Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Praktis Merawat Mesin Cuci Lama agar Awet dan Tetap Optimal

5 Tips Praktis Merawat Mesin Cuci Lama agar Awet dan Tetap Optimal
ilustrasi mesin cuci (unsplash.com/PlanetCare)
Intinya Sih
  • Perawatan rutin seperti membersihkan tabung, memeriksa selang, dan menjaga posisi mesin membantu mempertahankan performa mesin cuci lama agar tetap efisien.
  • Mengatur kapasitas cucian sesuai anjuran serta memakai deterjen dengan takaran tepat mencegah kerusakan motor dan penumpukan residu di dalam mesin.
  • Kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten dapat memperpanjang umur pakai mesin cuci lama sekaligus menghemat biaya perawatan rumah tangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mesin cuci lama sering kali masih jadi andalan di rumah karena sudah terbukti tangguh dan familiar dalam penggunaan. Meskipun usia pakai sudah cukup panjang, performanya sebenarnya masih bisa dijaga selama perawatan dilakukan dengan tepat. Tanpa perhatian yang cukup, mesin cuci lama cenderung mengalami penurunan kinerja, mulai dari putaran melemah hingga hasil cucian yang kurang bersih.

Menariknya, perawatan mesin cuci gak selalu membutuhkan biaya besar atau langkah yang rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru memberikan dampak signifikan terhadap umur pakai dan performanya. Yuk mulai terapkan tips berikut agar mesin cuci lama tetap bekerja optimal dan tahan lebih lama!

1. Bersihkan tabung secara rutin dan menyeluruh

ilustrasi mencuci dengan mesin cuci
ilustrasi mencuci dengan mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)

Tabung mesin cuci menjadi bagian utama yang sering terpapar kotoran, sisa deterjen, dan residu dari pakaian. Jika gak dibersihkan secara rutin, kotoran ini akan menumpuk dan menyebabkan bau tidak sedap serta menurunkan kualitas hasil cucian. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam tabung.

Pembersihan bisa dilakukan dengan menjalankan siklus pencucian tanpa pakaian menggunakan air hangat dan cairan pembersih khusus atau campuran cuka dan soda kue. Proses ini membantu melarutkan residu yang menempel di dinding tabung. Dengan tabung yang bersih, mesin cuci dapat bekerja lebih efisien dan hasil cucian tetap maksimal.

2. Perhatikan kapasitas beban cucian

ilustrasi mencuci pakaian
ilustrasi mencuci pakaian (pexels.com/Sarah Chai)

Mengisi mesin cuci melebihi kapasitas sering dianggap cara praktis untuk menghemat waktu. Padahal, kebiasaan ini justru memberi tekanan berlebih pada motor dan sistem putaran mesin. Beban yang terlalu berat membuat mesin bekerja lebih keras dan berisiko mengalami kerusakan lebih cepat.

Sebaliknya, mengisi mesin sesuai kapasitas yang dianjurkan membantu menjaga keseimbangan putaran. Pakaian juga dapat tercuci lebih merata karena ruang gerak yang cukup. Dengan pengaturan beban yang tepat, mesin cuci dapat bertahan lebih lama tanpa penurunan performa yang signifikan.

3. Gunakan deterjen sesuai jenis dan takaran

ilustrasi mencuci dengan mesin cuci
ilustrasi mencuci dengan mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)

Pemilihan deterjen yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi mesin cuci lama. Penggunaan deterjen berlebihan dapat meninggalkan residu yang menumpuk di dalam tabung dan saluran air. Hal ini berpotensi mengganggu sistem kerja mesin dalam jangka panjang.

Menggunakan deterjen dengan takaran yang sesuai membantu menjaga kebersihan mesin sekaligus memastikan hasil cucian tetap optimal. Jika memungkinkan, pilih deterjen khusus untuk mesin cuci yang lebih ramah terhadap komponen internal. Kebiasaan ini mampu mengurangi risiko kerusakan akibat penumpukan zat kimia.

4. Periksa selang dan saluran air secara berkala

ilustrasi mencuci dengan mesin cuci
ilustrasi mencuci dengan mesin cuci (unsplash.com/Sufyan)

Selang dan saluran air sering kali luput dari perhatian, padahal perannya sangat penting dalam sistem kerja mesin cuci. Selang yang tersumbat atau bocor dapat mengganggu aliran air dan memengaruhi proses pencucian. Kondisi ini juga dapat menyebabkan genangan air yang berisiko merusak komponen lain.

Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak awal sebelum menjadi lebih serius. Pastikan tidak ada lipatan atau kotoran yang menghambat aliran air. Dengan saluran yang lancar, mesin cuci dapat bekerja lebih stabil dan efisien.

5. Letakkan mesin cuci di posisi yang tepat dan stabil

ilustrasi mesin cuci
ilustrasi mesin cuci (unsplash.com/Point3D Commercial Imaging Ltd.)

Posisi mesin cuci berpengaruh besar terhadap performa dan keawetannya. Permukaan yang tidak rata dapat menyebabkan getaran berlebih saat mesin beroperasi. Getaran ini berpotensi merusak komponen internal seperti motor dan sistem suspensi.

Menempatkan mesin cuci di permukaan yang datar dan kokoh membantu menjaga kestabilan saat digunakan. Selain itu, pastikan area sekitar mesin memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindari kelembapan berlebih. Dengan penempatan yang tepat, mesin cuci dapat bekerja lebih optimal dan tahan lama.

Merawat mesin cuci lama bukan sekadar menjaga fungsi, tetapi juga mempertahankan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu memperpanjang usia pakai mesin tanpa perlu penggantian dalam waktu dekat. Hal ini tentu memberikan efisiensi dari segi biaya dan penggunaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Related Articles

See More