Konflik dalam hubungan sering kali menghadirkan situasi yang membingungkan, terutama ketika dua orang memiliki ingatan, perspektif, atau penilaian berbeda terhadap kejadian yang sama. Dalam kondisi seperti ini, istilah gaslighting kerap muncul untuk menggambarkan perilaku yang dianggap manipulatif atau membuat seseorang meragukan dirinya sendiri. Namun, gak semua perdebatan yang melelahkan, penyangkalan, atau ketidaksepakatan otomatis termasuk gaslighting karena perilaku tersebut memiliki konteks dan karakteristik yang berbeda.
Kesalahpahaman mengenai istilah ini dapat membuat seseorang keliru membaca dinamika hubungan, baik dengan pasangan, teman, keluarga, maupun rekan kerja. Di satu sisi, penggunaan istilah secara sembarangan dapat memperkeruh konflik yang sebenarnya masih bisa diselesaikan melalui komunikasi, tetapi di sisi lain, mengabaikan manipulasi yang berulang juga dapat merugikan kesehatan psikologis seseorang. Supaya lebih bijak dalam memahami konflik dan mengenali perilaku manipulatif, yuk, kenali lima miskonsepsi tentang gaslighting berikut ini!
