ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)
Kurangnya komunikasi tidak selalu terlihat dalam bentuk pertengkaran. Ada pasangan yang jarang berkonflik, tetapi juga tidak lagi membicarakan perasaan, impian, kekhawatiran, atau kebutuhan masing-masing. Percakapan mereka mungkin hanya berkaitan dengan pekerjaan, urusan rumah, jadwal, atau hal-hal praktis. Hubungan tetap berjalan, tetapi kedekatan emosional mulai berkurang.
Ketika pasangan tidak lagi merasa terhubung, mereka dapat menjalani kehidupan bersama tanpa benar-benar memahami dunia batin satu sama lain. Seseorang mungkin mulai mencari tempat lain untuk merasa didengar, seperti teman, keluarga, atau orang lain yang dianggap lebih memahami dirinya. Kondisi tersebut tidak selalu berarti ada pengkhianatan, tetapi dapat menjadi tanda bahwa kebutuhan emosional dalam hubungan mulai tidak terpenuhi.
"Hubungan yang penuh kasih sayang, sehat, dan terhubung adalah hasil dari dialog yang berkelanjutan. Pasangan-pasangan ini saling memeriksa satu sama lain tidak hanya tentang hal-hal yang mengganggu mereka, tetapi juga untuk merayakan ketika pasangan mereka telah melakukan sesuatu yang mereka hargai," jelas Lisa.
Kurangnya komunikasi memang dapat membuat hubungan perlahan kehilangan rasa aman, kepercayaan, dan kedekatan emosional. Namun, komunikasi yang sehat bukan berarti pasangan harus selalu sepakat atau tidak pernah bertengkar. Yang lebih penting adalah adanya kemauan untuk saling mendengarkan, menyampaikan kebutuhan dengan jujur, dan mencari jalan keluar tanpa saling menjatuhkan.