Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Upin Ipin Ajarkan 5 Sikap Menghargai Perbedaan Budaya, Patut Ditiru!
Rempah emas yang dimaksud dalam ayam goreng Mail (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
  • Upin dan Ipin berteman dengan Mei Mei, Rajoo, Jarjit, dan Susanti tanpa menjadikan perbedaan budaya, keluarga, kebiasaan, maupun karakter sebagai penghalang.
  • Mereka menghargai perayaan teman, seperti Tahun Baru Imlek dan Hari Raya, dengan memberi ruang serta turut memahami kebahagiaan tanpa harus menjalankan tradisinya.
  • Rasa ingin tahu yang sopan, kemauan mendengar, dan tidak memaksakan kebiasaan sendiri ditunjukkan sebagai cara mengurangi prasangka serta menjaga pertemanan tetap nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau diperhatikan, lingkaran pertemanan Upin dan Ipin sangat beragam. Ada Mei Mei dari keluarga Tionghoa, Rajoo yang keturunan India, Jarjit yang dikenal dengan pantunnya, hingga Susanti yang berasal dari Indonesia. Selain berbeda budaya, mereka juga punya karakter yang berbeda-beda.

Namun, meski perbedaan terkadang menimbulkan gesekan kecil, mereka tetap bisa bermain dan belajar bersama. Dari pertemanan tersebut, berikut beberapa pelajaran tentang menghargai perbedaan yang bisa dipetik!

1. Gak menjadikan perbedaan budaya sebagai penghalang berteman

Animasi Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin dan Ipin tumbuh bersama teman-teman dengan latar belakang budaya yang berbeda. Mei Mei, Rajoo, Jarjit, dan Susanti memiliki keluarga, kebiasaan, hingga tradisi yang gak selalu sama dengan mereka. Namun, perbedaan tersebut gak menentukan siapa yang boleh masuk ke dalam lingkaran pertemanan mereka.

Menariknya, keberagaman itu terasa seperti bagian biasa dari keseharian mereka. Upin dan Ipin gak perlu membuat semua temannya menjadi sama agar bisa akrab. Pertemanan mereka menunjukkan bahwa mengenal orang dengan latar belakang berbeda, justru dapat memperluas pengalaman.

2. Ikut senang ketika teman merayakan tradisinya

daftar cita-cita murid Tadika Mesra di serial Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Dalam episode bertema perayaan tertentu, anak-anak Kampung Durian Runtuh juga diperlihatkan mengenal perayaan milik teman mereka. Misalnya, saat Mei Mei merayakan Tahun Baru Imlek atau saat Upin dan Ipin merayakan Hari Raya. Perbedaan tradisi gak membuat mereka menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk mengetahui kebiasaan satu sama lain.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa menghargai perbedaan gak harus berarti ikut menjalankan keyakinan atau tradisi orang lain. Memberikan ruang dan ikut menghargai kebahagiaan teman sudah menjadi bentuk toleransi yang sederhana.

3. Mau mencoba memahami sesuatu yang belum dikenal

daftar barang mewah yang pernah dipamerkan Ehsan di serial Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin dan Ipin punya satu kebiasaan yang cukup menonjol, yaitu banyak bertanya. Ketika menemukan sesuatu yang belum mereka pahami, keduanya lebih sering menunjukkan rasa penasaran daripada langsung menganggapnya aneh. Mereka bertanya kepada Opah, guru, maupun orang di sekitar untuk mendapatkan penjelasan.

Rasa ingin tahu seperti ini penting ketika bertemu dengan perbedaan. Sesuatu yang terasa asing belum tentu salah atau buruk, bisa jadi kita memang belum mengenalnya. Bertanya dengan sopan dan mau mendengarkan dapat membantu mengurangi prasangka.

4. Gak memaksakan kebiasaan sendiri kepada teman

Animasi Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin dan Ipin terbiasa menjalani keseharian sesuai dengan kebiasaan yang diajarkan Opah di rumah. Namun, mereka juga berteman dengan Mei Mei, Rajoo, Jarjit, dan Susanti yang tumbuh dengan kebiasaan keluarga berbeda. Saat bermain atau berkumpul, anak-anak ini gak selalu harus melakukan segala sesuatu dengan cara yang sama.

Menghargai perbedaan juga berarti menyadari bahwa sesuatu yang biasa dilakukan di keluarga kita, belum tentu berlaku di keluarga orang lain. Alih-alih menuntut teman mengikuti kebiasaan sendiri, kita bisa memberi ruang bagi mereka untuk menjalankan apa yang diyakini dan dibiasakan di keluarganya. Pertemanan pun terasa lebih nyaman ketika gak ada pihak yang merasa harus berubah hanya supaya diterima.

5. Mau belajar bahasa dan istilah yang digunakan teman

Susanti dan Mei Mei bermain masak-masakan di pondok kayu (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Percakapan anak-anak Tadika Mesra juga menunjukkan keberagaman mereka. Susanti, misalnya, beberapa kali menggunakan kosakata bahasa Indonesia yang terdengar berbeda bagi Upin, Ipin, dan teman-temannya. Perbedaan istilah tersebut terkadang membuat mereka penasaran dan perlu mencari tahu apa maksud perkataan Susanti.

Alih-alih menjadikan perbedaan bahasa sebagai alasan untuk mengecualikannya, mereka tetap mengajak Susanti bermain dan beraktivitas bersama. Dari interaksi sederhana tersebut, anak-anak justru bisa mengenal kosakata baru. 

Itu tadi 5 pelajaran tentang keberagaman budaya dari pertemanan Upin Ipin. Semoga bisa diterapkan di keseharianmu!

Curated For You

Editorial Team

Related Article