Ilustrasi mengerjakan sesuatu bersama (unsplash.com/Photo by Priscilla Du Preez)
Ada pekerjaan yang sebenarnya sederhana, tetapi rasanya malas sekali kalau harus dilakukan sendirian. Membalas email, merapikan kamar, menyusun bahan presentasi, atau mencuci piring misalnya. Ketika dilakukan sendirian, kita punya banyak celah untuk berhenti di tengah jalan. Begitu ada teman yang juga sedang sibuk, kegiatan tersebut terasa seperti sesuatu yang sedang dilakukan bersama, meskipun sebenarnya kalian mengerjakan dua hal berbeda.
Patricia Quinn, MD, yang menulis tentang body doubling di ADDitude, mengatakan, “Pekerjaan berat memang terasa lebih menyenangkan ketika ada orang lain di dekat kita”.
Mungkin itu sebabnya, ajakan “temenin aku beres-beres, dong” kadang lebih ampuh daripada menyuruh diri sendiri untuk segera bergerak. Temannya tidak perlu ikut melipat baju atau mengerjakan laporan. Cukup ada di sana, sibuk dengan urusannya sendiri, sementara kamu punya seseorang untuk diajak istirahat sebentar setelah semuanya selesai.
Itu juga alasan kenapa ajakan sederhana seperti “temenin aku nugas, dong” kadang terasa lebih ampuh daripada memaksa diri sendiri untuk mulai. Kita gak selalu butuh teman yang ikut mengerjakan tugas, cukup seseorang yang bikin suasana jadi terasa lebih hidup dan gak terlalu sepi.
Kalau lagi susah fokus, gak ada salahnya coba kerja bareng, video call sambil sama-sama diam, atau sekadar duduk di tempat yang ramai. Siapa tahu, kehadiran orang lain justru jadi dorongan kecil yang bikin tugas akhirnya benar-benar dikerjakan. Tapi ingat, pilih teman yang bisa fokus juga, ya, jangan sampai niatnya produktif malah berakhir ngobrol sampai lupa waktu.