Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi sahabat (pexels.com/Marcus Aurelius)

Putusnya persahabatan menandakan berakhirnya hubungan dekat. Ini bisa terjadi biasanya karena ada konflik yang membuat kamu pada akhirnya tidak bicara lagi dengan sahabatmu.

Mungkin juga hubungan menjadi renggang ketika salah satu dari kalian punya pekerjaan baru atau sibuk dengan keluarga barunya. Sekarang, satu-satunya kabar terbaru yang kalian dapatkan berasal dari media sosial.

Jika kamu berada dalam situasi serupa, mungkin sahabatmu merasakan hal yang sama dan tidak tahu bagaimana cara memperbaiki keadaan. Coba cek di sini cara menghidupkan kembali persahabatan tanpa merasa canggung!

1. Mengapa kita menjadi jauh dari sahabat?

Ilustrasi sahabat (pexels.com/Gustavo Fring)

Banyak persahabatan dibangun berdasarkan rutinitas bersama seperti bekerja di kantor yang sama, berada di sekolah yang sama, atau menjadi anggota gym yang sama. Ketika rutinitas itu berakhir, kita akan mengetahui seberapa besar persahabatan itu dipengaruhi oleh lingkungan dan seberapa besar sebenarnya hubungan itu sendiri.

Beberapa persahabatan dimulai karena kamu berada pada tahap kehidupan yang serupa, seperti masih lajang, lulus kuliah, atau memulai kembali karier.

“Persahabatan berkembang karena konsistensi, kedekatan, dan pengalaman bersama, jadi ketika kita berhenti bertemu secara teratur, kita kehilangan kesempatan alami untuk terhubung yang pernah menjaga persahabatan tetap berjalan,” kata Cheryl Groskopf, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, mengutip laman Real Simple.

Persahabatan mungkin akan berakhir atau menjadi tegang jika hanya salah satu dari kalian yang berusaha. Tidak perlu saling menyalahkan ketika hidup membawamu ke arah yang berbeda.

Misalnya ada teman yang baru melahirkan, dan teman lainnya sedang bepergian untuk bekerja atau merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Terkadang indivdu berubah, dan itu sebenarnya tidak apa-apa.

Terkadang, persahabatan hancur karena insiden-insiden kecil yang menumpuk dari waktu ke waktu. Misalnya, bisa jadi karena ulang tahun yang terlewatkan, komentar yang menyinggung perasaan salah satu dari kalian, atau rencana yang dibatalkan dan tidak pernah dijadwal ulang. Secara terpisah, peristiwa-peristiwa ini mungkin tidak tampak seperti masalah besar, tetapi efek kumulatifnya dapat berdampak buruk pada persahabatan.

2. Manfaat menghidupkan kembali persahabatan

Ilustrasi sahabat (pexels.com/Anastasiya Gepp)

Berikut beberapa manfaat menghidupkan kembali persahabatan:

  • Mengenang kembali kenangan indah
    Menghabiskan waktu bersama sahabat dapat membantumu mengingat dan menghidupkan kembali kenangan indah, petualangan, dan ikatan kuat melalui cerita saat masa-masa sulit.

  • Menghubungi masa lalu
    Menjalin kembali persahabatan dari berbagai masa dalam hidup dapat membantu terhubung kembali dengan berbagai bagian dari dirimu. Sahabat mengingatkan tentang siapa kamu dulu dan membantumu terhubung dengan bagian-bagian dirimu yang mungkin telah terpendam selama bertahun-tahun.

  • Menawarkan perspektif baru
    Menjalin kembali hubungan dengan sahabat dapat memberimu perspektif baru tentang kehidupanmu sekarang. Kamu juga bisa mendapatkan perspektif tentang masa lalu sahabatmu.

3. Cara menghidupkan kembali persahabatan

Ilustrasi sahabat (pexels.com/Feyza Yıldırım)

Sedekat apa pun hubunganmu dengan sahabatmu dulu, mungkin ada rasa canggung dalam hubungan tersebut sekarang. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghidupkan kembali persahabatan tanpa canggung.

Hubungi melalui media sosial
Terhubunglah dengan mereka melalui media sosial atau pesan teks jika kamu terlalu gugup untuk menelepon atau mengajak bertemu. Ikuti salah satu unggahan terbarunya untuk memicu percakapan tentang kesibukannya sekarang. Lalu, biarkan percakapan itu berkembang secara alami.

