Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Puasa bagi Musafir, Jaga Kesehatan Fisik dan Mental!
Ilustrasi musafir (pexels.com/Alican Helik)
  • Artikel membahas tantangan berpuasa bagi musafir selama Ramadan serta pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental saat melakukan perjalanan jauh.
  • Ditekankan perlunya niat kuat, sahur bergizi seimbang, pengaturan waktu istirahat, serta persiapan logistik berbuka agar ibadah tetap lancar di perjalanan.
  • Selain aspek fisik, artikel menyoroti pentingnya menjaga ketenangan mental melalui doa, zikir, dan penerimaan kondisi agar perjalanan terasa lebih ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan saat perjalanan menjadi tantangan tersendiri. Contoh bepergian di bulan Ramadan, seperti perjalanan bisnis yang tidak bisa ditunda, tugas sekolah atau kuliah, hingga harus mudik sebelum Lebaran.

Kelelahan di perjalanan hingga perbedaan waktu dan kondisi cuaca bisa memengaruhi fisik maupun mental. Dalam Islam, orang yang melakukan perjalanan jauh atau musafir memang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa (rukhsah).

Namun bagi kamu yang tetap ingin menjalankannya, diperlukan persiapan hingga strategi agar ibadah tetap lancar tanpa mengabaikan kesehatan fisik dan mental. Berikut beberapa tips puasa bagi musafir agar tetap dalam kondisi prima.

1. Mulai dengan niat yang kuat

Ilustrasi musafir (pexels.com/Keira Burton)

Islam mengatur keringanan (rukhsah) bagi para musafir untuk tidak wajib berpuasa. Jika kondisi fisik tidak memungkinkan di tengah perjalanan, musafir dibolehkan berbuka puasa.

Sebelum memutuskan tetap berpuasa, pastikan kondisi tubuh benar-benar fit. Jika perjalanan jauh, melelahkan, atau membutuhkan konsentrasi tinggi, pertimbangkan untuk mengambil keringanan tersebut dan menggantinya di hari lain. Kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu, sebelum bepergian jauh, niatkan perjalanan sebagai ibadah. Butuh tekad kuat untuk tetap berpuasa saat di perjalanan panjang.

2. Makan sahur dengan nutrisi yang seimbang agar tidak cepat lelah atau mengantuk

Ilustrasi musafir (pexels.com/RDNE Stock project)

Makan sahur jadi hal paling penting bagi para musafir. Asupan bernutrisi diperlukan agar tetap fit di jalan. Tidak hanya itu, makanan yang tepat akan menghindari kondisi tubuh yang cepat lelah atau mengantuk.

Apalagi, jika saat bepergian jauh menggunakan kendaraan pribadi dan mengharuskan menyetir. Maka, perhatikan isi piring dengan menu makanan seimbang dan usahakan menghindari karbohidrat sederhana seperti nasi atau makanan manis terlebih dahulu.

Berikut ada beberapa pilihan menu makanan sahur bagi musafir agar energi terjaga sepanjang perjalanan:

  • Karbohidrat kompleks untuk sumber cadangan energi: Nasi merah, oatmeal, ubi jalar, kentang, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

  • Serat dan protein untuk rasa kenyang lebih lama: Tempe dan sayur-sayuran hijau untuk serat dan protein nabati. Dada ayam, ikan, dan telur (protein hewani).

Hindari makanan terlalu asin atau berminyak karena bisa memicu dehidrasi dan rasa lemas selama perjalanan. Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan, seperti minum air putih atau air kelapa murni.

3. Mengatur waktu istirahat di jalan

Ilustrasi musafir (pexels.com/SplitShire)

Ketika melakukan perjalanan jauh, waktu istirahat biasanya dikorbankan. Saat berpuasa, atur istirahat di jalan agar tubuh tak cepat lelah sehingga tetap fokus selama perjalanan. Dengan begitu, ibadah bisa tetap berjalan lancar dan semangat.

Manfaatkan waktu senggang untuk beristirahat, baik dengan tidur singkat maupun sekadar relaksasi. Berikut ada tips dalam mengatur waktu istirahat saat bepergian jauh:

  • Manfaatkan waktu selama di dalam transportasi untuk istirahat: Bepergian menggunakan pesawat atau kereta adalah waktunya untuk memaksimalkan istirahat dan mengganti waktu tidur yang kurang karena terpotong sahur dan persiapan perjalanan.

  • Manfaatkan rest area: Jika bepergian menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor, sempatkan waktu istirahat di siang hari dengan berhenti di rest area. Hindari melakukan perjalanan di siang hari karena konsentrasi di jam tersebut menurun. Lanjutkan perjalanan di sore harinya.

4. Siapkan makanan ringan untuk berbuka di jalan

Ilustrasi kurma (pexels.com/Zak Chapman)

Tips puasa bagi musafir selanjutnya adalah mempersiapkan logistik untuk berbuka puasa. Tidak jarang, ketika masih di kendaraan waktu berbuka puasa pun tiba. Untuk itu, siapkan perbekalan seperti air hingga makanan kecil.

Makanan ringan padat nutrisi seperti kurma, kacang-kacangan, dan biskuit bisa jadi solusi untuk membatalkan puasa sementara, apalagi jika sedang berada di wilayah yang jauh dari kota, sehingga persiapan logistik menjadi wajib. Jangan lupa juga untuk mengetahui jadwal berbuka puasa karena di setiap wilayah, karena waktu magrib bisa berbeda. Siapkan aplikasi ibadah yang mudah diakses di mana pun dan kapan pun, serta selalu aktifkan GPS.

5. Jaga kesehatan mental

Ilustrasi musafir (pexels.com/Keira Burton)

Selain kondisi fisik yang perlu diperhatikan, mental juga tidak boleh terlewatkan. Ini karena perjalanan bisa memicu stres karena jadwal padat, macet, atau perubahan lingkungan.

Cobalah tetap tenang dengan memperbanyak zikir, doa, atau teknik pernapasan sederhana. Menjaga niat dan kesadaran spiritual dapat membantu menenangkan pikiran serta membuat perjalanan terasa lebih ringan dan bermakna.

Pahami dan terima bahwa perjalanan mungkin akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan karena kondisi jalan yang sering tidak terprediksi. Dengan menerima keadaan, tingkat stres akan menurun dan perjalanan akan terasa jauh lebih ringan.

Itulah tips puasa bagi musafir agar kondisi fisik dan mental tetap terjaga. Semoga bermanfaat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team