6 Tips Mendampingi Pasangan saat Kariernya Meredup

Semua rumah tangga punya ujian masing-masing. Tidak ada ujian yang lebih mudah atau berat karena kemampuan setiap pasangan dalam menghadapinya berbeda-beda. Tiadanya pengalaman berhadapan dengan suatu masalah bisa membuat ujian yang sepele bagi seseorang terasa berat sekali buat orang lain.
Namun, ujian yang berkaitan dengan meredupnya karier termasuk berat untuk semua orang. Alasannya, biasanya ini memengaruhi pendapatan dan membuat seseorang mengalami krisis kepercayaan diri. Karier yang meredup memang tidak sama dengan kehilangan pekerjaan.
Situasinya bisa pasanganmu dicopot dari jabatannya, dipindah ke posisi lain yang kurang bagus, atau proyeknya berkurang drastis daripada sebelumnya. Sebagai partner-nya dalam mengarungi rumah tangga, apa yang bisa dilakukan olehmu? Gunakan enam tips mendampingi pasangan saat kariernya meredup berikut ini agar kalian mampu melaluinya bersama-sama dan merawat optimisme akan hari esok.
1. Kurangi tuntutanmu padanya dan berikan perhatian ekstra

Ini bukan saat yang tepat buat makin membebani pasangan dengan aneka tuntutan. Bahkan tanpa kariernya mengalami penurunan pun, sebaiknya kamu tidak suka menuntutnya macam-macam. Sekalipun dia mencintaimu dan mampu memenuhi keinginanmu adalah sumber kebahagiaannya, tetap saja bisa muncul rasa stres.
Terlebih ketika pekerjaannya tak berjalan sesuai harapan. Dia sedang sedih dan cemas memikirkan masa depan. Jangan-jangan penurunan kariernya belum mencapai puncaknya. Artinya, masih ada kemungkinan nanti kariernya tambah hancur.
Alih-alih dirimu terus menuntut berbagai hal padanya, sudah seharusnya bisa memberikan perhatian lebih. Jangan tunggu ia mampu bercerita padamu. Kamu dapat terlebih dahulu menanyakan apa yang sedang dipikirkannya. Namun, jangan terlalu berisik, ya. Bertindaklah seperti sedotan yang menusuk tutup kemasan air minum. Pasangan menjadi dapat mengeluarkan semua keresahannya.
2. Bersama-sama mengevaluasi diri

Walaupun pasangan yang mengalami kemunduran dalam karier, bukan berarti ini sepenuhnya urusan dia. Dekatnya hubungan kalian membuat ada kemungkinan dirimu juga berperan atas masalah yang hari ini menimpanya. Selagi pasanganmu merenungkan kesalahannya dalam bekerja, kamu jangan diam saja.
Apakah selama ini kamu cukup suportif terhadap kariernya? Atau, dirimu malah cenderung menghambat pekerjaannya? Contohnya, kamu melarang pasangan buat lembur di kantor. Dirimu juga mengomel kalau ia menerima tugas ke luar kota.
Akibatnya, pasangan sering menolak ketika diminta lembur atau berangkat ke luar kota oleh atasannya. Sekalipun ada karyawan lain yang menggantikannya, akhirnya pasanganmu kian tersisih. Dia bukan karyawan yang bisa diandalkan. Atasan kurang menyukainya sehingga kesempatan-kesempatan terbaik guna memajukan karier diberikan pada orang lain yang lebih mau capek.
3. Minta maaf jika kamu berkontribusi dalam masalahnya

Dari hasil evaluasi di atas, kalau memang kamu berkontribusi terhadap penurunan karier pasangan jangan mengelak. Akui kesalahanmu itu dan minta maaf pada pasangan. Gara-gara sikapmu yang tidak dewasa, kalian semua malah mulai merasakan akibat negatifnya. Penghasilan pasangan menurun.
Posisinya di kantor sudah seperti telur di ujung tanduk. Jabatannya rawan sekali sewaktu-waktu kembali diturunkan. Bahkan pasangan dapat ditendang dari kantornya. Atau, kini sedikit sekali klien yang mau menggunakan jasanya. Permintaan maafmu memang tidak mengubah hal-hal yang kadung terjadi.
Namun, paling tidak pasangan menjadi tahu bahwa dirimu menyadari kesalahan tersebut. Ada harapan bahwa ke depan kamu dapat lebih mendukung pekerjaannya demi kebaikan bersama. Bila dirimu berkeras tak punya kesalahan sedikit pun, nanti pasangan justru muak kemudian kalian bertengkar.
4. Siap membantu menopang kebutuhan keluarga

