Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Nongkrong Produktif di Kafe, Hasil Harus Sepadan dengan Biaya
ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/Chevanon Photography)

Sekarang kafe menjamur di berbagai daerah dan bukan cuma di kota besar. Di kota kecil dengan upah minimum 2 jutaan rupiah pun kafe beroperasi hingga larut malam serta selalu ramai. Ini membuat nongkrong di kafe bukan lagi terasa sebagai kemewahan atau kegiatan sesekali.

Terutama bagi anak muda, nongkrong di kafe seperti telah menjadi keseharian. Tentu ada biaya yang harus dikeluarkan setiap kamu pergi ke kafe. Bagaimana cara supaya kesukaan nongkrong di kafe gak cuma bikin boros?

Dirimu perlu tetap bisa produktif dari kafe. Baik dengan cara kamu nongkrong sambil bekerja maupun mengerjakan tugas buatmu yang masih kuliah. Bukan sekadar dirimu memesan minuman dan makanan, ngobrol sama teman sampai larut malam, atau scrolling medsos. Ikuti tipsnya biar hobi ke kafe lebih bermanfaat.

1. Pilih kafe yang gak terlalu ramai dan fasilitas buat kerjanya oke

ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/Bimbim Sindu)

Semua kafe dirancang supaya pengunjung merasa nyaman untuk bersantai. Menunya juga enak dan kekinian. Namun, tidak setiapnya menyediakan fasilitas yang memadai untuk pengunjung yang ingin sambil bekerja atau mengerjakan tugas kuliah dengan fokus.

Karena tujuanmu ke sana bukan sekadar nongkrong melainkan mau tetap produktif, maka harus ada stopkontak untuk mengisi baterai laptop dan smartphone. Syukur-syukur ada WiFi gratis yang bisa dimanfaatkan sehingga pekerjaanmu lebih lancar. Penerangannya juga jangan terlalu remang-remang.

Itu membuat mata mudah lelah kalau kamu membaca atau mengetik. Suasana kafe hendaknya juga tak terlalu ramai. Walaupun dirimu gak suka suasana supersepi yang bikin ngantuk, ramai sekali hanya akan membuatmu sulit berkonsentrasi.

2. Harus punya dan taat rencana mau mengerjakan apa selama di sana

ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/Darlene Alderson)

Kalau kamu mau produktif selama di kafe, jangan buru-buru pergi tanpa rencana yang jelas. Hindari pemikiran terpenting dirimu sampai sana dulu. Soal di sana kamu mau ngapain lihat nanti saja.

Itu namanya impulsif dan sering kali berujung dirimu malah gak ngapa-ngapain kecuali minum, makan, serta melihat-lihat ke sekitar. Pergilah dengan rencana dan taati. Rencana itu mesti terperinci. Bukan sekadar dirimu hendak mengerjakan skripsi.

Tentukan kamu mau bikin bagian apa? Apakah bagian kuesionernya, analisis data, atau lainnya? Ini memudahkanmu buat tetap fokus mengerjakannya selama di kafe. Begitu pun untukmu yang telah bekerja. Dari sekian banyak pekerjaanmu hari itu, cukup ambil beberapa tugas yang bisa dikerjakan dari kafe.

3. Tetap batasi waktu biar kamu cekatan bekerja

ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/Pramod Tiwari)

Produktif dari kafe bukan lantas kamu membebaskan diri mau sampai jam berapa pun di sana. Pertama, tidak sopan untukmu terlalu lama memakai semua fasilitas yang disediakan jika pesananmu cuma sedikit. Kafe bisa rugi karena pengunjung lain gak kebagian tempat duduk.

Dirimu juga menambah pengeluaran kafe untuk biaya listrik plus menyedot kuota WiFi. Alasan berikutnya, jam kerja yang tidak terbatas justru rentan membuatmu cenderung bermalas-malasan. Selalu ada penundaan kecil-kecilan karena kamu merasa masih punya banyak waktu.

Batasi waktumu di sana, misalnya maksimal 1,5 jam sejak pesanan datang. Ini mendorongmu buat menomorsatukan pengerjaan tugas. Lagi pula, fokusmu apalagi di tempat umum paling bertahan dalam rentang waktu tersebut. Lebih dari itu kamu sebenarnya mulai capek dan sering terdistraksi.

4. Boleh ajak teman, tapi harus sama seriusnya dalam bekerja atau bikin tugas

ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/nhavantuonglai)

Ke kafe tanpa kawan terasa membosankan? Kamu yang gak biasa ke mana-mana sendirian mungkin memang membutuhkannya. Adanya teman satu saja sudah membantumu untuk tidak mudah bosan atau canggung sebab pengunjung lain datang dalam rombongan.

Namun, tidak semua kawan pas untuk diajak. Salah pilih teman justru membubarkan rencanamu tetap produktif dari kafe. Dia bakal sering mengajakmu mengobrol dan kamu merasa gak enak bila tidak menanggapi.

Cukup teman yang sama-sama mau produktif sambil nongkrong di kafe saja yang diajak. Kalian punya tugas masing-masing dan hampir sepanjang waktu nanti fokus ke situ. Kalian boleh pergi dan pulang bareng, tapi selama di kafe lebih ke sebatas kawan semeja.

5. Hitung-hitungan biaya vs hasil

ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/Lisa Fotios)

Pada akhirnya produktivitasmu selama di kafe harus dihitung dengan cermat. Jangan sampai kamu cuma kelihatan produktif dengan ke sana kemari membawa laptop. Aslinya malah dirimu lebih produktif kalau bekerja dari rumah atau kos-kosan.

Untukmu yang sudah bekerja dapat membandingkan total biaya ke kafe dalam sebulan dengan nilai proyek yang dikerjakan selama di sana. Nilai proyek yang pengerjaannya lama dapat dirata-rata per bulannya. Kalau ada biaya ekstra karena kamu bekerja dari kafe seharusnya cuan yang dihasilkan juga bertambah.

Untukmu yang mahasiswa, perbandingannya memang tidak bisa soal uang. Namun, kamu dapat membandingkan tugas yang dapat diselesaikan di kafe vs rumah atau kos-kosan dalam waktu yang sama. Jika dirimu di rumah cukup modal kopi saset mampu menyelesaikan lebih banyak tugas, berarti pindah ke kafe pun gak membantumu lebih produktif.

6. Jangan sibuk ambil dan posting foto di medsos

ilustrasi bekerja di kafe (pexels.com/DoDo PHANTHAMALY)

Ini menjadi godaan terbesar ketika kamu berada di kafe. Makin bagus tempat dan penyajian minuman serta makanannya tentu dirimu tambah ingin mengabadikannya. Kamu mengambil beberapa foto bahkan video.

Tanpa terasa waktumu lebih banyak dihabiskan buat mengambil gambar dari sudut yang tepat. Belum lagi waktu untuk mengedit, mengunggahnya ke media sosial, mengecek notifikasi, dan membalas komentar yang masuk. Ini tak boleh terjadi.

Terus ingatkan diri tentang tujuan utamamu ke kafe. Kalaupun kamu mau mengambil gambar cukup sekali. Itu pun foto atau video diunggah ke medsos nanti saja kalau tugasmu sudah beres.

Sesekali bekerja atau mengerjakan tugas dari kafe ada baiknya untuk mencegah rasa bosan. Di kafe kamu bisa merasa lebih fresh bahkan menemukan ide baru. Namun, kedisiplinan memang harus lebih diperhatikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article