Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

The Odyssey Plan: Cara Merancang Kehidupan Impian dalam 3 Babak

3 min read
The Odyssey Plan: Cara Merancang Kehidupan Impian dalam 3 Babak
Ilustrasi merencanakan hidup (unsplash.com/Daniel McCullough)
  • The Odyssey Plan dari Designing Your Life mengajak seseorang merancang tiga versi kehidupan lima tahun ke depan agar melihat lebih dari satu kemungkinan masa depan.
  • Babak pertama memetakan tujuan pribadi dan profesional berdasarkan rencana serta kondisi saat ini melalui garis waktu lima tahun berisi langkah dan tonggak pencapaian.
  • Babak kedua menyiapkan kehidupan alternatif sebagai Rencana B, sementara babak ketiga mengeksplorasi impian tanpa batasan uang, status sosial, atau persetujuan orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap orang tentu memiliki keinginan untuk meraih kehidupan yang mereka impikan. Namun, terkadang berbagai faktor membuat keinginan tersebut tertahan atau sulit diwujudkan, salah satunya karena kebingungan dalam menentukan arah kehidupan. Memiliki gambaran mengenai kehidupan yang ingin dijalani dapat membantu seseorang menentukan langkah dan mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang ada.

Hal inilah yang menjadi salah satu gagasan dalam The Odyssey Plan, sebuah latihan dalam Designing Your Life yang dikembangkan oleh Bill Burnett dan Dave Evans untuk membantu seseorang membayangkan serta merancang berbagai kemungkinan kehidupan di masa depan. The Odyssey Plan mengajak seseorang untuk keluar dari pola pikir bahwa kehidupan hanya memiliki satu jalur dengan membuat tiga versi kehidupan yang berbeda dalam lima tahun ke depan.

  1. 1. Babak pertama: kehidupan yang sedang direncanakan

    ilustrasi rencana hidup
    ilustrasi rencana hidup (freepik.com/rawpixel.com)

    Babak pertama merupakan gambaran mengenai kehidupan yang ingin dijalani berdasarkan rencana dan kondisi saat ini. Pada bagian ini, seseorang dapat menentukan berbagai tujuan pribadi maupun profesional yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan, termasuk langkah-langkah dan tonggak penting yang ingin dilalui.

    Sofia Ghasemi, personel sumber daya manusia, dikutip dari Design Studies Institute, menjelaskan bahwa babak pertama dapat dilakukan dengan membuat garis waktu selama lima tahun. Garis waktu tersebut kemudian diisi dengan tujuan pribadi maupun profesional, termasuk berbagai pencapaian penting yang ingin diraih.

    "Jangan ragu untuk mencoret-coret, membuat catatan, atau menulis di garis waktu milikmu sendiri. Lagipula, ini adalah hidupmu, dan kamu berhak untuk mendesainnya," ungkap Sofia.

  2. 2. Babak kedua: kehidupan alternatif

    ilustrasi membuat backup plan
    ilustrasi membuat backup plan (unsplash.com/uxindo)

    Babak kedua merupakan rancangan kehidupan alternatif apabila rencana pertama tidak dapat diwujudkan. Pada bagian ini, seseorang diajak untuk membayangkan jalan kehidupan lain yang tetap memungkinkan dirinya mencapai kehidupan yang diinginkan, tetapi dengan arah yang berbeda dari rencana sebelumnya.

    Sofia menambahkan bahwa pada babak ini, seseorang dapat membuat garis waktu lima tahun baru yang berfungsi sebagai "Rencana B" apabila "Rencana A" tidak berhasil. Babak kedua juga menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi pilihan yang sebelumnya mungkin belum pernah terpikirkan.

    "Babak ini perlu menerapkan cara berpikir seperti apa jalan menuju tujuan baru ini dan bagaimana kamu akan mencapainya? Garis waktu ini harus menjawab pertanyaan 'Apakah saya memiliki cadangan jika saya membutuhkannya?'," tambah Sofia.

  3. 3. Babak ketiga: kehidupan wild card

    Ilustrasi wanita sedang membayangkan masa depan
    Ilustrasi wanita sedang membayangkan masa depan. (Pexels.com/mentatdgt)

    Babak ketiga merupakan rancangan kehidupan yang lebih bebas dari berbagai batasan dan ekspektasi yang selama ini memengaruhi pilihan seseorang. Pada bagian ini, seseorang dapat membayangkan kehidupan yang ingin dijalani tanpa terlalu memikirkan apakah pilihan tersebut terlihat realistis, sesuai dengan status sosial, atau mendapat persetujuan dari orang lain.

    Eloise Kulesz, pelatih perubahan perilaku, dilansir Fossa, mengatakan bahwa garis waktu pada babak ketiga menjadi kesempatan untuk membayangkan kehidupan jika uang bukanlah masalah. Dengan begitu, seseorang dapat mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang mungkin selama ini hanya dianggap sebagai impian.

    "Babak ketiga ini menjadi rancangan kehidupan di mana kamu berpikir bagaimana kehidupanmu jika kamu tidak peduli dengan uang atau apa yang orang lain pikirkan tentangmu," kata Eloise.

    Tanpa disadari, seseorang terkadang hanya membayangkan satu jalan kehidupan karena terpengaruh oleh berbagai keterbatasan, ekspektasi, atau ketakutan akan masa depan. Melalui The Odyssey Plan, seseorang justru diajak melihat bahwa kehidupan dapat memiliki lebih dari satu kemungkinan dengan merancang tiga versi masa depan yang berbeda. Dengan begitu, latihan ini dapat membantu seseorang mengeksplorasi berbagai pilihan dan menemukan gambaran kehidupan yang ingin mereka bangun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More