ilustrasi scrolling chat (pexels.com/mikoto.raw Photographer)
Ada hubungan yang berakhir dengan jelas, tetapi ada juga yang meninggalkan banyak tanda tanya. Setelah komunikasi berubah atau seseorang tiba-tiba menjauh, kita mungkin mulai membuka kembali percakapan lama untuk mencari tahu kapan semuanya mulai berbeda. Dari sana, satu pesan bisa dibaca berkali-kali hanya untuk menemukan sesuatu yang sebelumnya terlewat.
“Pada tahap awal setelah putus cinta, membaca kembali pesan-pesan lama atau melihat kembali foto-foto dari hubungan tersebut merupakan salah satu cara untuk berduka, meratapi, melihat kembali, dan mendapatkan closure dari hubungan itu. Hal ini dapat membantu kita menghadapi emosi yang sulit, memproses apa yang baru saja terjadi, dan pada banyak hal, menjadi lebih terbiasa dengan kenyataan menyakitkan bahwa orang tersebut sudah tidak lagi berada dalam hidup kita,” ujar Dr. Joshua Klapow, Ph.D., psikolog klinis sekaligus pembawa acara The Kurre and Klapow Show, dikutip dari Elite Daily.
Kebiasaan scrolling ke chat lama tidak selalu berarti kita ingin kembali pada orang tersebut. Bisa saja kita sedang mencoba menerima kenyataan bahwa hubungan itu sudah berubah atau berakhir. Dengan membaca kembali apa yang pernah terjadi, kita perlahan bisa memahami cerita dari hubungan tersebut dan memberi ruang bagi perasaan yang belum sempat diproses.
Kalau kamu masih sesekali membuka chat lama saat sedang kangen, sebenarnya hal itu cukup manusiawi. Ada kenangan yang ingin diingat, perasaan yang ingin dirasakan lagi, atau bagian dari hubungan yang masih coba kamu pahami. Akan tetapi, membaca kembali percakapan lama gak selalu berarti kamu ingin kembali dengan orang tersebut. Bisa saja kamu cuma sedang memberi waktu untuk diri sendiri memproses sesuatu yang pernah berarti. Setelah itu, kamu bisa kembali menutup chat dan melanjutkan hari tanpa harus membawa cerita lama ke mana-mana.