Ilustrasi merasa takut dan cemas (pexels.com/Aliaksei Lepik)
Ketika hubungan terasa semakin sulit, seseorang bisa mulai menyalahkan dirinya sendiri. “Kenapa aku susah punya teman?”, “Kenapa susah menemukan pasangan?”, atau “Kenapa semua orang seperti sudah punya kelompok masing-masing?”
Padahal, kesulitan membangun hubungan pada masa dewasa merupakan pengalaman yang cukup umum dan tidak otomatis menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan dirimu. Psikolog dan peneliti hubungan sosial Julianne Holt-Lunstad, PhD, dari Brigham Young University, menjelaskan bahwa kesepian dan isolasi sosial sebenarnya bukan hal yang sama.
"Kamu bisa saja dikelilingi oleh orang lain, tidak terisolasi, namun tetap merasa sangat kesepian," jelas Julianne dalam wawancaramya bersama Levels.
Menurutnya, isolasi lebih berkaitan dengan sedikitnya hubungan atau kontak sosial. Sedangkan kesepian merupakan perasaan subjektif ketika tingkat hubungan yang kita miliki tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Jadi, memiliki banyak teman di media sosial belum tentu membuat seseorang merasa dekat dengan orang lain.
Sebaliknya, seseorang mungkin hanya memiliki beberapa teman dekat tetapi merasa sangat terhubung. Maka, ketika dewasa dan merasa hubungan semakin sulit, mungkin yang dibutuhkan bukan memperbanyak orang di sekitar kita, melainkan lebih sengaja merawat hubungan yang bermakna.
Menjadi dewasa memang membuat hubungan terasa lebih rumit karena waktu semakin terbatas, tanggung jawab semakin banyak, dan standar terhadap hubungan ikut berkembang. Namun, sulitnya membangun pertemanan atau percintaan bukan berarti kita tidak membutuhkan keduanya. Justru ketika hidup semakin sibuk, hubungan yang sehat bisa menjadi salah satu tempat untuk merasa dikenal, didukung, dan diterima.