Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ramadan Bukan Sekadar Puasa, Upgrade Diri dengan Mindset Positif Ini

Ramadan Bukan Sekadar Puasa, Upgrade Diri dengan Mindset Positif Ini
ilustrasi seseorang belajar agama Islam (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Bulan Ramadan dipandang sebagai momen refleksi diri dan kesempatan untuk memperbaiki pola pikir agar lebih berorientasi pada tujuan spiritual serta kedekatan dengan Allah.
  • Artikel menekankan pentingnya mengutamakan Allah di atas ego pribadi, serta menjadikan setiap tindakan sebagai bentuk pengabdian dan pencarian rida-Nya.
  • Ditekankan bahwa kesuksesan sejati dinilai dari usaha dan izin Allah, bukan semata hasil materi, sehingga manusia diajak lebih bersyukur dan fokus pada proses pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan melakukan self reflection secara mendalam. Salah satu langkah untuk meningkatkan nilai diri adalah dengan membenahi mindset. Pola pikir yang lebih mengutamakan Allah serta fokus pada tujuan diciptakannya manusia dapat dibangun selama bulan Ramadan.

Suasana berpuasa dengan berbagai rangkaian ibadah sunah lainnya di bulan yang mulia ini bisa menunjang niat tersebut. Jadi, kalau kamu punya keinginan untuk upgrade diri jadi lebih baik, inilah momentum yang tepat. Terapkan 3 mindset positif ini dalam kehidupan sehari-hari!

1. Mengutamakan Allah, bukan ego pribadi

Ilustrasi Islam
Ilustrasi Islam (freepik.com/freepik)

Mungkin masih ada individu yang sibuk bekerja hingga terlena dan mengesampingkan ibadah. Tindakan seperti ini seringkali terjadi karena terlalu mengikuti ego atau keinginan pribadi yang besar. Padahal, setiap tindakan yang manusia lakukan di dunia ini semata-mata hanya untuk mencari rida Allah.

Misalnya ketika seseorang membantu orang lain, tujuannya bukan karena orang itu berjasa melainkan karena membantu sesama adalah perbuatan yang diridai Allah. Jadi ketika hendak melakukan sesuatu, tanyakan lagi pada diri sendiri, apakah tindakan tersebut dilakukan untuk diri sendiri atau untuk melayani Allah?

"Kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi." (Q.S Al-Lail ayat 20)

2. Allah menilai usaha manusia

Ilustrasi Islam
Ilustrasi Islam (freepik.com/jcom)

Makna kesuksesan kerap kali direduksi menjadi sesuatu yang bernilai materi. Di luar indikator tersebut, pencapaian seseorang tak dapat disebut sebagai kesuksesan. Selain hasil yang tak sesuai dengan standar sosial manusia, proses juga tidak lagi dipertimbangkan.

Namun di mata Allah, kesuksesan bukan soal materi, melainkan bagaimana manusia dapat bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.

"Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)." (Q.S An-Najm ayat 29-30)

Dalam tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas diri sendiri, orang lain tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. Maka, bagi orang yang berusaha akan mendapatkan hasil sebagaimana yang diusahakan.

Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa Allah sangat menghargai proses seorang hamba dalam melakukan sesuatu. Bukan semata-mata hasil yang paling penting, namun upaya orang tersebut dalam mencapai kebermanfaatan.

3. Setiap kesuksesan adalah atas kehendak-Nya

Ilustrasi Islam
Ilustrasi Islam (freepik.com/freepik)

Memahami bahwa setiap kesuksesan dan pencapaian adalah atas izin Allah membuat manusia lebih mudah merasa bersyukur. Selain itu, hal ini juga menjadi pengingat untuk manusia bahwa kesuksesan adalah sesuatu yang diberikan oleh Allah.

Mindset seperti ini memungkinkan manusia untuk membersihkan diri dari perasaan iri. Sehingga, lebih fokus pada proses personal daripada sibuk membandingkan keberhasilan orang lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More