Kesedihan adalah bagian alami dari kehidupan. Kehilangan, patah hati, kegagalan, atau tekanan hidup dapat memunculkan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa. Tak sedikit orang memilih memendam perasaannya karena takut dihakimi atau merasa tidak ada yang benar-benar memahami apa yang sedang mereka alami. Padahal, emosi yang terus dipendam berisiko memengaruhi kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.
Salah satu cara yang dapat membantu mengolah emosi adalah melalui menulis puisi. Dalam dunia psikologi, praktik menulis secara ekspresif (expressive writing) dikenal dapat membantu seseorang mengenali, mengekspresikan, dan merefleksikan perasaan yang sedang dialami. Meski puisi bukan pengganti terapi profesional, kegiatan ini bisa menjadi media yang aman untuk berdialog dengan diri sendiri sekaligus mengubah rasa sakit menjadi karya yang bermakna. Berikut lima tips menulis puisi sebagai bentuk terapi diri.
