Pernah merasa semua kejadian kecil dalam hidup berkaitan dengan dirimu? Saat teman telat membalas pesan, misalnya, pikiranmu langsung menghubungkannya dengan sikap mereka, padahal bisa saja mereka sedang sibuk. Pola seperti ini bisa menjadi ciri main character syndrome yang muncul tanpa kamu sadari.
Istilah ini bukan diagnosis psikologis resmi, melainkan sebutan populer untuk perilaku ketika seseorang merasa seperti karakter utama. Masalahnya bukan karena kamu percaya diri, melainkan ketika sudut pandang itu membuat pengalaman orang lain terasa kurang penting. Yuk, simak tanda-tanda kamu punya main character syndrome berikut ini!
