“Hanya karena aku mengharapkan sesuatu yang berbeda dari seseorang bukan berarti tindakan mereka salah. Itu hidup mereka, dan aku harus membiarkan mereka menjalaninya,” ungkap Sydney Cox, penulis dan koordinator, dilansir The Everygirl.
“Let Them” Teori Dapat Mengubah Kondisi Hubungan? Ini Penjelasannya!

- Teori “Let Them” dari Mel Robbins mengajak seseorang menerima hal di luar kendali dan melihat tindakan orang lain sebagai cerminan diri mereka dalam hubungan.
- Konsep ini mendorong berhenti memaksakan ekspektasi atau perubahan pada orang lain, sambil memberi ruang bagi kedua pihak untuk menjadi diri sendiri.
- Penerapannya membantu menetapkan batasan sehat: seseorang dapat merespons perlakuan yang melanggar nilai dengan menyampaikan batasan, menjaga jarak, atau mengakhiri hubungan bila perlu.
Akhir-akhir ini banyak orang membahas teori “Let Them” karya penulis Mel Robbins. Bagi banyak orang, konsep ini berperan dalam membantu mereka memahami diri sendiri dan mengubah cara menghadapi berbagai hal, termasuk hubungan dengan orang lain. Banyak dari kamu mungkin pernah mengalami masalah dalam hubungan pertemanan atau percintaan.
Semenjak Robbins mengenalkan teori “Let Them” yang kemudian viral di media sosial dan mendapat respons positif, konsep ini semakin banyak dibicarakan. Teori ini mengajarkan tentang melepaskan hal-hal yang berada di luar kendali dan menemukan kedamaian dengan menerima orang lain sebagaimana adanya.
Ketika seseorang menunjukkan siapa dirinya melalui tindakan, biarkan mereka menjadi dirinya sendiri. Lantas, bagaimana teori “Let Them” dapat mengubah cara kamu menjalani hubungan? Simak penjelasannya berikut ini!
1. Tidak lagi memperdebatkan perbedaan

ilustrasi memaklumi orang lain (Pexels.com/Liza Summer) Dalam sebuah hubungan, termasuk pertemanan, perbedaan merupakan hal yang wajar ditemukan. Perbedaan pendapat, perilaku, keinginan, hingga tujuan terkadang dapat memicu konflik dan membuat hubungan menjadi renggang. Namun dengan menerapkan teori “Let Them”, kamu dapat belajar menghadapi perbedaan tersebut dengan cara yang lebih sehat.
Kamu mulai melepaskan ekspektasi terhadap orang-orang di sekitar yang tidak sesuai dengan keinginan atau pemikiranmu. Artinya, kamu tidak lagi berusaha memaksa mereka untuk bertindak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Di sisi lain, kamu juga memberikan kebebasan kepada dirimu sendiri untuk melakukan hal-hal yang kamu anggap tepat.
2. Membiarkan mereka menjadi diri sendiri

Ilustrasi menjadi diri sendiri (freepik.com/freepik) Setiap orang memiliki sifat, kebiasaan, cara berpikir, dan kekurangan masing-masing. Kamu tidak bisa terus memaksakan seseorang untuk menjadi versi yang menurutmu “lebih baik”. Sebab, ketika kamu terus berharap orang lain berubah sesuai keinginanmu, kamu justru akan lebih mudah merasa kecewa terhadap hubungan tersebut.
Hal yang sama juga berlaku ketika kamu berada di posisi yang terus dituntut untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Oleh karena itu, teori “Let Them” mengajarkan kamu untuk memberikan ruang bagi orang lain menjadi dirinya sendiri, begitu juga dengan dirimu.
“Semakin saya menjauhkan diri dari visi saya tentang orang lain, semakin saya melihat orang lain dan diri saya sendiri apa adanya… terkadang, baik atau buruk,” tambah Sydney.
3. Bantu menetapkan batasan yang sehat

Ilustrasi Tetapkan Batasan Hubungan (pexels.com/RODNAE Productions) Membiarkan seseorang menjadi dirinya sendiri bukan berarti kamu harus mentoleransi perlakuan buruk. Justru dengan memberikan ruang kepada masing-masing pihak, kamu dapat melihat perilaku seseorang sebagaimana adanya dan menentukan bagaimana sebaiknya kamu meresponsnya.
Ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai atau batasanmu, kamu tidak perlu memaksanya untuk berubah. Kamu dapat memilih untuk menyampaikan batasan, menjaga jarak, atau bahkan meninggalkan hubungan tersebut jika diperlukan.
“Jika seseorang tidak memperlakukan kamu dengan hormat, kamu dapat memilih untuk menjauhkan diri daripada mencoba mengubah mereka,” tutur Paula Villagómez Volkers, konselor klinis terdaftar, dikutip dari Haven Wellness Collective.
Bagi Paula, pertemanan bukan tentang mengatur perilaku seseorang, melainkan memberikan ruang bagi masing-masing pihak untuk menjalani hidupnya selama tidak merugikan atau melanggar batasan satu sama lain.
4. Memberikan ruang personal

Memberikan ruang personal (freepik.com/freepik) Terkadang, hubungan pertemanan dapat membuat kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain. Kekhawatiran tersebut justru dapat membuat kamu kehilangan fokus pada diri sendiri dan hal-hal yang sebenarnya berada dalam kendalimu.
“Teori 'Let Them' mengarahkan kembali fokus kamu pada apa yang dapat kamu kendalikan, seperti tindakan, pola pikir, dan kebahagiaan kamu sendiri,” ucap Paula.
Dengan menerapkan konsep ini, kamu belajar melepaskan keinginan untuk mengatur kehidupan orang lain dan mulai memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menjalani kehidupanmu. Teori “Let Them” bukan sekadar tentang membiarkan orang lain melakukan apa yang mereka inginkan, konsep ini juga mengajarkan bahwa kamu tidak dapat mengendalikan pilihan, tindakan, atau perubahan orang lain.
Namun, kamu tetap memiliki kendali atas cara meresponsnya. Dengan begitu, melepaskan bukan berarti berhenti peduli, melainkan belajar menerima orang lain apa adanya sekaligus memilih batasan dan keputusan yang baik untuk dirimu sendiri.












![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Bagaimana Gaya Bekerjamu](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)