"Tetapi jika kamu serius ingin berteman lagi, penting untuk bertatap muka. Melakukan hal-hal secara langsung, melakukan kontak mata, dan dapat mengungkapkan berbagai hal secara tatap muka akan mempermudah untuk saling mengenal kembali dan memberi sinyal bahwa kamu serius untuk menjalin kembali hubungan," kata Jessica Ayers, asisten profesor ilmu psikologi di Boise State University yang mempelajari persahabatan, mengutip laman TIME.

Tunjukkan kasih sayang
Jika kamu benar-benar senang terhubung kembali dengan sahabat, pastikan untuk mengkomunikasikannya kepada mereka. Bersikaplah hangat dan penuh kasih sayang dan memberi tahunya betapa berartinya hal itu bagimu. Kehangatan yang tulus dapat membantu menghilangkan rasa canggung yang mungkin muncul dalam suatu hubungan.

Bangkitkan kembali kenangan indah
Mulailah percakapan dengan membahas kenangan berharga atau momen lucu yang pernah kalian lalui bersama. Ini akan membawamu kembali ke momen ketika kalian dekat dan membantu melancarkan percakapan "Apa kabar sekarang?" yang terkadang terasa kaku.

Tunjukkan ketertarikan
Saat mengobrol dengan temanmu, beri tahu mereka bahwa kamu tertarik dengan apa yang mereka bagikan. Memperhatikan, mengajukan pertanyaan lanjutan, dan berempati, dapat membantumu terhubung dengan sahabat dan mengenal siapa ia hari ini.

Daripada hanya mengandalkan nostalgia, cobalah untuk menanyakan tentang minat dan hobi mereka saat ini, atau bahkan mencoba menemukan minat dan hobi baru bersama.

Lewati konflik
Jangan terlalu memikirkan konflik atau alasan persahabatanmu renggang. Jika hal itu muncul secara alami di kemudian hari, maka jangan ragu untuk membahas perasaan sakit hati yang mungkin ada. Tetapi, di awal, fokuslah pada apa yang kamu miliki bersama dan saat-saat indah yang kamu lalui bersama.

Buat rencana berikutnya
Saat mengakhiri percakapan atau pertemuan dengan sahabat, buat rencana masa depan bersama mereka berdasarkan minat yang sama.

4. Tentukan apa yang akan dikatakan

Ilustrasi sahabat (pexels.com/Vitaly Gariev)

Setelah merenungkan alasanmu ingin terhubung kembali, kamu mungkin merasa bingung harus berkata apa. Berikut kata-kata yang dapat kamu gunakan untuk menghidupkan kembali persahabatan.

Jika sudah beberapa bulan berlalu:

  • “Hai! Akhir-akhir ini aku sering memikirkanmu, dan aku menyadari sudah terlalu lama kita tidak bertemu. Apa kabar?”

  • “Aku baru saja melewati tempat makan siang kita dulu dan teringat padamu. Apa kabarmu sebenarnya?”

  • “Tidak perlu langsung membalas, atau bahkan tidak perlu membalas sama sekali. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku sering memikirkanmu, dan aku ada di sini kapan pun kamu ingin mengobrol.”

Jika sudah beberapa tahun berlalu:

  • “Aku tahu sudah lama sekali, tapi sesuatu mengingatkanku padamu hari ini dan membuatku tersenyum. Aku ingin sekali mendengar kabarmu jika kamu bersedia untuk berhubungan kembali.”

  • “Selamat atas [pernikahan, pindah rumah, pekerjaan baru, dll.]! Aku ingin sekali mendengar bagaimana semuanya berjalan.”

  • “Kehidupan kita terlihat sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun yang lalu, dan aku tidak ingin itu menjadi akhir dari hubungan kita. Bisakah aku meneleponmu minggu ini?”

Jika ingin membuat rencana spesifik:

  • “Aku kangen momen kita ngobrol panjang. Apakah kamu mau kita ngopi atau ngobrol lewat telepon dalam beberapa minggu ke depan?”

  • “Aku sudah memikirkan bagaimana hubungan kita berakhir, dan aku minta maaf atas peranku dalam hal itu. Apakah ada kemungkinan kita bisa minum kopi bersama?”

Berhubungan kembali dengan sahabat dapat memunculkan banyak emosi, termasuk kegembiraan, nostalgia, rasa tidak aman, dan bahkan kecanggungan. Dengan begitu, kamu bisa ikuti cara menghidupkan kembali persahabatan tanpa merasa canggung di atas. Semoga membantu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article