Comscore Tracker

Pemuda Kendari Lolos Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum

Ia jadi satu-satunya finalis regional dari Sulawesi, lho!

Barangkali Sudarlin tidak pernah menyangka jika namanya akan disebut sebagai finalis di babak nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019. Laki-laki asal Kendari ini, langsung berurai air mata begitu mengetahuinya. Sejurus kemudian, ia menghubungi keluarganya di daerah asalnya. Kebetulan, Sudarlin adalah satu-satunya finalis regional Surabaya yang berasal dari Sulawesi.

Selain Sudarlin, masih ada tiga finalis regional Surabaya yang berhak maju ke babak final nasional. Dua di antaranya mengangkat tema yang berkaitan dengan Humaniora, Budaya, dan Ilmu Sosial. Yuk, simak profil singkat keempatnya dan seperti apa karyanya yang memenangkan hati juri! 

1. Sudarlin, mahasiswa Universitas Halu Oleo angkat tema "Solusi Alternatif Mengatasi Limbah Logam Berat Sungai Tahi Ite, Kabupaten Bombana"

Pemuda Kendari Lolos Final Nasional Writing Competition Beswan DjarumIDN Times/Febriyanti Revitasari

Sujud syukur langsung Sudarlin lakukan begitu namanya diumumkan sebagai juara regional. Padahal, awal mula ia menulis karya ilmiah tersebut adalah untuk membantu menyelesaikan masalah orang-orang di sekitar Sungai Tahi Ite, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Saya sangat senang. Makanya saya langsung mengucap syukur, namun tidak boleh lupa bahwa ini adalah titipan dari Allah. Ini anugerah terbesar yang harus dijalani dengan baik. Inspirasi saya menulis adalah karena saya sangat prihatin dengan tercemarnya mata air oleh lumpur dan logam berat merkuri tambang emas,” urainya.

Saat ini, problematika limbah logam berat memang masih jadi masalah yang cukup sulit diatasi. Namun, Sudarlin berani memberikan solusinya dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang pokea yang dapat menyerap logam berat.

2. Selain Sudarlin, ada Reza Aprilia Arshanty yang tulisan ilmiahnya tentang aplikasi belajar gerakan dasar Tari Remo

Pemuda Kendari Lolos Final Nasional Writing Competition Beswan Djaruminstagram.com/djarumbeasiswaplus

Melihat karya tulis finalis regional Surabaya yang lain, jujur saja Reza sempat merasa minder. Namun dengan keteguhan usahanya, rupanya karya mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ini berhasil memenangkan hati juri. “Awalnya sempat minder karena melihat presentasi yang lain bagus-bagus. Saya tak mengira akan berhasil," ujarnya.

Namun, Reza tidak cepat berpuas diri. Menjelang final nasional nanti, ia harus lebih bersiap-siap. "Setelah ini, saya akan memperbaiki karya tulis seperti saran dewan juri. Saya juga akan berusaha semaksimal mungkin,” tutur Reza yang sempat grogi saat penilaian presentasi ini.

3. Dari kategori Humaniora, Budaya, & Ilmu Sosial, Terannisa Nabilah Balqis melaju ke final nasional lantaran aplikasi bank sampah & penjemputannya

Pemuda Kendari Lolos Final Nasional Writing Competition Beswan DjarumIDN Times/Febriyanti Revitasari

"Saat ini, bank sampah yang sudah ada mengharuskan nasabah-nasabahnya untuk mendatangi bank sampah yang ada di lingkungan mereka," jelas Terannisa menjelaskan latar belakang dibuatnya aplikasi SAMPAHQU. Dengan aplikasi ini, nasabah bisa melihat perolehan tabungan sampahnya secara terintegrasi dan bisa mendapatkan fasilitas penjemputan sampah bernama ojek sampah.

Baca Juga: Writing Competition Beswan Djarum Surabaya Penuh Ide Unik, Ini Temanya

4. Menemani Terannisa, Widya Wijaya Kusuma Putri mengusung karya bernama Kickdep. Karya ini merupakan aplikasi untuk mengurangi depresi

Pemuda Kendari Lolos Final Nasional Writing Competition Beswan Djaruminstagram.com/djarumbeasiswaplus

Inisiatif Widya dalam membuat aplikasi Kickdep, tidaklah datang secara tiba-tiba. Hal ini dimulai dari hasil pengamatannya pada lingkungan pertemanan sekitar. “Alasan pribadi memilih tema depresi karena dekat dengan jurusan saya, yakni Psikologi. Diperkuat lagi, dalam satu bulan itu saya menjumpai empat orang teman saya yang sepertinya di luar baik-baik saja, cukup berprestasi, namun ternyata melakukan self-harm," katanya 

Mahasiswa Universitas Surabaya ini merasa senang dengan diadakannya Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019. "Melalui Writing Competition, saya terbantu untuk mengemukakan pendapat dan memberikan solusi berupa konseling. Setelahnya, tentu saja implementasi. Tantangan saya juga untuk mengubah stigma dan cara pandang masyarakat terhadap orang yang pergi ke Psikolog,” tambahnya.

5. Tak cuma mendapat hadiah uang tunai, keempatnya akan adu gagasan lagi pada babak final nasional tanggal 21-22 Mei mendatang

Pemuda Kendari Lolos Final Nasional Writing Competition Beswan Djaruminstagram.com/djarumbeasiswaplus

Baik Sudarlin, Reza, Widya, dan Terannisa berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp5 juta dan piagam penghargaan. Yang pasti, mereka juga akan mendapatkan tiket berkompetisi di Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019.

Writing Competition ini adalah kelanjutan dari rangkaian pembekalan soft skills yang diberikan pada penerima Beswan Djarum. Sebelum itu, penerima beasiswa yang terdiri dari mahasiswa ini, dibekali dengan program Character Building dan Leadership Development. 

Kamu juga mau mendapatkan itu semua? Ingin menyalurkan gagasan brilianmu dan mengimplementasikannya pada masyarakat? Daftarkan segera dirimu menjadi Beswan Djarum angkatan 2019/2020 di www.djarumbeasiswaplus.org.

Baca Juga: Cara Djarum Foundation Siapkan Generasi Muda Menjadi Pemimpin

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Pinka Wima

Just For You