Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Alasan Kenapa Orang Memutuskan Pacaran Atau Tidak

7 Alasan Kenapa Orang Memutuskan Pacaran Atau Tidak
Unsplash.com/Bart LaRue
Share Article

Hubungan pacaran ada yang menganggapnya penting untuk perkenalan sebelum ke hubungan yang lebih serius lagi. Dan ada juga yang beranggapan berpacaran tidaklah penting, karena hanya membuang-buang waktu dan banyak menyita masa lajang. Semua itu tentu kembali kepada masing-masing individu untuk memilih.

Tujuh alasan ini mungkin cukup menjawab mengapa orang memulai suatu hubungan pacaran. Jika ada lebihnya, itu adalah pengalaman unik tersendiri yang bisa jadi tidak semua orang mengalaminya.

  1. 1. Dia adalah pribadi yang cerdas

    Unsplash.com/Lucrezia Carnelos
    Unsplash.com/Lucrezia Carnelos

    Jatuh cinta karena kecerdasan seseorang adalah salah satu hal yang unik. Fisik tubuh orang tersebut bukanlah menjadi faktor utama jatuh cinta. Kecerdasannya karena seperti mengajari dengan baik atau saling berbagi ilmu adalah faktor yang penting.

    Istilah psikologinya adalah sapioseksual, dimana seseorang jatuh cinta karena kecerdasan individunya. Jika kamu sudah jatuh cinta dan kemudian memilih untuk menjalin hubungan, bisa jadi kamu mempertimbangkan hal ini.

  2. 2. Menerima masing-masing persepsi atau tidak

    Unsplash.com/Joanna Nix
    Unsplash.com/Joanna Nix

    Persepsi manusia tidak ada yang sama persis, karena kepribadian dan lingkungannya itu yang mempengaruhi persepsi. Hal paling dasar seperti ini yang membuat seseorang harus mempertimbangkan memiliki hubungan. Jika menerima tanpa adanya penerimaan secara psikologis, akan percuma saja menjalaninya.

  3. 3. Jatuh cinta karena terbiasa

    Unsplash.com/Brooke Cagle
    Unsplash.com/Brooke Cagle

    Kebiasaan bersamanya kemanapun dan dimanapun mungkin menjadi salah satu faktor yang penting. Setiap saat ingin bersamanya karena kenyamanan sudah terbentuk. Yang seperti ini biasanya beranggapan bahwa dia adalah satu-satunya.

    Jika penting berpacaran karena sudah jatuh cinta karena terbiasa, silahkan saja. Namun jika itu adalah hal sepele, kamu bisa tidak untuk memilihnya.

  4. 4. Sebuah alasan logis atau tuntutan

    Unsplash.com/Laurenz Kleinheider
    Unsplash.com/Laurenz Kleinheider

    Faktor menjalin sebuah hubungan adalah memang sudah saling jatuh cinta karena hal apapun. Namun ada juga yang menjalin hubungan karena sebuah tuntutan, ketika teman-teman mengejek karena tidak punya pacar, timbulah motivasi untuk mencari pacar.

    Dari keluarga bisa jadi menuntut agar segera memiliki kekasih agar jika ke acara pesta penikahan saudara sdah memiliki gandengan. Ada juga yang mendasari agama sebagai alasan untuk berpacaran atau tidak

  5. 5. Apakah tipe masing-masing adalah mengekang?

    Unsplash.com/Andre Hunter
    Unsplash.com/Andre Hunter

    Semua orang memiliki kebebasannya masing-masing, dan tidak ingin diatur secara otoriter oleh orang lain. Biasanya berpacaran tidak dengan orang yang sama dominannya. Jika saling keras kepala tentu tidak akan ada sebuah hubungan yang baik.

  6. 6. Proses yang wajib dijalani atau tidak untuk jenjang selanjutnya

    Unsplash.com/Fabrizio Verrecchia
    Unsplash.com/Fabrizio Verrecchia

    Tahap ini mungkin sebagai tahap perkenalannya sebelum jenjang lebih lanjut. Ada yang tidak terlalu mementingkan berpacaran karena buang-buang waktu. Wajib atau tidaknya kembali pada pertimbangan masing-masing.

  7. 7. Kamu siap merasa sakit atau disakiti

    Unsplash.com/Sydney Sims
    Unsplash.com/Sydney Sims

    Sebuah hubungan selalu ada gangguan dan cobaan yang menerpa. Kalau kamu memilih berpacaran, maka kamu siap disakiti. Jika sudah tahu resikonya, maka tanggung jawab terhadap diri sendiri dan tidak perlu menyalahkan orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Faiz Zaki
EditorFaiz Zaki

Related Articles

See More