Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menghadapi Titik Resah Saat Hidup Terasa Tidak Jelas

4 min read
5 Tips Menghadapi Titik Resah Saat Hidup Terasa Tidak Jelas
ilustrasi resah (pexels.com/meijii)
  • Kenali sumber keresahan dengan memperhatikan keluhan yang berulang dan mencatat pemicu harian, agar terlihat bagian hidup yang benar-benar mengganggu.
  • Tidak semua keinginan harus langsung menjadi keputusan besar; amati apakah keinginan tetap muncul dalam waktu lama atau hanya dorongan sesaat.
  • Singkirkan tekanan patokan usia dan selesaikan langkah kecil yang jelas, seperti memperbarui CV atau menghitung biaya hidup, tanpa memaksa jawaban sekaligus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mungkin yang paling bikin capek justru bukan masalah dalam hidup kita, melainkan saat kita sendiri bahkan gak tahu masalahnya apa. Mau bilang bosan, rasanya bukan cuma soal kerjaan. Mau bilang butuh perubahan, belum tentu tahu perubahan seperti apa yang diinginkan.

Titik resah seperti ini sering bikin kepala penuh karena kita ingin mengubah sesuatu, tetapi belum tahu harus mulai dari mana. Yuk, simak sama-sama cara menghadapinya.

  1. 1. Perhatikan hal yang terus kamu keluhkan

    ilustrasi mengeluh
    ilustrasi mengeluh (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Kalimat yang sama biasanya terucap berkali-kali tanpa kamu sadari. “Gue capek kerja begini terus,” “kenapa tiap lihat gaji rasanya kurang,” atau “gue sebenarnya gak pengin hidup kayak gini” mungkin awalnya cuma terdengar seperti keluhan biasa. Namun, kalau topik yang sama terus keluar setiap kali kamu ngobrol dengan teman atau mengeluh sendirian, bagian tersebut layak diperhatikan.

    Keluhan soal pekerjaan, misalnya, belum tentu berarti kamu ingin resign. Bisa saja yang bikin kesal justru gaji, atasan, jam pulang, perjalanan ke kantor, atau jenis pekerjaan yang terus kamu kerjakan. Daripada langsung menyimpulkan bahwa hidupmu sedang gak jelas, cari tahu dulu bagian mana yang paling sering membuatmu ingin mengeluh.

  2. 2. Jangan menganggap semua keinginan harus sesuai rencana

    ilustrasi membuat rencana
    ilustrasi membuat rencana (pexels.com/Vlada Karpovich)

    Keinginan pindah kota belum tentu berarti kamu harus segera mencari apartemen di kota lain. Kepikiran untuk kuliah lagi juga gak otomatis berarti harus daftar tahun ini. Ada keinginan yang memang perlu dipikirkan lebih lama sebelum berubah menjadi keputusan besar.

    Perhatikan saja keinginan yang terus muncul meski beberapa minggu sudah berlalu. Kalau kamu berkali-kali membayangkan pekerjaan lain, misalnya, coba lihat apakah yang kamu inginkan memang profesinya atau hanya ingin lepas dari kantor sekarang. Sebaliknya, kalau sebuah keinginan hilang setelah beberapa hari, kamu gak perlu memaksakan diri untuk menjadikannya rencana hidup.

  3. 3. Catat kejadian yang membuatmu resah

    ilustrasi mencatat
    ilustrasi mencatat (pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Saat merasa hidup gak jelas, jangan cuma mengandalkan perasaan yang muncul setelah mengalami hari yang buruk. Misalnya, kamu pulang kantor dalam keadaan kesal lalu merasa sudah gak tahan dengan pekerjaan, tetapi seminggu kemudian perasaan itu gak muncul sama sekali. Catatan kecil tentang apa yang terjadi hari itu bisa membantu kamu melihat apakah rasa gak betah tersebut memang sering muncul atau cuma dipicu kejadian tertentu.

    Gak perlu menulis panjang seperti jurnal karena sebagai orang dewasa kadang kita sama sekali gak memiliki waktu untuk rajin menulis jurnal. Tulis saja apa yang terjadi, bagian mana yang bikin kesal, dan apa yang justru membuat harimu terasa menyenangkan selama beberapa minggu. Dari situ, kamu punya gambaran yang lebih jelas tentang bagian hidup yang memang mengganggu, bukan sekadar kesan bahwa semuanya sedang berantakan.

  4. 4. Lepaskan patokan umur untuk sementara

    ilustrasi beli rumah
    ilustrasi beli rumah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Memasuki usia tertentu sering bikin kita sibuk menghitung pencapaian sendiri. Teman sudah menikah, ada yang pindah kerja dengan gaji dua hingga tiga digit, ada yang membeli rumah dua lantai dengan kolam renang, sementara kamu masih berkutat dengan pertanyaan yang sama sejak beberapa tahun lalu "kapan nikah?". Melihat kehidupan orang lain seperti itu bisa membuat keputusan yang sebenarnya belum ingin kamu ambil terasa seperti sesuatu yang mendesak.

    Coba singkirkan dulu pertanyaan seperti “di umur segini seharusnya aku sudah punya apa?”. Ganti dengan pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupanmu sekarang, misalnya “pekerjaan seperti apa yang masih sanggup aku jalani?” atau “hal apa yang sudah gak ingin aku lakukan lagi?”. Jawaban seperti itu memang gak langsung memberi gambaran mengenai masa depan, tetapi setidaknya kamu punya sesuatu yang lebih nyata untuk dipertimbangkan.

  5. 5. Jangan paksa diri menemukan jawaban dalam sekali duduk

    ilustrasi duduk diam berpikir
    ilustrasi duduk diam berpikir (pexels.com/Chinmay Singh)

    Titik resah sering membuat kita ingin menyelesaikan semuanya sekaligus. Malam ini harus tahu mau kerja di mana, tahun depan harus tinggal di kota mana, lalu lima tahun lagi harus sudah mencapai apa. Padahal, keputusan besar seperti itu jarang muncul hanya karena duduk sendirian sambil memikirkan hidup selama beberapa jam.

    Lebih masuk akal kalau kamu menyelesaikan satu urusan yang memang sudah jelas terlebih dahulu. Kalau pekerjaan sekarang bikin gak nyaman, misalnya, kamu bisa memperbarui CV dan melihat lowongan tanpa harus langsung mengundurkan diri. Kalau ingin pindah kota, kamu bisa mulai menghitung biaya hidup dan melihat harga tempat tinggal sebelum memutuskan apakah keinginan tersebut benar-benar masuk akal.

    Mungkin minggu depan kamu masih belum tahu mau membawa hidup ke mana. Setidaknya, kamu gak lagi menghabiskan malam hanya dengan memikirkan “sebenarnya gue kenapa, sih?” tanpa tahu apa yang sedang dicari. Nah, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya bagian hidup mana yang paling bikin kamu resah belakangan ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More