ilustrasi menghindar membahas status hubungan (magnific.com/garetsvisual)
Tasya menyampaikan bahwa tidak sebaiknya menikahi laki-laki yang lebih memilih untuk hangout dengan teman daripada menghabiskan waktu dengan keluarga. Selain itu, ia juga menggunakan istilah "stop the wedding" jika menikahi laki-laki yang tidak sadar akan tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah.
Dalam istilah psikologi, laki-laki seperti ini mungkin dapat dikatakan memiliki ketidakmatangan emosional dan ketidakhadiran emosional. Diterangkan bahwa ketersediaan emosional adalah kemampuan dan kemauan untuk terlibat dengan perasaan pribadi dan pasangan, dikutip dari Times. Hal tersebut berarti terbuka terhadap kerentanan, mampu mengekspresikan apa yang dirasakan, dan responsif ketika seseorang membagikan sesuatu yang berarti baginya.
Ketidakmatangan emosional ini juga terindikasi sebagai ketidakmampuan seseorang dalam memahami dan menjalankan tanggung jawabnya dalam pernikahan. Dalam laman Marriage.com dijelaskan, seorang suami yang tidak bertanggung jawab adalah pasangan yang gagal memenuhi kewajibannya terhadap keluarga dengan mengabaikan kebutuhan emosional dan fisik. Seorang suami yang tidak menjalankan peran dengan baik, menunjukkan sikap pengabaian tanggung jawab keuangan, kurang komunikasi, tidak dapat diandalkan, serta perilaku egois.