Lihat seberapa besar dampak dari meredupnya karier pasangan terhadap perekonomian keluarga. Jika selama ini kalian sudah terbiasa patungan biaya hidup tentu bagus. Artinya, kamu tidak lagi terkejut untuk membantu menopang kebutuhan keluarga. Tapi, boleh jadi sejauh ini pasangan yang menyumbang uang lebih besar.
Mengingat kini keuangannya sedang memburuk, dirimu mesti ikhlas gantian memberikan uang belanja melebihi biasanya. Biar pasanganmu dapat bernapas lega. Kebutuhan pribadinya seperti untuk transportasi ke kantor serta beli kuota internet masih dapat tercukupi. Kalau dia sampai kesulitan memenuhi keduanya, pekerjaannya makin tersendat.
Nah, jika dirimu tidak bekerja waktunya untuk menunjukkan bahwa kamu juga bisa menghasilkan uang. Hindari berlama-lama dalam mengambil keputusan untuk ikut mencari nafkah. Pasanganmu pasti tambah stres dan kesejahteraanmu serta anak-anak juga makin menurun. Sampaikan niat baikmu pada pasangan tanpa menghakimi kondisinya.
5. Jangan menceritakannya ke mana-mana

Tentu wajar kamu merasa perlu curhat pada orang lain mengenai keadaan keluargamu. Akan tetapi, coba pikirkan baik-baik akibatnya. Boleh jadi orang lain ternyata gak tepat untuk menjadi teman curhat dengan topik yang sesensitif ini. Dia bisa menyudutkan pasanganmu atau menyebarkan ceritamu.
Kalau pasanganmu sampai tahu, ia pasti malu sekali. Curhatmu ke orang lain malah berujung melukai hati pasangan. Sebaiknya masalah kariernya dibicarakan di antara kalian berdua saja. Anggaplah kemunduran karier pasangan sebagai rahasia.
Gak usah menambahi persoalan kalian dengan keterlibatan orang lain yang belum tentu bisa kasih solusi. Bukannya teman curhatmu membantu, boleh jadi justru bersikap buruk. Kualitas pertemanan serta persaudaraan baru benar-benar tampak ketika kondisi finansial keluargamu tengah diuji.
6. Diskusikan kemungkinan ia perlu banting setir

Apabila karier pasangan yang meredup tidak menimbulkan masalah keuangan yang serius, kalian cukup latihan beradaptasi. Penghasilannya memang berkurang, tetapi secara umum pemenuhan kebutuhan kalian masih aman. Nanti barangkali kariernya kembali naik bahkan melampaui pencapaian terbaiknya selama ini.
Namun jika kondisi ekonomi kalian berubah memprihatinkan sekali, peluang untuk pasanganmu ganti pekerjaan perlu dibicarakan. Juga bila ia merasa sangat direndahkan di tempat kerjanya. Ada proses yang tidak wajar dalam pencopotannya dari suatu posisi.
Daripada pasangan amat tertekan di lingkungan kerjanya dan hanya memperoleh pendapatan yang gak seberapa, bahas kemungkinan-kemungkinan lain seumpama dia banting setir. Kasih beberapa pilihan lowongan kerja atau jenis usaha yang dapat dirintis oleh kalian berdua. Berikan perhitungannya supaya pasangan lebih mantap untuk meninggalkan kantor yang tak lagi menghargainya.
Karier yang meredup di usia produktif menjadi masalah serius yang meresahkan. Terlebih dengan adanya sejumlah tanggungan. Cinta pun bisa goyah bila kondisi ekonomi terus memburuk. Atasi dengan enam tips mendampingi pasangan saat kariernya meredup agar kinerjanya kembali membaik dan rumah tangga kalian terselamatkan.