansial tertentu agar bisa disebut berhasil.
Padahal, fase dewasa muda memang merupakan periode yang penuh eksplorasi, perubahan, dan pencarian identitas. Penelitian tentang quarter-life crisis pada dewasa muda menunjukkan bahwa transisi kehidupan dan tekanan ekspektasi sosial dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri. Penelitian menunjukkan bahwa pada masa emerging adulthood, seseorang masih berada dalam fase eksplorasi identitas dan menghadapi berbagai ketidakstabilan.
"Pada fase emerging adulthood-masa yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan ketidakstabilan—paparan semacam itu dapat berkontribusi terhadap tekanan psikologis, termasuk krisis seperempat abad (quarter-life crisis)," dikutip dari studi Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok dalam Nusantara Journal of Behavioral and Social Science.
Oleh karena itu, merasa bingung mengenai karier, hubungan, tujuan hidup, atau masa depan tidak otomatis berarti kamu gagal. Daripada terus bertanya apakah kamu sudah “secepat” orang lain, coba tanyakan apakah kehidupan yang sedang kamu bangun memang sesuai dengan nilai dan kebutuhanmu. Kamu mungkin tidak berada di tempat yang sama dengan teman-temanmu, tetapi itu bukan bukti bahwa kamu tertinggal. Bisa jadi kamu hanya sedang menempuh rute yang berbeda.
Quarter-life crisis tidak selalu berarti hidupmu berantakan atau kamu gagal menjadi orang dewasa. Kadang, rasa bingung justru muncul karena kamu sedang mencoba menentukan siapa dirimu tanpa terus mengikuti standar orang lain. Jika selama ini kamu merasa tertinggal, mungkin sudah waktunya berhenti melihat kehidupan sebagai perlombaan dan mulai melihatnya sebagai perjalananmu sendiri.