Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Commuting di Jakarta supaya Gak Tua di Jalan

Ilustrasi perempuan memakai earphone
Ilustrasi perempuan memakai earphone (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Pilih transportasi sesuai rute dan gaya hidup
  • Hindari jam padat jika memungkinkan
  • Maksimalkan waktu di jalan untuk hal positif
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta memang kota yang dinamis, penuh peluang, tapi juga tak luput dari tantangan harian bernama macet. Bagi para pekerja atau pelajar yang harus commuting dari satu wilayah ke wilayah lain setiap hari, waktu di jalan bisa terasa sangat melelahkan bahkan bikin stres. Gak heran istilah "tua di jalan" jadi begitu relevan di kota ini.

Tapi jangan khawatir, dengan strategi yang tepat, commuting di Jakarta bisa jadi lebih efisien dan nyaman. Kamu bisa menghemat waktu, tenaga, bahkan menjaga mood tetap positif sepanjang hari. Berikut ini akan dibagikan lima tips commuting di Jakarta supaya gak "tua di jalan". Keep scrolling!

1. Pilih transportasi yang sesuai dengan rute dan gaya hidup

ilustrasi menunggu bus di halte
ilustrasi menunggu bus di halte (freepik.com/pvproductions)

Salah satu kunci commuting yang efisien di Jakarta adalah memilih transportasi publik atau pribadi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Saat ini, tersedia berbagai opsi seperti KRL, MRT, LRT, TransJakarta, hingga ojek online. Setiap moda punya kelebihan dan kekurangannya tergantung rute dan waktu tempuh.

Kalau kamu tinggal jauh dari pusat kota, KRL bisa jadi pilihan hemat dan cepat, meski kadang penuh di jam sibuk. MRT dan LRT cenderung lebih nyaman dan tepat waktu untuk rute dalam kota. Gunakan kombinasi beberapa moda transportasi jika perlu, dan eksplorasi rute alternatif agar tidak terus-terusan terjebak macet.

2. Hindari jam-jam padat jika memungkinkan

ilustrasi stasiun kereta saat jam padat
ilustrasi stasiun kereta saat jam padat (freepik.com/eyeem)

Jam sibuk di Jakarta umumnya terjadi antara pukul 06.30–09.00 pagi dan 16.30–19.00 sore. Jika jadwalmu fleksibel, cobalah berangkat lebih awal atau lebih lambat dari jam puncak. Selain perjalanan jadi lebih cepat, kamu juga bisa menikmati suasana perjalanan yang lebih tenang.

Bagi yang bekerja kantoran, coba diskusikan opsi fleksibel working hours dengan atasan. Beberapa kantor di Jakarta sudah mulai menerapkan kebijakan ini untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Menghindari jam padat bukan hanya menghemat waktu, tapi juga bisa menjaga kesehatan mental.

3. Maksimalkan waktu di jalan untuk hal positif

ilustrasi MRT Jakarta
ilustrasi MRT Jakarta (pixabay.com/NaufalAkbar)

Daripada mengeluh soal macet atau sesak, manfaatkan waktu commuting untuk hal yang membangun. Jika memungkinkan, kamu bisa mendengarkan podcast, audiobook, atau playlist favorit. Ini bisa jadi momen me time yang justru menyenangkan di tengah rutinitas padat.

Buat kamu yang sedang belajar atau meningkatkan skill, coba manfaatkan waktu di jalan untuk menyimak materi e-learning atau kelas daring. Dengan begitu, kamu tetap bisa produktif meski sedang dalam perjalanan. Intinya ubah waktu commuting dari beban menjadi investasi.

4. Siapkan semua kebutuhan sejak malam sebelumnya

ilustrasi menyiapkan perlengkapan kerja
ilustrasi menyiapkan perlengkapan kerja (freepik.com/freepik)

Persiapan adalah kunci utama commuting yang lancar. Siapkan pakaian, perlengkapan kerja, kartu e-money, dan bekal jika perlu sejak malam sebelumnya. Dengan begitu, kamu gak perlu tergesa-gesa di pagi hari dan bisa berangkat lebih tenang.

Kalau kamu naik kendaraan pribadi, pastikan bahan bakar cukup, saldo e-toll tersedia, dan rute sudah dicek lewat aplikasi seperti Google Maps. Persiapan matang bisa mengurangi stres dan mencegah hal-hal kecil yang bikin telat atau panik di pagi hari.

5. Jaga kondisi tubuh dan mental selama perjalanan

ilustrasi seorang perempuan sedang minum air mineral
ilustrasi seorang perempuan sedang minum air mineral (freepik.com/tawatchai07)

Commuting yang panjang bisa menguras energi. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit. Tidur cukup di malam hari, sarapan yang bergizi, dan bawa air minum selama perjalanan. Jangan lupakan masker dan hand sanitizer juga, karena transportasi umum masih jadi tempat berkumpul banyak orang.

Selain fisik, jaga juga kondisi mentalmu. Jangan biarkan emosi negatif dari perjalanan memengaruhi sisa harimu. Coba latih kesabaran dan mindfulness selama commuting. Kadang, sedikit perubahan cara pandang bisa bikin perjalanan terasa lebih ringan.

Commuting di Jakarta memang bisa melelahkan, tapi bukan berarti gak bisa dikelola. Dengan memperhatikan lima tips commuting di Jakarta, aktivitas tersebut jadi lebih ringan dan menyenangkan. Terpenting adalah jaga kesehatan fisik supaya tetap sehat dan kuat saat commuting, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us