Ilustrasi couple (pexels.com/Kurchakto)
Lia Huynh, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi yang berbasis di San Jose, California mengatakan bahwa privasi dan kerahasiaan bisa terlihat sama, namun, motifnya berbeda.
"Privasi bertujuan untuk melindungi, untuk bersikap waspada dan hati-hati. Seseorang yang menginginkan privasi tidak ingin hubungan itu disembunyikan, tetapi merasa itu perlu untuk melindungi hubungan tersebut," jelasnya, dikutip dari laman CNN.
Di sisi lain, kerahasiaan merugikan orang lain dan sering kali memiliki motif yang lebih egois seperti perasaan malu atau canggung. Jadi, bagaimana pasangan bisa membedakannya? Pasangan yang menjalin quiet relationship perlu mengidentifikasi motif mereka sendiri.
“Penting bagi orang yang menginginkan privasi untuk mengomunikasikan bahwa mereka tidak malu dengan hubungannya, dan mereka juga tidak melakukannya untuk menjaga agar pilihan mereka tetap terbuka. Pastikan kamu berdua sepakat tentang seperti apa hal ini nantinya," ungkapnya.
Secara keseluruhan, quiet relationship merupakan perubahan yang sepenuhnya positif bagi cara kaum muda menjalani kehidupan pribadi mereka.
“Semakin banyak anak muda yang memilih detoks digital saat ini. Ini tidak wajib, tetapi bisa sangat membuka wawasan. Apa pun yang mendorong orang untuk lebih bermakna dalam penggunaan media sosial mereka, ini adalah pertanda baik," Dr. Pamela Rutledge, direktur Pusat Penelitian Psikologi Media dan profesor emeritus psikologi media di Fielding Graduate University di Santa Barbara, California, dikutip dari laman CNN.