Apakah kamu sering menemukan seseorang yang terlihat tenang, cakap, dan secara emosional tampak "baik-baik saja"? Mungkin, orang tersebut tengah melakukan penyamaran emosi atau yang disebut emotional masking. Kondisi ini memungkinkan seseorang menyamarkan apa yang sebenarnya mereka rasakan dan menutupinya dengan berkamuflase seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, secara pribadi mereka tengah bergumul dengan kecemasan, kesedihan, rasa kewalahan, kesepian, atau kelelahan emosional.
Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya tengah melakukan emotional masking karena hal tersebut dapat dilakukan tanpa sadar. Mereka berusaha terlihat baik-baik saja dari luar, sementara berbagai perasaan tengah berkecamuk di dalam diri. Biasanya, seseorang yang melakukan emotional masking juga akan menyesuaikan perilakunya dengan keadaan di sekitar. Mereka berusaha mengikuti ritme, emosi, dan perilaku orang-orang di sekitarnya. Lantas, bagaimana tanda seseorang mengalami emotional masking? Simak penjelasannya berikut ini!
